alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

TMB Pondok Sinau Lensa dan GPMB Gelar English Fun With Native

MALANG – Di tengah pendemi Covid-19 yang belum juga mereda, aktivitas literasi di Taman Baca Masyarakat (TBM) Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara (LENSA) Kabupaten Malang tetap berjalan seperti biasa dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, face shield, hand sanitizer termasuk menjaga jarak secara fisik.

Pondok Sinau LENSA juga turut berpartisipasi selama masa pandemi dengan melakukan berbagai aktivitas sosial mulai dari kegiatan literasi kesehatan dengan membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga sampai donasi Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis di Puskesmas setempat.

Selain itu, kegiatan literasi bagi anak dan remaja juga dilakukan sesuai dengan program yang telah ditargetkan sejak awal TBM ini di launching pada tahun 2016 silam. Salah satunya adalah pembelajaran Bahasa Asing dari penutur aslinya (native). Jika dalam beberapa saat yang lalu, Pondok Sinau LENSA telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk English Fun dengan native Oksana Sydorenko dari Ukraina dan Flavia Butu dari Rumania—kali ini giliran Sona Minasyan dari Armenia Eropa Timur.

Dalam kesempatan kali ini peserta yang terdiri dari belasan siswa dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kepanjen mendapatkan materi dan praktik Bahasa Inggris langsung dari Penutur Asing dengan media film, konten budaya, game dan kuis dengan menyediakan aneka door prize. Kegiatan tersebut menjadi salah satu alternatif kegiatan edukatif di saat banyak pelajar yang merasa kebingungan dalam mengisi waktu luang selepas proses belajar online telah selesai. Mengingat, belum ada kepastian bahwa semua area publik termasuk berbagai tempat wisata menjamin keselamatan pengunjung dari paparan virus corona tersebut.

Selanjutnya, Sona Minasyan selaku native merasa sangat bangga atas kesempatan yang diberikan oleh Pondok Sinau LENSA tersebut karena ia dapat berbagi ilmu pengetahuan kepada peserta, khususnya yang berkaitan dengan sejarah negaranya, kehidupan masyarakat serta budaya bangsa Armenia. Sebagaimana telah diketahui bahwa negara Armenia merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet pasca Perang Dunia I. Sehingga, kegiatan English Fun tersebut terasa sangat istimewa karena peserta sekaligus belajar tentang sejarah dunia. Antusiasme peserta semakin menambah kehangatan suasana yang memang sengaja dikemas secara fun tersebut.

Hutri Agustino selaku Pendiri Pondok Sinau LENSA dan Ketua GPMB di Kabupaten Malang berharap agar berbagai kegiatan yang di sediakan secara gratis tersebut dapat di ikuti dengan semaksimal mungkin oleh seluruh peserta. Mengingat bahwa kegiatan English Fun dengan mendatangkan native sesungguhnya tidak mudah. Karena harus melalui berbagai prosedur dan komunikasi dengan beberapa pihak. Namun, semua itu dapat di lalui dengan lancar, mengingat jaringan kolaborasi untuk berbagai kegiatan literasi sosial yang sudah terjalin sejak beberapa tahun terakhir.

Lebih dari itu, kegiatan pembelajaran Bahasa Asing oleh native yang di inisiasi oleh Pondok Sinau LENSA diharapkan mampu memberikan inspiratif bagi ‘anak kampung’ untuk mengambil studi lanjut di Luar Negeri dengan memanfaatkan berbagai tawaran program beasiswa yang banyak tersedia. Minimal dengan kegiatan English Fun with Native tersebut, peserta mampu membangun mimpi-mimpi besar (big dreams) di masa depan yang nantinya akan mampu mendongkrak daya saing Indonesia di tengah arus globalisasi. Dengan kata lain, kegiatan tersebut ibarat “membangun mimpi dari kampung” yang jika dilakukan secara sinergis dan simultan, akan mampu membuat bangsa ini menjadi pemain utama dalam kancah persaingan global yang semakin liberal.

MALANG – Di tengah pendemi Covid-19 yang belum juga mereda, aktivitas literasi di Taman Baca Masyarakat (TBM) Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara (LENSA) Kabupaten Malang tetap berjalan seperti biasa dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, face shield, hand sanitizer termasuk menjaga jarak secara fisik.

Pondok Sinau LENSA juga turut berpartisipasi selama masa pandemi dengan melakukan berbagai aktivitas sosial mulai dari kegiatan literasi kesehatan dengan membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga sampai donasi Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis di Puskesmas setempat.

Selain itu, kegiatan literasi bagi anak dan remaja juga dilakukan sesuai dengan program yang telah ditargetkan sejak awal TBM ini di launching pada tahun 2016 silam. Salah satunya adalah pembelajaran Bahasa Asing dari penutur aslinya (native). Jika dalam beberapa saat yang lalu, Pondok Sinau LENSA telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk English Fun dengan native Oksana Sydorenko dari Ukraina dan Flavia Butu dari Rumania—kali ini giliran Sona Minasyan dari Armenia Eropa Timur.

Dalam kesempatan kali ini peserta yang terdiri dari belasan siswa dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kepanjen mendapatkan materi dan praktik Bahasa Inggris langsung dari Penutur Asing dengan media film, konten budaya, game dan kuis dengan menyediakan aneka door prize. Kegiatan tersebut menjadi salah satu alternatif kegiatan edukatif di saat banyak pelajar yang merasa kebingungan dalam mengisi waktu luang selepas proses belajar online telah selesai. Mengingat, belum ada kepastian bahwa semua area publik termasuk berbagai tempat wisata menjamin keselamatan pengunjung dari paparan virus corona tersebut.

Selanjutnya, Sona Minasyan selaku native merasa sangat bangga atas kesempatan yang diberikan oleh Pondok Sinau LENSA tersebut karena ia dapat berbagi ilmu pengetahuan kepada peserta, khususnya yang berkaitan dengan sejarah negaranya, kehidupan masyarakat serta budaya bangsa Armenia. Sebagaimana telah diketahui bahwa negara Armenia merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet pasca Perang Dunia I. Sehingga, kegiatan English Fun tersebut terasa sangat istimewa karena peserta sekaligus belajar tentang sejarah dunia. Antusiasme peserta semakin menambah kehangatan suasana yang memang sengaja dikemas secara fun tersebut.

Hutri Agustino selaku Pendiri Pondok Sinau LENSA dan Ketua GPMB di Kabupaten Malang berharap agar berbagai kegiatan yang di sediakan secara gratis tersebut dapat di ikuti dengan semaksimal mungkin oleh seluruh peserta. Mengingat bahwa kegiatan English Fun dengan mendatangkan native sesungguhnya tidak mudah. Karena harus melalui berbagai prosedur dan komunikasi dengan beberapa pihak. Namun, semua itu dapat di lalui dengan lancar, mengingat jaringan kolaborasi untuk berbagai kegiatan literasi sosial yang sudah terjalin sejak beberapa tahun terakhir.

Lebih dari itu, kegiatan pembelajaran Bahasa Asing oleh native yang di inisiasi oleh Pondok Sinau LENSA diharapkan mampu memberikan inspiratif bagi ‘anak kampung’ untuk mengambil studi lanjut di Luar Negeri dengan memanfaatkan berbagai tawaran program beasiswa yang banyak tersedia. Minimal dengan kegiatan English Fun with Native tersebut, peserta mampu membangun mimpi-mimpi besar (big dreams) di masa depan yang nantinya akan mampu mendongkrak daya saing Indonesia di tengah arus globalisasi. Dengan kata lain, kegiatan tersebut ibarat “membangun mimpi dari kampung” yang jika dilakukan secara sinergis dan simultan, akan mampu membuat bangsa ini menjadi pemain utama dalam kancah persaingan global yang semakin liberal.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/