alexametrics
25C
Malang
Monday, 18 January 2021

Siswa Belajar Daring, Sterilisasi Sekolah Jalan Terus

MALANG KOTA – Aktivitas belajar mengajar memang tak digelar di sekolah selama 10 bulan terakhir. Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya untuk menekan potensi munculnya klaster dari tenaga pendidikan maupun staf yang masuk. Salah satunya yakni lewat penyemprotan disinfektan secara berkala. Hal ini seperti yang dilakukan oleh SMK Negeri 6 Malang dan SMA Negeri 2 Kota Malang.

Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Drs Sidik Priyono menuturkan, meski saat ini 50 persen dari guru melakukan WFH kegiatan penyemprotan disinfektan tetap rutin dilakukan oleh tim yang mereka bentuk. ”Setiap 2 hari sekali kami lakukan penyemprotan ke seluruh area sekolah, terutama pada area-area yang sering dilalui dan ditempati, sementara untuk ruang kelas kami kunci dan tidak ditempati jadi (penyemprotan) hanya sesekali,” ujar Sidik.

Kegiatan penyemprotan rutin ini juga dilakukan sebagai bentuk persiapan mereka menyambut pembelajaran luring pada praktikum siswa yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari mendatang. Keputusan itu merujuk pada pernyataan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang- Batu Ema Sumiati beberapa waktu lalu yang menyebut siswa SMK dapat melakukan pembelajaran luring. Khususnya untuk mata pelajaran praktikum.

Upaya sterilisasi serupa juga dilakukan oleh SMA Negeri 2 Malang. Kepala SMA Negeri 2 Malang Drs Hariyanto MPd menyebutkan, penyemprotan yang dilakukan sudah mengikuti standard operating procedure (SOP) yang harus dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar (KBM). ”Untuk saat ini kami masih prepare untuk sarana dan prasarana. Sementara itu, mulai tanggal 4 sampai 8 Januari 2021 KBM masih daring, sedangkan pembelajaran luring akan kembali kami laksanakan mulai tanggal 11 Januari (besok),” terang Hariyanto.

Hariyanto menambahkan KBM luring yang direncanakan pada tanggal 11 nanti bakal dilakukan secara rutin setiap hari. Namun, akan tetap menyesuaikan kondisi dikemudian hari. Beberapa protokoler kesehatan telah mereka persiapkan. Seperti pembuatan jalur masuk dan keluar yang berbeda. Penyesuaian sarana dan prasarana protokol kesehatan juga dilakukan, seperti tempat cuci tangan dan penyediaan automatic thermal detector.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca