alexametrics
25.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Hari Ini, UB Kukuhkan Dua Profesor Fapet dan FK

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor pada hari ini (8/5) secara daring. Profesor pertama yakni Prof Ir Puguh Surjowardojo MP di bidang Ilmu Manajemen Ternak Perah dari Fakultas Peternakan (Fapet UB). Kedua yakni Prof Dr dr Sri Andarini MKes di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran (FK) UB.

Prof Puguh merupakan profesor aktif ke 19 di Fapet UB dan profesor aktif ke 195 di kampus negeri tersebut. Ia menjadi profesor ke 279 dari keseluruhan profesor yang dihasilkan UB. Sementara Prof Sri merupakan profesor aktif ke 17 dari FK dan profesor aktif ke-196 di UB serta menjadi profesor ke 280 dari keseluruhan profesor yang dihasilkan UB.

Keduanya mendapat gelar profesor usai penelitiannya lolos ujian disertasi. Prof Puguh meneliti Manajemen Pencegahan Mastitis Pada Sapi Perah FH Melalui Teat Dipping dengan Antiseptik Ekstrak Herbal. Sementara Prof Sri meneliti tentang Penatalaksanaan Obesitas secara Holistik dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga.

”Pada industri sapi perah, mastitis merupakan momok yang menakutkan karena menimbulkan kerugian ekonomi yang amat besar terutama menurunkan produksi dan kualitas susu,” ujar Prof Puguh.

Dia menambahkan, gejala klinis mastitis diantaranya pembengkakan pada ambing, meningkatnya suhu tubuh, nafsu makan menurun, dan disertai perubahan komposisi susu maupun ambing. Sementara mastitis subklinis ditandai dengan meningkatnya jumlah sel somatic dalam susu tanpa disertai pembengkakan ambing. Sedangkan mastitis kronis ditandai dengan gejala pembengkakan ambing dalam waktu yang lama.

Prof Puguh meneliti gejala tersebut menggunakan larutan ekstrak herbal yang memiliki senyawa anti mikroba yaitu senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Tanaman herbal ini terdapat disekitar lingkungan peternak seperti daun kersen, daun binahong, dan daun sirih hijau. Hasilnya, memberikan hasil yang memuaskan karena ekstrak larutan tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

Sementara itu, Prof Sri meneliti tema obesitas karena penyakit ini memiliki prevalensi yang terus meningkat diseluruh dunia termasuk Indonesia. Dampaknya, akan meningkatkan beban ekonomi bagi masyarakat yang cukup besar.

”Survei Riset Kesehatan Dasar (RKD/Riskesdas) menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan prevalensi obesitas dari 10,5 persen pada tahun 2007 menjadi 14,8 persen pada tahun 2013 dan menjadi 21,8 persen di 2018,” bebernya.

Prof Sri pun memberikan penyelesaian masalah obesitas dapat dilakukan dengan pendekatan kedokteran keluarga. Terutama melalui prinsip-prinsip holistik komprehensif, bersinambung, kordinasi & kolaborasi, berorientasi pada pencegahan, dalam tatanan individu, keluarga dan komunitas. Untuk memaksimalkan peran dokter keluarga, perlu dibuat modul-modul terkait obesitas. Tujuan ke depan dari modul itu memahami dan melaksanakan program intervensi obesitas.

Pewarta : Aditya Novrian

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor pada hari ini (8/5) secara daring. Profesor pertama yakni Prof Ir Puguh Surjowardojo MP di bidang Ilmu Manajemen Ternak Perah dari Fakultas Peternakan (Fapet UB). Kedua yakni Prof Dr dr Sri Andarini MKes di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran (FK) UB.

Prof Puguh merupakan profesor aktif ke 19 di Fapet UB dan profesor aktif ke 195 di kampus negeri tersebut. Ia menjadi profesor ke 279 dari keseluruhan profesor yang dihasilkan UB. Sementara Prof Sri merupakan profesor aktif ke 17 dari FK dan profesor aktif ke-196 di UB serta menjadi profesor ke 280 dari keseluruhan profesor yang dihasilkan UB.

Keduanya mendapat gelar profesor usai penelitiannya lolos ujian disertasi. Prof Puguh meneliti Manajemen Pencegahan Mastitis Pada Sapi Perah FH Melalui Teat Dipping dengan Antiseptik Ekstrak Herbal. Sementara Prof Sri meneliti tentang Penatalaksanaan Obesitas secara Holistik dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga.

”Pada industri sapi perah, mastitis merupakan momok yang menakutkan karena menimbulkan kerugian ekonomi yang amat besar terutama menurunkan produksi dan kualitas susu,” ujar Prof Puguh.

Dia menambahkan, gejala klinis mastitis diantaranya pembengkakan pada ambing, meningkatnya suhu tubuh, nafsu makan menurun, dan disertai perubahan komposisi susu maupun ambing. Sementara mastitis subklinis ditandai dengan meningkatnya jumlah sel somatic dalam susu tanpa disertai pembengkakan ambing. Sedangkan mastitis kronis ditandai dengan gejala pembengkakan ambing dalam waktu yang lama.

Prof Puguh meneliti gejala tersebut menggunakan larutan ekstrak herbal yang memiliki senyawa anti mikroba yaitu senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Tanaman herbal ini terdapat disekitar lingkungan peternak seperti daun kersen, daun binahong, dan daun sirih hijau. Hasilnya, memberikan hasil yang memuaskan karena ekstrak larutan tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

Sementara itu, Prof Sri meneliti tema obesitas karena penyakit ini memiliki prevalensi yang terus meningkat diseluruh dunia termasuk Indonesia. Dampaknya, akan meningkatkan beban ekonomi bagi masyarakat yang cukup besar.

”Survei Riset Kesehatan Dasar (RKD/Riskesdas) menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan prevalensi obesitas dari 10,5 persen pada tahun 2007 menjadi 14,8 persen pada tahun 2013 dan menjadi 21,8 persen di 2018,” bebernya.

Prof Sri pun memberikan penyelesaian masalah obesitas dapat dilakukan dengan pendekatan kedokteran keluarga. Terutama melalui prinsip-prinsip holistik komprehensif, bersinambung, kordinasi & kolaborasi, berorientasi pada pencegahan, dalam tatanan individu, keluarga dan komunitas. Untuk memaksimalkan peran dokter keluarga, perlu dibuat modul-modul terkait obesitas. Tujuan ke depan dari modul itu memahami dan melaksanakan program intervensi obesitas.

Pewarta : Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/