alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

MOS di Malang Wajib Daring, Lakukan Ini Agar Siswa Tidak Boring

MALANG KOTA – Di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali ini, Pemkot Malang kembali menutup semua celah penularan Covid-19. Masa orientasi siswa (MOS) yang kini berganti nama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pun digelar secara online.

Padahal di masa pengenalan ini, setiap siswa dibutuhkan saling berinteraksi secara langsung, baik antara siswa dengan siswa lainnya maupun siswa dengan gurunya. ”Mengingat Covid-19 semakin tinggi, maka kami menerapkan MPLS online,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM kemarin (8/7).

Dia menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan semua sekolah di Kota Pendidikan ini agar menggelar MPLS secara daring. Hal itu dilakukan untuk melindungi para peserta didik baru paparan virus korona. ”Supaya siswa terjaga di rumah,” tutur pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Untuk menentukan kebijakan tersebut, dia mengakui harus bekerja keras. Pasalnya, momen siswa mengenal lingkungan sekolah secara langsung terpaksa tertunda. Meski dilaksanakan secara daring, Suwarjana berharap para siswa dan guru bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Jika tidak ada aral, pelaksanaan MPLS digelar mulai pekan depan.

Mantan kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kota Malang itu juga menekankan guru dapat interaksi dengan siswa. Interaksi itu bisa menggunakan game (permainan) sederhana. Dampaknya, pembelajaran yang bisa saja terus daring tidak akan mengakibatkan siswa bosan. ”Ini sudah menjadi tantangan yang harus segera dihadapi tetapi juga ada pengawasan,” imbuh dia.

Jika perlu, dia mengatakan, orang tua juga dapat mendampingi anaknya dalam MPLS online. Menurut Suwarjana, orang tua siswa juga perlu mengetahui guru yang akan memberi pembelajaran di setiap harinya. (rmc/adn/dan)

MALANG KOTA – Di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali ini, Pemkot Malang kembali menutup semua celah penularan Covid-19. Masa orientasi siswa (MOS) yang kini berganti nama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pun digelar secara online.

Padahal di masa pengenalan ini, setiap siswa dibutuhkan saling berinteraksi secara langsung, baik antara siswa dengan siswa lainnya maupun siswa dengan gurunya. ”Mengingat Covid-19 semakin tinggi, maka kami menerapkan MPLS online,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM kemarin (8/7).

Dia menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan semua sekolah di Kota Pendidikan ini agar menggelar MPLS secara daring. Hal itu dilakukan untuk melindungi para peserta didik baru paparan virus korona. ”Supaya siswa terjaga di rumah,” tutur pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Untuk menentukan kebijakan tersebut, dia mengakui harus bekerja keras. Pasalnya, momen siswa mengenal lingkungan sekolah secara langsung terpaksa tertunda. Meski dilaksanakan secara daring, Suwarjana berharap para siswa dan guru bisa memanfaatkan semaksimal mungkin. Jika tidak ada aral, pelaksanaan MPLS digelar mulai pekan depan.

Mantan kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kota Malang itu juga menekankan guru dapat interaksi dengan siswa. Interaksi itu bisa menggunakan game (permainan) sederhana. Dampaknya, pembelajaran yang bisa saja terus daring tidak akan mengakibatkan siswa bosan. ”Ini sudah menjadi tantangan yang harus segera dihadapi tetapi juga ada pengawasan,” imbuh dia.

Jika perlu, dia mengatakan, orang tua juga dapat mendampingi anaknya dalam MPLS online. Menurut Suwarjana, orang tua siswa juga perlu mengetahui guru yang akan memberi pembelajaran di setiap harinya. (rmc/adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/