alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Sebentar Lagi PPDB SMK, Simak Syarat Yang Wajib Dipenuhi

MALANG KOTA – Masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan dimulai bulan depan. Namun ada beberapa catatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, khususnya bagi sekolah menengah kejuruan (SMK). Mengacu pada Surat Edaran (SE) Mendikbud RI Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), ada 3 syarat berbeda pada sistem penerimaan siswa SMK.

Mengacu pada SE Mendikbud RI yang terbaru, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon siswa SMK. Pertama, rapor yang dilampirkan harus menyertakan surat keterangan peringkat nilai peserta didik dari sekolah asal. Penilaian yang dilakukan menggunakan nilai siswa pada lima semester terakhir.
Kedua, peserta didik yang boleh mengikuti PPDB merupakan siswa yang memiliki prestasi di bidang akademik ataupun non-akademik. Dan ketiga, yang paling penting para peserta didik harus memiliki hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan sekolah, dan dunia usaha, dunia industri, atau asosiasi profesi.

Masih dalam surat edaran Mendikbud RI, penerimaan calon peserta didik baru juga harus memprioritaskan siswa yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas. Kuota yang disediakan pun cukup besar yakni 15 persen dari total daya tampung sekolah. Namun sistem zonasi juga tetap menjadi acuan. Pihak sekolah dapat memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili terdekat dengan sekolah dengan kuota paling banyak 10 persen dari daya tampung sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Kota Malang – Kota Batu Ema Sumiati menyampaikan bahwa ada beberapa fokus utama yang harus mereka capai dalam mempersiapkan alumnus pendidikan vokasi yang mampu bersaing di dunia kerja. ”Kami mengupayakan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha dan dunia Industri (dudi) yang juga merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud RI,” ujar Ema.

Ema menegaskan Disdik Jatim akan terus mendorong SMK di Kota Malang untuk terus menjalin kerjasama dengan dengan industri sebagai media pembelajaran siswa. ”Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini yang membuat praktikum siswa menjadi terbatas,” jelas Ema.

Terlebih diprediksikan Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi di 2040 mendatang. Dan alumnus pendidikan vokasi digadang-gadang menjadi salah satu kelompok produktif di dalamnya. ”Aturan yang dikeluarkan Kemendikbud RI dalam sistem PPDB 2021 mengenai minat bakat siswa di awal masuk ini menjadi poin plus tersendiri bagi sekolah,” tambahnya. Sebab satuan pendidikan dapat dengan mudah memetakan kemampuan siswa sejak awal masuk. (rmc/cho/iik)

MALANG KOTA – Masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan dimulai bulan depan. Namun ada beberapa catatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, khususnya bagi sekolah menengah kejuruan (SMK). Mengacu pada Surat Edaran (SE) Mendikbud RI Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), ada 3 syarat berbeda pada sistem penerimaan siswa SMK.

Mengacu pada SE Mendikbud RI yang terbaru, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon siswa SMK. Pertama, rapor yang dilampirkan harus menyertakan surat keterangan peringkat nilai peserta didik dari sekolah asal. Penilaian yang dilakukan menggunakan nilai siswa pada lima semester terakhir.
Kedua, peserta didik yang boleh mengikuti PPDB merupakan siswa yang memiliki prestasi di bidang akademik ataupun non-akademik. Dan ketiga, yang paling penting para peserta didik harus memiliki hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan sekolah, dan dunia usaha, dunia industri, atau asosiasi profesi.

Masih dalam surat edaran Mendikbud RI, penerimaan calon peserta didik baru juga harus memprioritaskan siswa yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas. Kuota yang disediakan pun cukup besar yakni 15 persen dari total daya tampung sekolah. Namun sistem zonasi juga tetap menjadi acuan. Pihak sekolah dapat memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili terdekat dengan sekolah dengan kuota paling banyak 10 persen dari daya tampung sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Kota Malang – Kota Batu Ema Sumiati menyampaikan bahwa ada beberapa fokus utama yang harus mereka capai dalam mempersiapkan alumnus pendidikan vokasi yang mampu bersaing di dunia kerja. ”Kami mengupayakan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha dan dunia Industri (dudi) yang juga merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbud RI,” ujar Ema.

Ema menegaskan Disdik Jatim akan terus mendorong SMK di Kota Malang untuk terus menjalin kerjasama dengan dengan industri sebagai media pembelajaran siswa. ”Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini yang membuat praktikum siswa menjadi terbatas,” jelas Ema.

Terlebih diprediksikan Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi di 2040 mendatang. Dan alumnus pendidikan vokasi digadang-gadang menjadi salah satu kelompok produktif di dalamnya. ”Aturan yang dikeluarkan Kemendikbud RI dalam sistem PPDB 2021 mengenai minat bakat siswa di awal masuk ini menjadi poin plus tersendiri bagi sekolah,” tambahnya. Sebab satuan pendidikan dapat dengan mudah memetakan kemampuan siswa sejak awal masuk. (rmc/cho/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/