alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Tim Pengabdian UM Dampingi Petani Kopi Desa Benjor Tumpang

RADAR MALANG – Komoditas kopi yanh terus berkembang mendorong tim pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengambil peran. Oktober lalu, mereka bekerja sama dengan para petani kopi di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Bersama Kelompok Tani Wono Lestari, tim pengabdian UM berupaya untuk meningkatkan kualitas kopi asli desa mereka. Hal ini menyusul bisnis kopi baik berupa warung maupun kafe yang kian menjamur.

“Kami ingin agar para petani kopi di Desa Benjor memiliki strategi pengolahan pasca panen. Tujuannya untuk menambah nilai jual kopi yang ditanam masyarakat sekitar,” terang Ketua tim Pengabdian Masyarakat UM Kukuh Miroso Raharjo MPd. Salah satu caranya yakni dengan melakukan pengolahan biji kopi green bean dan roasted bean.

Dalam kegiatan tersebut, mereka juga mendatangkan dua narasumber yang berprofesi sebagai roaster dan barista di salah satu cafe di Malang. Total, terdapat 15 anggota kelompok tani yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tema yang diusung yakni pengolahan pasca panen Kopi Benjot sebagai produk unggulan lokal bagi poktan Wono Lestari.

Selain itu, berangkat dari pelatihan ini maka akan ada tahapan-tahapan yang berkelanjutan agar Kopi Benjor dapat dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal kami untuk meningkatkan nilai jual biji kopi yang dihasilkan oleh petani di Desa Benjor. Harapan kami pada program ini adalah untuk menjadikan Kopi Benjor sebagai produk unggulan yang berskala lokal dan nasional,” ujarnya.

Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menambah tingkat kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merupakan bukti konkret komitmen UM dalam mengembangkan desa binaan dan pembangunan sumber daya manusia unggul dan sejahtera.

Selain dosen, pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa. Utamanya dalam hal memberikan proses pembelajaran tentang pemberdayaan masyarakat yang menjadi salah satu bidang kajian di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan (UM) dan juga untuk mensukseskan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Kedua narasumber pada pelatihan itu pun menyampaikan beberapa materi sesuai dengan keahliannya masing-masing. Pada sesi pertama, disampaikan materi tentang pemijahan biji kopi. Selanjutnya pada sesi kedua yaitu teknik roaster biji kopi (pemanggangan) dan yang terakhir tentang pengemasan biji kopi, penggilingan dan penyajian.

Pewarta: JPRM – Defi Maria

RADAR MALANG – Komoditas kopi yanh terus berkembang mendorong tim pengabdian Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengambil peran. Oktober lalu, mereka bekerja sama dengan para petani kopi di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Bersama Kelompok Tani Wono Lestari, tim pengabdian UM berupaya untuk meningkatkan kualitas kopi asli desa mereka. Hal ini menyusul bisnis kopi baik berupa warung maupun kafe yang kian menjamur.

“Kami ingin agar para petani kopi di Desa Benjor memiliki strategi pengolahan pasca panen. Tujuannya untuk menambah nilai jual kopi yang ditanam masyarakat sekitar,” terang Ketua tim Pengabdian Masyarakat UM Kukuh Miroso Raharjo MPd. Salah satu caranya yakni dengan melakukan pengolahan biji kopi green bean dan roasted bean.

Dalam kegiatan tersebut, mereka juga mendatangkan dua narasumber yang berprofesi sebagai roaster dan barista di salah satu cafe di Malang. Total, terdapat 15 anggota kelompok tani yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Tema yang diusung yakni pengolahan pasca panen Kopi Benjot sebagai produk unggulan lokal bagi poktan Wono Lestari.

Selain itu, berangkat dari pelatihan ini maka akan ada tahapan-tahapan yang berkelanjutan agar Kopi Benjor dapat dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal kami untuk meningkatkan nilai jual biji kopi yang dihasilkan oleh petani di Desa Benjor. Harapan kami pada program ini adalah untuk menjadikan Kopi Benjor sebagai produk unggulan yang berskala lokal dan nasional,” ujarnya.

Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menambah tingkat kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga merupakan bukti konkret komitmen UM dalam mengembangkan desa binaan dan pembangunan sumber daya manusia unggul dan sejahtera.

Selain dosen, pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa. Utamanya dalam hal memberikan proses pembelajaran tentang pemberdayaan masyarakat yang menjadi salah satu bidang kajian di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan (UM) dan juga untuk mensukseskan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Kedua narasumber pada pelatihan itu pun menyampaikan beberapa materi sesuai dengan keahliannya masing-masing. Pada sesi pertama, disampaikan materi tentang pemijahan biji kopi. Selanjutnya pada sesi kedua yaitu teknik roaster biji kopi (pemanggangan) dan yang terakhir tentang pengemasan biji kopi, penggilingan dan penyajian.

Pewarta: JPRM – Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/