alexametrics
27 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

1.016 Guru Madrasah Belum Kantongi Sertifikat PPG

MALANG KOTA – Sebanyak 1.016 guru agama dan guru madrasah di Kota Malang belum mengantongi sertifikat Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kuota yang terbatas menjadi salah satu penyebab minimnya guru yang mengantongi sertifikat.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kota Malang Dr Sutrisno MPd menuturkan, dalam setahun rata-rata ada 150 guru yang mengikuti program PPG.

“Ada yang sudah ikut tes tapi belum lulus. Ada juga yang belum dipanggil karena kuota dari pusat terbatas,” jelasnya.

Tahun lalu, tercatat sebanyak 110 orang yang telah mengikuti program sertifikasi PPG. Mengingat banyaknya guru madrasah dan agama yang belum bersertifikat PPG, Sutrisno mengaku bahwa pihaknya terus mendorong para guru tersebut untuk aktif meng-update data dalam Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika) masing-masing.

Sutrisno menegaskan bahwa PPG itu merupakan program yang penting bagi tenaga pendidik. Selain menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, sertifikasi tersebut juga bertujuan untuk menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik. Sertifikasi PPG juga diperlukan bagi tenaga pendidik yang akan melakukan penelitian dan mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan.

”Manfaatnya, para guru yang sudah lulus PPG juga akan mendapatkan tunjangan sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,” sambungnya.

Lantas, kapankah ujian sertifikasi PPG akan dilaksanakan di Kota Malang? Hingga kemarin (6/10) Kemenag Kota Malang masih belum mendapat informasi pasti terkait hal tersebut. Terakhir, September lalu wacana keputusan menteri agama (KMA) tentang pelaksanaan PPG tersebut masih dalam tahap uji publik.

Terpisah, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Malang Drs Mohammad Husnan MPd mengatakan, terdapat empat guru yang belum mengantongi sertifikat PPG di sekolahnya.

Meski telah mengantongi akta 4 atau sertifikat mengajar, Husnan menuturkan bahwa sertifikat PPG cukup penting untuk kesejahteraan guru. ”Jika guru ingin mendapatkan gaji dan tunjangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), syarat utama yang diperlukan adalah mempunyai sertifikat pendidik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang Drs Suyanto MPd. Dia pun mendorong agar guru-guru di sekolahnya segera mengikuti PPG. Selain tentang kesejahteraan, Suyanto menuturkan bahwa PPG merupakan tolak ukur untuk menilai profesionalisme guru dalam mengajar. ”Dengan mengantongi sertifikat PPG, para guru akan mendapatkan pengakuan sebagai guru profesional serta dapat dibuktikan dengan sertifikat pendidik,” katanya.

Di MIN 1 Malang sendiri, saat ini tercatat ada dua guru baru yang belum bersertifikat PPG. ”Mereka adalah guru pendidikan jasmani dan olahraga serta guru pendidikan agama Islam,” tutup Suyanto.

Pewarta : Ilmi Ariyanti

MALANG KOTA – Sebanyak 1.016 guru agama dan guru madrasah di Kota Malang belum mengantongi sertifikat Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kuota yang terbatas menjadi salah satu penyebab minimnya guru yang mengantongi sertifikat.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kota Malang Dr Sutrisno MPd menuturkan, dalam setahun rata-rata ada 150 guru yang mengikuti program PPG.

“Ada yang sudah ikut tes tapi belum lulus. Ada juga yang belum dipanggil karena kuota dari pusat terbatas,” jelasnya.

Tahun lalu, tercatat sebanyak 110 orang yang telah mengikuti program sertifikasi PPG. Mengingat banyaknya guru madrasah dan agama yang belum bersertifikat PPG, Sutrisno mengaku bahwa pihaknya terus mendorong para guru tersebut untuk aktif meng-update data dalam Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika) masing-masing.

Sutrisno menegaskan bahwa PPG itu merupakan program yang penting bagi tenaga pendidik. Selain menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, sertifikasi tersebut juga bertujuan untuk menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik. Sertifikasi PPG juga diperlukan bagi tenaga pendidik yang akan melakukan penelitian dan mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan.

”Manfaatnya, para guru yang sudah lulus PPG juga akan mendapatkan tunjangan sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,” sambungnya.

Lantas, kapankah ujian sertifikasi PPG akan dilaksanakan di Kota Malang? Hingga kemarin (6/10) Kemenag Kota Malang masih belum mendapat informasi pasti terkait hal tersebut. Terakhir, September lalu wacana keputusan menteri agama (KMA) tentang pelaksanaan PPG tersebut masih dalam tahap uji publik.

Terpisah, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Malang Drs Mohammad Husnan MPd mengatakan, terdapat empat guru yang belum mengantongi sertifikat PPG di sekolahnya.

Meski telah mengantongi akta 4 atau sertifikat mengajar, Husnan menuturkan bahwa sertifikat PPG cukup penting untuk kesejahteraan guru. ”Jika guru ingin mendapatkan gaji dan tunjangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), syarat utama yang diperlukan adalah mempunyai sertifikat pendidik,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang Drs Suyanto MPd. Dia pun mendorong agar guru-guru di sekolahnya segera mengikuti PPG. Selain tentang kesejahteraan, Suyanto menuturkan bahwa PPG merupakan tolak ukur untuk menilai profesionalisme guru dalam mengajar. ”Dengan mengantongi sertifikat PPG, para guru akan mendapatkan pengakuan sebagai guru profesional serta dapat dibuktikan dengan sertifikat pendidik,” katanya.

Di MIN 1 Malang sendiri, saat ini tercatat ada dua guru baru yang belum bersertifikat PPG. ”Mereka adalah guru pendidikan jasmani dan olahraga serta guru pendidikan agama Islam,” tutup Suyanto.

Pewarta : Ilmi Ariyanti

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/