alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

SMKN 3 Masih Penyesuaian PTM 100 Persen, Sementara Pembelajaran Secara Hybrid

MALANG KOTA –  Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sepertinya belum akan dilakukan seluruh satuan pendidikan Kota Malang. Seperti SMKN 3 Kota Malang yang masih memilih melanjutkan pembelajaran secara hybrid pada pekan depan. Pelaksanaan PTM secara penuh akan dilakukan secara bertahap.

Kepala SMKN 3 Kota Malang Dra Lilik Sulistyowati MSi mengatakan, pihaknya punya sejumlah pertimbangan hingga tetap memilih PTM terbatas. Meskipun banyak tuntutan dari orang tua yang ingin segera dilaksanakan tatap muka secara penuh.  “Untuk PTM mohon dipahami, sampai Januari yang diharapkan bisa 100 persen, kami masih berani untuk tatap muka 50 persen,” ujar Lilik.

Dijelaskannya, alasan belum menggelar PTM 100 persen karena luas sekolah yang tak terlalu besar. Hingga ditakutkan adanya kontak fisik yang intens dari siswa. “SMK ini kan kebanyakan praktiknya. Jadi anak-anak ini lebih banyak kontak fisik langsung daripada sekolah yang hanya pelajaran teori,” terang Lilik.

Untuk itu, pihaknya mengambil keputusan menambah kapasitas secara bertahap. Terlebih situasi saat ini masih dibayangi penyebaran varian baru Covid-19, Omicron. “Mungkin Februari akan ditambah menuju 80 persen. Tapi untuk guru sudah 100 persen WFO, 5 hari kerja,” tandasnya.

Lebih lanjut Lilik mengungkapkan, meskipun masih berjalan secara hybrid, prosedur pencegahan Covid-19 dilakukan secara serius di satuan pendidikannya. Mulai dari cek suhu dengan thermo gun, tersedia satgas Covid yang merupakan gabungan guru serta siswa dan seluruh warga sekolah diwajibkan untuk mencuci tangan. “Di kelas juga kami rutin untuk fogging dengan disinfektan. Kantin masih ditutup dan murid membawa bekal sendiri,” pungkasnya. (adk/nay)

MALANG KOTA –  Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen sepertinya belum akan dilakukan seluruh satuan pendidikan Kota Malang. Seperti SMKN 3 Kota Malang yang masih memilih melanjutkan pembelajaran secara hybrid pada pekan depan. Pelaksanaan PTM secara penuh akan dilakukan secara bertahap.

Kepala SMKN 3 Kota Malang Dra Lilik Sulistyowati MSi mengatakan, pihaknya punya sejumlah pertimbangan hingga tetap memilih PTM terbatas. Meskipun banyak tuntutan dari orang tua yang ingin segera dilaksanakan tatap muka secara penuh.  “Untuk PTM mohon dipahami, sampai Januari yang diharapkan bisa 100 persen, kami masih berani untuk tatap muka 50 persen,” ujar Lilik.

Dijelaskannya, alasan belum menggelar PTM 100 persen karena luas sekolah yang tak terlalu besar. Hingga ditakutkan adanya kontak fisik yang intens dari siswa. “SMK ini kan kebanyakan praktiknya. Jadi anak-anak ini lebih banyak kontak fisik langsung daripada sekolah yang hanya pelajaran teori,” terang Lilik.

Untuk itu, pihaknya mengambil keputusan menambah kapasitas secara bertahap. Terlebih situasi saat ini masih dibayangi penyebaran varian baru Covid-19, Omicron. “Mungkin Februari akan ditambah menuju 80 persen. Tapi untuk guru sudah 100 persen WFO, 5 hari kerja,” tandasnya.

Lebih lanjut Lilik mengungkapkan, meskipun masih berjalan secara hybrid, prosedur pencegahan Covid-19 dilakukan secara serius di satuan pendidikannya. Mulai dari cek suhu dengan thermo gun, tersedia satgas Covid yang merupakan gabungan guru serta siswa dan seluruh warga sekolah diwajibkan untuk mencuci tangan. “Di kelas juga kami rutin untuk fogging dengan disinfektan. Kantin masih ditutup dan murid membawa bekal sendiri,” pungkasnya. (adk/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru