alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Bikin Aplikasi Sinau Alquran, Mahasiswa UMM Raih Juara Lomba LLDikti

MALANG KOTA – Berbekal semangat berbagi, empat mahasiswa Informatika UMM bahu membahu merancang aplikasi untuk memudahkan pembelajaran Alquran.

Kegundahan hati dan simpati mendorong mereka untuk terus mengembangkan aplikasi yang mereka beri nama AJARI. Apalagi melihat proses pendidikan yang masih dibatasi di era pandemi Covid-19 ini. Utamanya pemberian materi-materi Alquran yang diajarkan di Taman Pendidikan Quran (TPQ).

Bukan perkara mudah untuk merancang dan menciptakan aplikasi ini. Mereka harus menghadapi beragam bug dan disfungsi. Beruntung, aplikasi AJARI ini akhirnya rampung dan siap diluncurkan beberapa hari ke depan di Play Store. Menariknya, ide cemerlang ini juga berhasil meraih peringkat kedua dalam kompetisi nasional. Tepatnya pada Lomba Nasional Kreatifitas Mahasiswa (LO Kreatif) 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur.

“Beberapa kali kami harus memperbaiki satu dua bagian yang ada di AJARI. Bahkan tidak jarang kami harus memulai dan merancang ulang untuk bisa memberikan fitur-fitur yang maksimal. Tentu, bahan bakar semangat kami adalah untuk menebar manfaat, yakni membantu proses pembelajaran Alquran dengan lebih baik,” kata ketua tim Mochamad Alghifary.

Baginya, piala adalah sebuah bonus. Hal terpenting adalah bagaimana upaya dan kesungguhan mereka dalam berkontribusi bagi negeri di aspek apapun. Menebar manfaat bagi banyak orang dan memberikan inovasi solutif untuk maasalah-masalah yang ada di tengah masyarakat.

Meski berbagai fitur sudah disematkan dalam aplikasi AJARI, Ghifary dan tim tidak berhenti begitu saja. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pengembangan juga senantiasa dilakukan agar semakin banyak fitur yang bisa disediakan.

“Kami sangat bersyukur aplikasi AJARI mampu mendapatkan juara di lomba tingkat nasional. Namun kami tidak ingin berhenti mengembangkannya. Akan ada beragam hal baru yang kami berikan di aplikasi ini nanti,” tambahnya.

Berbekal kemenangan ini, keempat mahasiswa itu juga ingin mendorong anak muda lain untuk terus berinovasi. Memberikan solusi baru untuk menyelesaikan masalah bagi banyak orang. Begitupun dengan aplikasi AJARI yang diharapkan mampu mendapatkan respon baik dari semua pihak.

Editor: Didik Harianto

MALANG KOTA – Berbekal semangat berbagi, empat mahasiswa Informatika UMM bahu membahu merancang aplikasi untuk memudahkan pembelajaran Alquran.

Kegundahan hati dan simpati mendorong mereka untuk terus mengembangkan aplikasi yang mereka beri nama AJARI. Apalagi melihat proses pendidikan yang masih dibatasi di era pandemi Covid-19 ini. Utamanya pemberian materi-materi Alquran yang diajarkan di Taman Pendidikan Quran (TPQ).

Bukan perkara mudah untuk merancang dan menciptakan aplikasi ini. Mereka harus menghadapi beragam bug dan disfungsi. Beruntung, aplikasi AJARI ini akhirnya rampung dan siap diluncurkan beberapa hari ke depan di Play Store. Menariknya, ide cemerlang ini juga berhasil meraih peringkat kedua dalam kompetisi nasional. Tepatnya pada Lomba Nasional Kreatifitas Mahasiswa (LO Kreatif) 2021 yang diadakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur.

“Beberapa kali kami harus memperbaiki satu dua bagian yang ada di AJARI. Bahkan tidak jarang kami harus memulai dan merancang ulang untuk bisa memberikan fitur-fitur yang maksimal. Tentu, bahan bakar semangat kami adalah untuk menebar manfaat, yakni membantu proses pembelajaran Alquran dengan lebih baik,” kata ketua tim Mochamad Alghifary.

Baginya, piala adalah sebuah bonus. Hal terpenting adalah bagaimana upaya dan kesungguhan mereka dalam berkontribusi bagi negeri di aspek apapun. Menebar manfaat bagi banyak orang dan memberikan inovasi solutif untuk maasalah-masalah yang ada di tengah masyarakat.

Meski berbagai fitur sudah disematkan dalam aplikasi AJARI, Ghifary dan tim tidak berhenti begitu saja. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pengembangan juga senantiasa dilakukan agar semakin banyak fitur yang bisa disediakan.

“Kami sangat bersyukur aplikasi AJARI mampu mendapatkan juara di lomba tingkat nasional. Namun kami tidak ingin berhenti mengembangkannya. Akan ada beragam hal baru yang kami berikan di aplikasi ini nanti,” tambahnya.

Berbekal kemenangan ini, keempat mahasiswa itu juga ingin mendorong anak muda lain untuk terus berinovasi. Memberikan solusi baru untuk menyelesaikan masalah bagi banyak orang. Begitupun dengan aplikasi AJARI yang diharapkan mampu mendapatkan respon baik dari semua pihak.

Editor: Didik Harianto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/