alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Mahasiswa Unikama Bikin Fermentasi Pakan Ternak dari Limbah Pertanian

MALANG KOTA – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang manfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak yang awet dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) 2021.

Nuril Nikmatuz Zahro, salah satu mahasiswa yang turut andil dalam program tersebut menyebutkan bahwa ide yang ia bawa berasal dari permasalahan pertanian. Dimana setiap selesai panen para petani ini langsung membuang jerami begitu saja. Padahal, setiap jerami yang dibuang itu memiliki manfaat yang baik untuk pakan ternak.

“Kami melihat permasalahan di Desa Karangkates yang memiliki banyak limbah jerami yang nganggur. Oleh karena itu, kami membuat fermentasi pakan ternak dari jerami,” jelas mahasiswa Fakultas Peternakan Unikama ini.

Ia bersama empat temannya mengaku bahwa program ini telah berjalan sejak bulan Februari lalu hingga bulan April.

“Saat penyusunan proposal kami banyak mengalami masalah diawali dengan sulitnya mendekati masyarakat yang kurang terbuka atas permasalahan limbah pasca panen dan ketersediaan pakan ternak,” terangnya.

Namun, setelah proposal ini lolos di Belmawa Ditjen Dikti ia berharap dapat melanjutkan program yang dibawanya dengan dapat mengelola limbah tersebut menjadi fermentasi pakan ternak. Dengan begitu permasalahan pakan ternak dapat teratasi apalagi fermentasi pakan ternak dapat bertahan dengan jangka waktu yang lama.

“Sebenarnya permasalahan ini sudah ditemui di beberapa daerah. Jadi fermentasi pakan ternak ini akan menjadi percontohan untuk daerah yang mengalami masalah yang sama. Jika suatu saat nanti peternak tak bisa mencari pakan karena datang musim kemarau maka fermentasi pakan ini bisa digunakan sebagai solusi,” lanjutnya.

Pewarta : M. Ubaidillah / Defi Maria

MALANG KOTA – Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang manfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak yang awet dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) 2021.

Nuril Nikmatuz Zahro, salah satu mahasiswa yang turut andil dalam program tersebut menyebutkan bahwa ide yang ia bawa berasal dari permasalahan pertanian. Dimana setiap selesai panen para petani ini langsung membuang jerami begitu saja. Padahal, setiap jerami yang dibuang itu memiliki manfaat yang baik untuk pakan ternak.

“Kami melihat permasalahan di Desa Karangkates yang memiliki banyak limbah jerami yang nganggur. Oleh karena itu, kami membuat fermentasi pakan ternak dari jerami,” jelas mahasiswa Fakultas Peternakan Unikama ini.

Ia bersama empat temannya mengaku bahwa program ini telah berjalan sejak bulan Februari lalu hingga bulan April.

“Saat penyusunan proposal kami banyak mengalami masalah diawali dengan sulitnya mendekati masyarakat yang kurang terbuka atas permasalahan limbah pasca panen dan ketersediaan pakan ternak,” terangnya.

Namun, setelah proposal ini lolos di Belmawa Ditjen Dikti ia berharap dapat melanjutkan program yang dibawanya dengan dapat mengelola limbah tersebut menjadi fermentasi pakan ternak. Dengan begitu permasalahan pakan ternak dapat teratasi apalagi fermentasi pakan ternak dapat bertahan dengan jangka waktu yang lama.

“Sebenarnya permasalahan ini sudah ditemui di beberapa daerah. Jadi fermentasi pakan ternak ini akan menjadi percontohan untuk daerah yang mengalami masalah yang sama. Jika suatu saat nanti peternak tak bisa mencari pakan karena datang musim kemarau maka fermentasi pakan ini bisa digunakan sebagai solusi,” lanjutnya.

Pewarta : M. Ubaidillah / Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/