alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Musibah Dua Mahasiswa Meninggal, UIN Malang Minta Maaf

MALANG KOTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang mengambil langkah
responsif terkait dua mahasiswanya yang meninggal saat mengikuti kegiatan Penerimaan dan Pembaiatan Anggota Baru (PPAB) UKM Pencak Silat Pagar Nusa di Coban Rais, Sabtu (6/3).

Kasubag Humas UIN Malang, Fathul Ulum menyebut, musibah kepergian dua mahasiswa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga besar UIN Maliki Malang. Ia pun menyampaikan ucapan duka dan permohonan maaf mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ia menuturkan, pihak kampus telah menurunkan tim khusus mengawal penuh proses pemulangan jenazah mahasiswa ke kampung halaman. Termasuk mengawal proses visum dari rumah sakit. Ulum menyebut, rumah sakit memastikan tidak ada unsur kekerasan ditemukan pada korban.

“Karena hasil visum tidak ditemukan kejanggalan, oleh karena itu proses pemulangan jenazah mahasiswa kami relatif lancar,” terang dia hari ini, Senin (8/3).

Ulum mengatakan, UIN Maliki Malang akan melakukan evaluasi secara cermat dan tepat demi memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Kami sangat menjaga suasana pendidikan di UIN Maliki Malang tetap kondusif untuk menciptakan proses belajar yang menyehatkan bagi semua pihak. Evaluasi dilakukan demi memastikan tidak ada kejadian serupa di masa mendatang,” tegas Ulum.

Ia menerangkan, selama pandemi Covid-19, UIN Maliki Malang meniadakan pembelajaran tatap muka, termasuk kegiatan mahasiswa. Sehingga kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, harus selaras dengan kebijakan tersebut.

Selain itu, UIN Maliki Malang juga tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait dengan aktivitas perkuliahan. “Kami taat aturan pemerintah, selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) nggak ada kuliah tatap muka. Kegiatan mahasiswa juga tidak ada,” tambahnya.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang mengambil langkah
responsif terkait dua mahasiswanya yang meninggal saat mengikuti kegiatan Penerimaan dan Pembaiatan Anggota Baru (PPAB) UKM Pencak Silat Pagar Nusa di Coban Rais, Sabtu (6/3).

Kasubag Humas UIN Malang, Fathul Ulum menyebut, musibah kepergian dua mahasiswa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga besar UIN Maliki Malang. Ia pun menyampaikan ucapan duka dan permohonan maaf mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ia menuturkan, pihak kampus telah menurunkan tim khusus mengawal penuh proses pemulangan jenazah mahasiswa ke kampung halaman. Termasuk mengawal proses visum dari rumah sakit. Ulum menyebut, rumah sakit memastikan tidak ada unsur kekerasan ditemukan pada korban.

“Karena hasil visum tidak ditemukan kejanggalan, oleh karena itu proses pemulangan jenazah mahasiswa kami relatif lancar,” terang dia hari ini, Senin (8/3).

Ulum mengatakan, UIN Maliki Malang akan melakukan evaluasi secara cermat dan tepat demi memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Kami sangat menjaga suasana pendidikan di UIN Maliki Malang tetap kondusif untuk menciptakan proses belajar yang menyehatkan bagi semua pihak. Evaluasi dilakukan demi memastikan tidak ada kejadian serupa di masa mendatang,” tegas Ulum.

Ia menerangkan, selama pandemi Covid-19, UIN Maliki Malang meniadakan pembelajaran tatap muka, termasuk kegiatan mahasiswa. Sehingga kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, harus selaras dengan kebijakan tersebut.

Selain itu, UIN Maliki Malang juga tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait dengan aktivitas perkuliahan. “Kami taat aturan pemerintah, selama PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) nggak ada kuliah tatap muka. Kegiatan mahasiswa juga tidak ada,” tambahnya.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/