alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Sisihkan Peserta dari 36 Negara, SMAN 2 Malang Borong 2 Medali ISIF

MALANG KOTA – Sanitasi dan higienitas menjadi perhatian khusus sepanjang masa pandemi Covid-19. Hal ini lah yang melatarbelakangi penelitian yang dilakukan oleh tim riset SMAN 2 Malang. Mereka menciptakan sabun kertas sebagai alternatif yang bisa digunakan secara praktis oleh masyarakat.

Penelitian tersebut berhasil meraih dua medali sekaligus dalam kompetisi International Science and Invention Fair (ISIF) 2021. Alternatif sabun berbentuk kertas  tersebut diganjar medali emas. Selain itu, bahan yang digunakan 100 persen bahan alami dan memiliki kandungan anti-oksidan yang lebih tinggi dari sabun biasa.

Tim tersebut beranggotakan Moch Rafly R.A, Bagas Dwi Cahyono, Julian Muhammad Bagaskara, Mirza Marwa Rosyidah dan Revina Aulia Putri.

Sementara tim yang meraih medali perak mengusung karya masker wajah dengan bahan madu dan kulit semangka. Masker unik ini memiliki manfaatkan ganda yakni melembapkan wajah sekaligus memutihkan kulit. Tim ini beranggotakan Dwi Puspita W.W, Fauzia Isnaini, Ika Ismindari A.P, Yoellisa Yulisaprilia, dan Nisa Alfina N.A.

”Tentu tidak menyangka bisa mendapatkan emas, karena ide sabun kertas ini sudah banyak. Tetapi mungkin kami memiliki sesuatu yang unik,” ujar salah satu anggota peraih medali emas, Bagas Dwi Cahyono. Ditambahkannya, untuk menciptakan kreasi tersebut timnya terkendala jadwal sekolah yang berbeda-beda. Sehingga menyebabkan kesulitan membagi waktu untuk melakukan diskusi.

Sementara itu, guru pembimbing tim SMAN 2 Malang Slamet Budi Cahyono mengungkapkan rasa bangganya atas raihan tim asuhannya. Dia mengatakan, dua tim tersebut mampu bersaing dengan 400 peserta dari 36 negara. ”Mereka membuat karya yang sesuai dengan tren penelitian saat ini. Serta mampu memanfaatkan bahan yang diambil dari sumber daya alam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Malang Drs Hariyanto MPd mengatakan, pihaknya selalu memberi ruang untuk berprestasi kepada guru dan peserta didik. Prestasi tersebut dapat berupa akademik maupun non akademik. ”Prestasi internasional KIR SMANDA (SMA 2) ini bukan yang pertama kali, mudah-mudahan ke depan semakin baik dan semakin berinovasi, juga untuk bidangbidang lain dari SMAN 2 Malang,” tutup Hariyanto. (adk/nay/rmc)

MALANG KOTA – Sanitasi dan higienitas menjadi perhatian khusus sepanjang masa pandemi Covid-19. Hal ini lah yang melatarbelakangi penelitian yang dilakukan oleh tim riset SMAN 2 Malang. Mereka menciptakan sabun kertas sebagai alternatif yang bisa digunakan secara praktis oleh masyarakat.

Penelitian tersebut berhasil meraih dua medali sekaligus dalam kompetisi International Science and Invention Fair (ISIF) 2021. Alternatif sabun berbentuk kertas  tersebut diganjar medali emas. Selain itu, bahan yang digunakan 100 persen bahan alami dan memiliki kandungan anti-oksidan yang lebih tinggi dari sabun biasa.

Tim tersebut beranggotakan Moch Rafly R.A, Bagas Dwi Cahyono, Julian Muhammad Bagaskara, Mirza Marwa Rosyidah dan Revina Aulia Putri.

Sementara tim yang meraih medali perak mengusung karya masker wajah dengan bahan madu dan kulit semangka. Masker unik ini memiliki manfaatkan ganda yakni melembapkan wajah sekaligus memutihkan kulit. Tim ini beranggotakan Dwi Puspita W.W, Fauzia Isnaini, Ika Ismindari A.P, Yoellisa Yulisaprilia, dan Nisa Alfina N.A.

”Tentu tidak menyangka bisa mendapatkan emas, karena ide sabun kertas ini sudah banyak. Tetapi mungkin kami memiliki sesuatu yang unik,” ujar salah satu anggota peraih medali emas, Bagas Dwi Cahyono. Ditambahkannya, untuk menciptakan kreasi tersebut timnya terkendala jadwal sekolah yang berbeda-beda. Sehingga menyebabkan kesulitan membagi waktu untuk melakukan diskusi.

Sementara itu, guru pembimbing tim SMAN 2 Malang Slamet Budi Cahyono mengungkapkan rasa bangganya atas raihan tim asuhannya. Dia mengatakan, dua tim tersebut mampu bersaing dengan 400 peserta dari 36 negara. ”Mereka membuat karya yang sesuai dengan tren penelitian saat ini. Serta mampu memanfaatkan bahan yang diambil dari sumber daya alam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Malang Drs Hariyanto MPd mengatakan, pihaknya selalu memberi ruang untuk berprestasi kepada guru dan peserta didik. Prestasi tersebut dapat berupa akademik maupun non akademik. ”Prestasi internasional KIR SMANDA (SMA 2) ini bukan yang pertama kali, mudah-mudahan ke depan semakin baik dan semakin berinovasi, juga untuk bidangbidang lain dari SMAN 2 Malang,” tutup Hariyanto. (adk/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/