alexametrics
19.9 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Wali Kota Malang Wajibkan Sekolah Punya Tabung Oksigen

MALANG KOTA – Pandemi Covid-19 mengubah pola pengelolaan sekolah. Pengadaan fasilitas penunjang seperti tabung oksigen dan oximeter (pengukur saturasi oksigen) yang selama ini tidak terlalu dibutuhkan, ke depan bakal menjadi fasilitas wajib. Setidaknya, setiap satu sekolah mempunyai satu tabung oksigen dan satu oximeter.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, setiap sekolah di Kota Malang perlu ada pengadaan tabung oksigen dan oximeter. Rencana tersebut bakal diterapkan pada jenjang SD dan SMP. Itu merupakan langkah antisipatif jika sewaktu-waktu ada guru atau pelajar yang terpapar Covid-19, sehingga mendapatkan penanganan pertama.

“Saya ingin begitu (satu sekolah, satu tabung oksigen-oximeter). Nanti dibantu disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) supaya sekolah tak lagi membuat pengadaan sendiri,” kata Sutiaji, Rabu (8/9).

Dengan ketersediaan satu tabung oksigen dan oximeter, Sutiaji mengatakan, Usaha kesehatan siswa (UKS) di sekolah bisa berfungsi lagi. Mengenai ketersediaan anggaran pengadaan, Sutiaji akan mengkaji lebih lanjut. ”Perlu ada alokasi dana khusus terkait pengadaan barang tersebut (tabung oksigen-oximeter),” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji berharap ada kerja sama dengan pihak puskesmas sekitar sekolah. Dia memilih puskesmas karena nanti bakal dilakukan general check up berkala untuk siswa. Kesehatan siswa saat ini menjadi prioritasnya karena penyebaran Covid-19 masih tinggi.
”Nantinya tidak hanya insidental (general check up), tapi juga berkala untuk melihat saturasi oksigen maupun gejala yang dialami siswa,” papar orang nomor satu di Kota Malang itu.

Terpisah, anggota komisi D (Bidang Kesra) DPRD Kota Malang Suryadi mengatakan, pihaknya merespons positif keinginan wali kota terkait pengadaan tabung oksigen dan oximeter. Menurut dia, fasilitas seperti tabung oksigen dan oximeter di sekolah itu sangat dibutuhkan siswa.

Apalagi, belum semua pelajar tervaksin, sehingga diperlukan pengamanan ganda untuk siswa maupun guru. Yakni menerapkan prokes, sekaligus menyediakan fasilitas penunjang untuk pertolongan pertama kepada siswa maupun guru yang sakit. ”Perlu ada perhatian (kepada siswa maupun guru) di masa PTM ini,” terang legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kedungkandang itu.

Berdasarkan data dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) Kota Malang, setidaknya ada 470 sekolah, baik SD maupun SMP yang membutuhkan fasilitas tabung oksigen dan oximeter. Jika satu sekolah dijatah 1 tabung oksigen dan oximeter, maka pemerintah kota (Pemkot) Malang perlu menyediakan 470 tabung oksigen dan 470 oximeter.(adn/dan/rmc)

MALANG KOTA – Pandemi Covid-19 mengubah pola pengelolaan sekolah. Pengadaan fasilitas penunjang seperti tabung oksigen dan oximeter (pengukur saturasi oksigen) yang selama ini tidak terlalu dibutuhkan, ke depan bakal menjadi fasilitas wajib. Setidaknya, setiap satu sekolah mempunyai satu tabung oksigen dan satu oximeter.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, setiap sekolah di Kota Malang perlu ada pengadaan tabung oksigen dan oximeter. Rencana tersebut bakal diterapkan pada jenjang SD dan SMP. Itu merupakan langkah antisipatif jika sewaktu-waktu ada guru atau pelajar yang terpapar Covid-19, sehingga mendapatkan penanganan pertama.

“Saya ingin begitu (satu sekolah, satu tabung oksigen-oximeter). Nanti dibantu disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) supaya sekolah tak lagi membuat pengadaan sendiri,” kata Sutiaji, Rabu (8/9).

Dengan ketersediaan satu tabung oksigen dan oximeter, Sutiaji mengatakan, Usaha kesehatan siswa (UKS) di sekolah bisa berfungsi lagi. Mengenai ketersediaan anggaran pengadaan, Sutiaji akan mengkaji lebih lanjut. ”Perlu ada alokasi dana khusus terkait pengadaan barang tersebut (tabung oksigen-oximeter),” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji berharap ada kerja sama dengan pihak puskesmas sekitar sekolah. Dia memilih puskesmas karena nanti bakal dilakukan general check up berkala untuk siswa. Kesehatan siswa saat ini menjadi prioritasnya karena penyebaran Covid-19 masih tinggi.
”Nantinya tidak hanya insidental (general check up), tapi juga berkala untuk melihat saturasi oksigen maupun gejala yang dialami siswa,” papar orang nomor satu di Kota Malang itu.

Terpisah, anggota komisi D (Bidang Kesra) DPRD Kota Malang Suryadi mengatakan, pihaknya merespons positif keinginan wali kota terkait pengadaan tabung oksigen dan oximeter. Menurut dia, fasilitas seperti tabung oksigen dan oximeter di sekolah itu sangat dibutuhkan siswa.

Apalagi, belum semua pelajar tervaksin, sehingga diperlukan pengamanan ganda untuk siswa maupun guru. Yakni menerapkan prokes, sekaligus menyediakan fasilitas penunjang untuk pertolongan pertama kepada siswa maupun guru yang sakit. ”Perlu ada perhatian (kepada siswa maupun guru) di masa PTM ini,” terang legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kedungkandang itu.

Berdasarkan data dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) Kota Malang, setidaknya ada 470 sekolah, baik SD maupun SMP yang membutuhkan fasilitas tabung oksigen dan oximeter. Jika satu sekolah dijatah 1 tabung oksigen dan oximeter, maka pemerintah kota (Pemkot) Malang perlu menyediakan 470 tabung oksigen dan 470 oximeter.(adn/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/