alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Dosen dan Mahasiswa Biologi UM Ajak Warga Gedangan Bikin Saus Ikan

MALANG – Jajaran dosen dan mahasiswa jurusan Biologi Universitas Negeri Malang melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dalam pelatihan pembuatan saus ikan. Kegiatan yang digelar pada Juni 2021 itu dilakukan oleh Indra Kurniawan Saputra, S.Si, M.Si, Yunita Rakhmawati, S.Gz, M.Kes, Rifka Fachrunnisa, S.Pd, M.Ed, Mardiana Lelitawati, S.Si, M.Si, dan Nur’aini Kartikasari, S.Si, M.Si. Adapun mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat itu adalah Nadila Sekar Zahida, Tsaniya Wardah Maulidiyah, Febriandari Annisa Murti, dan Arik Anggara. Kegiatan pelatihan pembuatan saus ini diikuti oleh sekelompok ibu-ibu di wilayah Kecamatan Gedangan.

Inovasi yang ditransferkan ke warga di pesisir pantai Malang Selatan itu adalah pembuatan saus ikan yang dilakukan dengan menambahkan enzim bromelin. Manfaat penambahan enzim bromelin bagi kesehatan diantaranya meminimalisir tingkat keparahan dari penyakit jantung koroner, meredakan penyakit radang sendi, menurunkan risiko kanker, mengatasi infeksi bakteri, dan meningkatkan kualitas produk dalam segi ekonomi.

Berdasarkan World Intelectual Property Organization (WIPO) dalam Global Innovation Index 2020 dalam pemeringkatan negara dengan performance inovasinya, Indonesia menduduki peringkat ke-14 dari 17 negara South East Asia, East Asia, dan Oceania (SEAO) dan peringkat ke-85 dari 131 negara di dunia. Posisi ini tidak berubah selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Menurut penilaian Global Innovation Index 2020, Indonesia memiliki nilai terendah dalam hal institusi, sumber daya manusia dan penelitian, serta kecanggihan bisnis. Ditambah dengan pernyataan dari World Economy Forum (WEF) dalam The Global Competitiveness Report tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke 50. Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami penurunan yang drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan peringkat Indonesia disebabkan karena rendahnya keterampilan, pasar tenaga kerja dan produk.

Pelatihan Produksi Saus Ikan kepada Masyarakat Gedangan, Kabupaten Malang
Salah satu upaya Indonesia dalam meningkatkan daya saing dalam arus integrasi ekonomi MEA adalah melakukan pengembangan ekonomi kreatif dengan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Semakin dalam pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat, semakin cenderung lebih terbuka terhadap inovasi. Semakin dalam pengetahuan yang dimiliki masyarakat, maka semakin banyak keahlian yang dimiliki seseorang. Semakin banyak pihak yang aktif terlibat, maka semakin besar peluang berhasilnya proses difusi inovasi. Maka dari itu, suatu upaya keterbukaan inovasi perlu dilakukan, khususnya kepada masyarakat.

Dalam era disruptif ini, untuk menciptakan kesejahteraan perekonomian masyarakat, maka suatu negara harus memiliki daya saing yang tinggi. Kemampuan kompetitif suatu negara dipengaruhi oleh kapasitas kemampuan para pelaku ekonomi dalam menciptakan inovasi. Dalam hal ini, masyarakat berperan penting sebagai sasaran utama inovasi. Keterbukaan masyarakat sangat mempengaruhi terealisasinya ide dan inovasi tersebut. Adopsi dan difusi merupakan tahapan penentu apakah suatu inovasi dapat diterima atau ditolak oleh masyakarat.

Serangkaian proses penyampaian inovasi dapat berhasil mencapai tujuannya yaitu meningkatkan sumberdaya manusia hanya jika telah melalui proses penerimaan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya; karakter pribadi, perilaku, pengetahuan, dan lingkungan. Inovasi yang telah berhasil disampaikan kepada masyarakat berpotensi untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat. Sumber daya masyarakat yang meningkat, sejalan dengan meningkatnya kreativitas, diikuti dengan banyaknya peluang tersedianya sumber daya alam yang dimiliki, maka semakin besar peluang potensi peningkatan perekonomian setempat.

Hasil survei keterbukaan inovasi pada masyarakat Gedangan menunjukkan hasil di atas 75% merupakan angka presentase yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Gedangan memiliki keterbukaan inovasi yang baik. Semakin banyak fase (proses pengkomunikasian inovasi seperti sosialisasi dan pelatihan) yang melibatkan banyak pihak, maka akan semakin terbuka terhadap proses inovasi dan semakin banyak ketercapaian.

Pembuatan Saus Ikan oleh Masyarakat Gedangan, Kabupaten Malang
Para pelaku inovasi harus terus mengikuti arus perkembangan teknologi dalam rangka menghadapi tantangan yang terjadi di berbagai aspek termasuk perekonomian. Program penyuluhan yang dilaksanakan di daerah Pesisir Malang Selatan dalam rangka memberdayakan masyarakat Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dilakukan untuk melatih keterampilan pembuatan produk inovasi, yaitu pelatihan pembuatan saus ikan. Pelatihan pembuatan saus ikan dilakukan dalam rangka pemberdayaan dan pelatihan keterampilan masyarakat dalam berinovasi mengolah hasil laut menjadi suatu produk bernilai ekonomi.(*)

MALANG – Jajaran dosen dan mahasiswa jurusan Biologi Universitas Negeri Malang melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dalam pelatihan pembuatan saus ikan. Kegiatan yang digelar pada Juni 2021 itu dilakukan oleh Indra Kurniawan Saputra, S.Si, M.Si, Yunita Rakhmawati, S.Gz, M.Kes, Rifka Fachrunnisa, S.Pd, M.Ed, Mardiana Lelitawati, S.Si, M.Si, dan Nur’aini Kartikasari, S.Si, M.Si. Adapun mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat itu adalah Nadila Sekar Zahida, Tsaniya Wardah Maulidiyah, Febriandari Annisa Murti, dan Arik Anggara. Kegiatan pelatihan pembuatan saus ini diikuti oleh sekelompok ibu-ibu di wilayah Kecamatan Gedangan.

Inovasi yang ditransferkan ke warga di pesisir pantai Malang Selatan itu adalah pembuatan saus ikan yang dilakukan dengan menambahkan enzim bromelin. Manfaat penambahan enzim bromelin bagi kesehatan diantaranya meminimalisir tingkat keparahan dari penyakit jantung koroner, meredakan penyakit radang sendi, menurunkan risiko kanker, mengatasi infeksi bakteri, dan meningkatkan kualitas produk dalam segi ekonomi.

Berdasarkan World Intelectual Property Organization (WIPO) dalam Global Innovation Index 2020 dalam pemeringkatan negara dengan performance inovasinya, Indonesia menduduki peringkat ke-14 dari 17 negara South East Asia, East Asia, dan Oceania (SEAO) dan peringkat ke-85 dari 131 negara di dunia. Posisi ini tidak berubah selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Menurut penilaian Global Innovation Index 2020, Indonesia memiliki nilai terendah dalam hal institusi, sumber daya manusia dan penelitian, serta kecanggihan bisnis. Ditambah dengan pernyataan dari World Economy Forum (WEF) dalam The Global Competitiveness Report tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke 50. Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami penurunan yang drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan peringkat Indonesia disebabkan karena rendahnya keterampilan, pasar tenaga kerja dan produk.

Pelatihan Produksi Saus Ikan kepada Masyarakat Gedangan, Kabupaten Malang
Salah satu upaya Indonesia dalam meningkatkan daya saing dalam arus integrasi ekonomi MEA adalah melakukan pengembangan ekonomi kreatif dengan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Semakin dalam pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat, semakin cenderung lebih terbuka terhadap inovasi. Semakin dalam pengetahuan yang dimiliki masyarakat, maka semakin banyak keahlian yang dimiliki seseorang. Semakin banyak pihak yang aktif terlibat, maka semakin besar peluang berhasilnya proses difusi inovasi. Maka dari itu, suatu upaya keterbukaan inovasi perlu dilakukan, khususnya kepada masyarakat.

Dalam era disruptif ini, untuk menciptakan kesejahteraan perekonomian masyarakat, maka suatu negara harus memiliki daya saing yang tinggi. Kemampuan kompetitif suatu negara dipengaruhi oleh kapasitas kemampuan para pelaku ekonomi dalam menciptakan inovasi. Dalam hal ini, masyarakat berperan penting sebagai sasaran utama inovasi. Keterbukaan masyarakat sangat mempengaruhi terealisasinya ide dan inovasi tersebut. Adopsi dan difusi merupakan tahapan penentu apakah suatu inovasi dapat diterima atau ditolak oleh masyakarat.

Serangkaian proses penyampaian inovasi dapat berhasil mencapai tujuannya yaitu meningkatkan sumberdaya manusia hanya jika telah melalui proses penerimaan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya; karakter pribadi, perilaku, pengetahuan, dan lingkungan. Inovasi yang telah berhasil disampaikan kepada masyarakat berpotensi untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat. Sumber daya masyarakat yang meningkat, sejalan dengan meningkatnya kreativitas, diikuti dengan banyaknya peluang tersedianya sumber daya alam yang dimiliki, maka semakin besar peluang potensi peningkatan perekonomian setempat.

Hasil survei keterbukaan inovasi pada masyarakat Gedangan menunjukkan hasil di atas 75% merupakan angka presentase yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat Gedangan memiliki keterbukaan inovasi yang baik. Semakin banyak fase (proses pengkomunikasian inovasi seperti sosialisasi dan pelatihan) yang melibatkan banyak pihak, maka akan semakin terbuka terhadap proses inovasi dan semakin banyak ketercapaian.

Pembuatan Saus Ikan oleh Masyarakat Gedangan, Kabupaten Malang
Para pelaku inovasi harus terus mengikuti arus perkembangan teknologi dalam rangka menghadapi tantangan yang terjadi di berbagai aspek termasuk perekonomian. Program penyuluhan yang dilaksanakan di daerah Pesisir Malang Selatan dalam rangka memberdayakan masyarakat Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang dilakukan untuk melatih keterampilan pembuatan produk inovasi, yaitu pelatihan pembuatan saus ikan. Pelatihan pembuatan saus ikan dilakukan dalam rangka pemberdayaan dan pelatihan keterampilan masyarakat dalam berinovasi mengolah hasil laut menjadi suatu produk bernilai ekonomi.(*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/