alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Teliti Rambut Jagung, Tim UMM Raih Medali Emas di Ajang Internasional

MALANG KOTA – Harga jagung yang terus merosot mengundang keprihatinan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain itu, beberapa bagian dari tumbuhan jagung kebanyakan hanya berakhir sebagai limbah.

Dalam penelitiannya, mereka memanfaatkan rambut jagung (ragung) sebagai bahan minuman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu, olahan ragung juga bisa dijadikan alternatif produk olahan bagi para petani jagung di Kota Batu guna meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.

Alhamdulillah inovasi ini berhasil didanai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke Pimnas,” ujar Ketua tim PKM Siti Mariyatul Qibtiyah. Penelitian ini sebenarnya juga telah mereka usung dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Namun hasilnya masih belum sesuai dengan keinginan mereka.

Meski demikian, tim yang terdiri dari lima mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM itu tak lantas patah arang. Hasilnya, tim yang terdiri dari Siti Mariyatul Qibtiyah, Aggy Pramesti Wary, Olivia Margareta, Siti Rofiatul Sazjiyah, dan Eginuari Ilhani ini justru berjaya di event skala internasional. Di bawah bimbingan Moh Mirza Nuryady MSc, mereka meraih medali emas di panggung International Science and Invention Fair (ISIF) 2021.

Meski tak lolos Pimnas, mereka tak patah arang. Inovasi minuman dari rambut jagung tersebut didaftarkan di ajang ISIF 2021. Ajang internasional  tersebut digelar Indonesia International Institute for Life Science (I3L) berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) serta International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF) Turki.

Acara yang berlangsung tujuh hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada Senin (1/11). Hasilnya, Tim UMM berhasil meraih medali emas.

Ria menambahkan, prestasi yang diraih tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang telah dilakukannya. Namun dia menekankan, prestasi ini bukan sebagai akhir dari program pengabdian tim UMM.

“Sebaliknya ini merupakan titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan exposure (promosi) terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu,” ungkap Ria. (adk/nay/rmc)

MALANG KOTA – Harga jagung yang terus merosot mengundang keprihatinan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain itu, beberapa bagian dari tumbuhan jagung kebanyakan hanya berakhir sebagai limbah.

Dalam penelitiannya, mereka memanfaatkan rambut jagung (ragung) sebagai bahan minuman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu, olahan ragung juga bisa dijadikan alternatif produk olahan bagi para petani jagung di Kota Batu guna meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.

Alhamdulillah inovasi ini berhasil didanai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke Pimnas,” ujar Ketua tim PKM Siti Mariyatul Qibtiyah. Penelitian ini sebenarnya juga telah mereka usung dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Namun hasilnya masih belum sesuai dengan keinginan mereka.

Meski demikian, tim yang terdiri dari lima mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM itu tak lantas patah arang. Hasilnya, tim yang terdiri dari Siti Mariyatul Qibtiyah, Aggy Pramesti Wary, Olivia Margareta, Siti Rofiatul Sazjiyah, dan Eginuari Ilhani ini justru berjaya di event skala internasional. Di bawah bimbingan Moh Mirza Nuryady MSc, mereka meraih medali emas di panggung International Science and Invention Fair (ISIF) 2021.

Meski tak lolos Pimnas, mereka tak patah arang. Inovasi minuman dari rambut jagung tersebut didaftarkan di ajang ISIF 2021. Ajang internasional  tersebut digelar Indonesia International Institute for Life Science (I3L) berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) serta International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF) Turki.

Acara yang berlangsung tujuh hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada Senin (1/11). Hasilnya, Tim UMM berhasil meraih medali emas.

Ria menambahkan, prestasi yang diraih tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang telah dilakukannya. Namun dia menekankan, prestasi ini bukan sebagai akhir dari program pengabdian tim UMM.

“Sebaliknya ini merupakan titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan exposure (promosi) terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu,” ungkap Ria. (adk/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/