alexametrics
25C
Malang
Monday, 18 January 2021

Dosen Unmer Bikin Pewarna Organik dari Buah Naga dan Kol Ungu

MALANG KOTA – Tiga dosen Universitas Merdeka Malang (Unmer) sukses melakukan penelitian yang menghasilkan alternatif zat pewarna organik dari limbah buah dan sayur, yaitu kulit buah naga dan kol ungu.

Penelitian itu dilakukan oleh Pungky Eka Setyawan ST MT (Teknik Mesin), Elta Sonalitha SKom MT (Teknik Elektro), dan dua mahasiswa Rifki Akbar Refitra dan Didit Abriyanto Asmo.

Penelitian berjudul Produksi Pewarnaan untuk Anodizing Material Aluminium 6061 Berbahan Limbah Organik Sayur dan Buah itu dibiayai oleh Dana Hibah Internal penelitian Pemula/Inovasi Unmer Malang Tahun 2020.

Ketua tim penelitian, Pungky Eka Setyawan menjelaskan, anodizing merupakan proses elektrokimia sederhana yang mulai dikembangkan pada abad 20. Yaitu dengan membentuk lapisan pelindung aluminium oksida pada permukaan aluminium.

Proses tersebut menghasilkan lapisan oksida tipis yang berpori serta bersifat keras dan tahan korosi. Pewarnaan dalam proses anodizing dapat dilakukan dengan pewarna kimia maupun pewarna alami. Larutan kimia menghasilkan limbah yang dapat membahayakan lingkungan.

“Oleh karena itu, diharapkan sebuah terobosan menggunakan larutan pewarna yang tidak menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungan. Yaitu dengan pemakaian zat pewarna yang dihasilkan dari limbah organik,” terang Pungky.

Ia menyebutkan, penelitian ini menghasilkan alternatif zat pewarna organik yang dari kulit buah naga dan kol ungu pada proses pewarnaan.

Ia menuturkan, kulit buah naga merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah yang berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan.

Pengambilan zat warna antosianin dilakukan dengan metode ekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah aquades. Sedangkan kol ungu adalah penghasil warna ungu yang sangat alami.

Kol ungu perlu direbus dengan air panas selama beberapa waktu lamanya. pengujian terdiri dari uji visual warna, uji ketebalan pewarnaan, uji kekerasan microvickers, dan uji struktur mikro.

“Inovasi ini diharapkan dapat difabrikasi sebagai alternatif zat pewarna organik,” katanya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca