alexametrics
27 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Cegah Klaster, SMP di Malang Perkuat Satgas Covid-19 Sekolah

MALANG KOTA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus diiringi dengan kewaspadaan lebih. Keberadaan satgas (satuan tugas) sekolah menjadi penting sebagai langkah antisipasi jika ada yang terpapar Covid-19.

Semangat itulah yang membuat SMP Negeri 11 Malang menggelar pelatihan Satgas Covid-19 di Aula Masjid Al-Qolam Jumat (8/10). Pelatihan diikuti 40 peserta. Selain Tim Satgas Covid-19 SMPN 11 Malang, juga ada perwakilan pihak kecamatan dan pihak kelurahan setempat, Kamtibmas dan mahasiswa PKL AP Universitas Negeri Malang. Pelatihan diisi oleh Kepala BPBD Kota Malang Drs Alie Mulyanto MM dan Kasie P2PM Bidang P2P Dinkes Kota Malang dr Wahyu Cahyawibawa.

Kepala SMP Negeri 11 Malang Dyah Pancaning Palupi SPd mengatakan, pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas Satgas Covid-19. Sehingga dalam pelaksanaannya, mereka bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. “Dengan adanya Satgas Covid-19 dan pelatihan ini agar mereka bisa melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan,” bebernya.

Menurut Dyah, kegiatan tersebut tak hanya digelar sekali. Termasuk pesertanya juga akan melibatkan para siswa yang juga tergabung dalam Tim Satgas Covid-19 sekolah. “Mungkin dalam waktu dekat kita akan melaksanakan pelatihan untuk siswa, sehingga terjalin komunikasi yang lebih intensif manakala ditemukan kasus Covid di sekolah,” tambahnya.

Pihaknya berharap pelatihan Satgas Covid-19 dapat memberikan pengetahuan kepada seluruh tim, sehingga sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BPBD Drs Alie Muyanto MM mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting, sebab dapat mengedukasi guru-guru. Sehingga nantinya dapat mensosialisasikan prokes di lingkungan sekolah maupun di masyarakat sekitar.

Alie berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) di sekolah menjadi lebih baik lagi. “Semoga ini bisa tersosialisasi dengan baik, bisa tersampaikan dengan baik ke siswa, guru, karyawan, agar pelaksanaan prokes di sekolah ini lebih lagi,” singkatnya. (cj5/nay/rmc)

MALANG KOTA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus diiringi dengan kewaspadaan lebih. Keberadaan satgas (satuan tugas) sekolah menjadi penting sebagai langkah antisipasi jika ada yang terpapar Covid-19.

Semangat itulah yang membuat SMP Negeri 11 Malang menggelar pelatihan Satgas Covid-19 di Aula Masjid Al-Qolam Jumat (8/10). Pelatihan diikuti 40 peserta. Selain Tim Satgas Covid-19 SMPN 11 Malang, juga ada perwakilan pihak kecamatan dan pihak kelurahan setempat, Kamtibmas dan mahasiswa PKL AP Universitas Negeri Malang. Pelatihan diisi oleh Kepala BPBD Kota Malang Drs Alie Mulyanto MM dan Kasie P2PM Bidang P2P Dinkes Kota Malang dr Wahyu Cahyawibawa.

Kepala SMP Negeri 11 Malang Dyah Pancaning Palupi SPd mengatakan, pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas Satgas Covid-19. Sehingga dalam pelaksanaannya, mereka bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. “Dengan adanya Satgas Covid-19 dan pelatihan ini agar mereka bisa melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan,” bebernya.

Menurut Dyah, kegiatan tersebut tak hanya digelar sekali. Termasuk pesertanya juga akan melibatkan para siswa yang juga tergabung dalam Tim Satgas Covid-19 sekolah. “Mungkin dalam waktu dekat kita akan melaksanakan pelatihan untuk siswa, sehingga terjalin komunikasi yang lebih intensif manakala ditemukan kasus Covid di sekolah,” tambahnya.

Pihaknya berharap pelatihan Satgas Covid-19 dapat memberikan pengetahuan kepada seluruh tim, sehingga sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BPBD Drs Alie Muyanto MM mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting, sebab dapat mengedukasi guru-guru. Sehingga nantinya dapat mensosialisasikan prokes di lingkungan sekolah maupun di masyarakat sekitar.

Alie berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) di sekolah menjadi lebih baik lagi. “Semoga ini bisa tersosialisasi dengan baik, bisa tersampaikan dengan baik ke siswa, guru, karyawan, agar pelaksanaan prokes di sekolah ini lebih lagi,” singkatnya. (cj5/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/