alexametrics
30C
Malang
Wednesday, 14 April 2021

Dampak Sekolah Dari Rumah Bagi Anak, Sudah Begitu Seriuskah?

RADAR MALANG – Dampak yang menonjol dari penutupan sekolah memang belum terlalu jelas. Namun sudah ada tanda-tanda mengkhawatirkan, bahwa anak-anak sekolah dasar lebih menderita dibandingkan anak-anak sekolah menengah dalam hal kesejahteraan emosional, fisik,dan hasrat belajar.

Penelitian milik Lee Elliot Major, profesor mobilitas sosial di University of Exeter menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar menderita kehilangan motivasi belajar yang lebih besar daripada siswa sekolah menengah pada lockdown pertama kali. Itu menunjukkan bahwa mungkin lebih sulit bagi anak-anak kecil untuk belajar dari jarak jauh.

“Apa yang benar-benar kami khawatirkan adalah pendidikan yang terluka. Ketika Anda melewatkan tahap perkembangan utama anak, seperti belajar membaca,” ujar Lee.
Pada bulan September, sebuah penelitian terhadap 112.000 siswa di tahun pertama sekolah menengah menemukan bahwa kemampuan menulis mereka tertinggal 22 bulan dari yang seharusnya.

Ketika di sekolah anak-anak diberi tahu bahwa membuat kesalahan tidak apa-apa, guru juga tahu cara mengelola masalah perilaku dan konsentrasi. Sedangkan di rumah, orang tua juga berjuang untuk mengelola pekerjaan atau kekhawatiran keuangan. Sehingga mungkin tidak berpengetahuan, menjadi tidak sabar atau sulit suportif pada anaknya.

Melansir dari The Guardian, Ahad (7/2), Wells yang berumur delapan tahun tidak bisa menikmati pembelajaran jarak jauh. “Mengerikan,” ujarnya pada sekelompok temannya melalui video call. Sementara itu Flora yang berumur sembilan tahun merasa belajar pada masa lockdown tidak semuanya buruk. “Memecahkan soal matematika dengan nenek saya di Skype itu menyenangkan. Saya juga dapat menikmati makanan ringan yang enak, seperti biskuit cokelat, sepanjang hari,” komentarnya.

Namun ada pula beberapa anak sekolah dasar yang memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan keterampilan baru dan mengerjakan proyek jangka panjang. Bahkan sekolah dasar Parklands di Leeds, melaporkan bahwa anak-anak menjadi lebih banyak terlibat dalam pembelajaran di luar ruangan. Juga beberapa sekolah yang memanfaatkan situasi ini untuk mempersempit kesenjangan digital yang ada di antara anak-anak.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

RADAR MALANG – Dampak yang menonjol dari penutupan sekolah memang belum terlalu jelas. Namun sudah ada tanda-tanda mengkhawatirkan, bahwa anak-anak sekolah dasar lebih menderita dibandingkan anak-anak sekolah menengah dalam hal kesejahteraan emosional, fisik,dan hasrat belajar.

Penelitian milik Lee Elliot Major, profesor mobilitas sosial di University of Exeter menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar menderita kehilangan motivasi belajar yang lebih besar daripada siswa sekolah menengah pada lockdown pertama kali. Itu menunjukkan bahwa mungkin lebih sulit bagi anak-anak kecil untuk belajar dari jarak jauh.

“Apa yang benar-benar kami khawatirkan adalah pendidikan yang terluka. Ketika Anda melewatkan tahap perkembangan utama anak, seperti belajar membaca,” ujar Lee.
Pada bulan September, sebuah penelitian terhadap 112.000 siswa di tahun pertama sekolah menengah menemukan bahwa kemampuan menulis mereka tertinggal 22 bulan dari yang seharusnya.

Ketika di sekolah anak-anak diberi tahu bahwa membuat kesalahan tidak apa-apa, guru juga tahu cara mengelola masalah perilaku dan konsentrasi. Sedangkan di rumah, orang tua juga berjuang untuk mengelola pekerjaan atau kekhawatiran keuangan. Sehingga mungkin tidak berpengetahuan, menjadi tidak sabar atau sulit suportif pada anaknya.

Melansir dari The Guardian, Ahad (7/2), Wells yang berumur delapan tahun tidak bisa menikmati pembelajaran jarak jauh. “Mengerikan,” ujarnya pada sekelompok temannya melalui video call. Sementara itu Flora yang berumur sembilan tahun merasa belajar pada masa lockdown tidak semuanya buruk. “Memecahkan soal matematika dengan nenek saya di Skype itu menyenangkan. Saya juga dapat menikmati makanan ringan yang enak, seperti biskuit cokelat, sepanjang hari,” komentarnya.

Namun ada pula beberapa anak sekolah dasar yang memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan keterampilan baru dan mengerjakan proyek jangka panjang. Bahkan sekolah dasar Parklands di Leeds, melaporkan bahwa anak-anak menjadi lebih banyak terlibat dalam pembelajaran di luar ruangan. Juga beberapa sekolah yang memanfaatkan situasi ini untuk mempersempit kesenjangan digital yang ada di antara anak-anak.

Penulis: Aulia Hamazunnisa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru