alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Segera Sekolah Tatap Muka, Disdikbud Malang Siapkan Langkah ini

MALANG KOTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyiapkan langkah strategis untuk pembelajaran tatap muka. Karena Kemendikbud pusat sudah memberikan lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka tersebut pada Juli mendatang.

Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana bakal segera melakukan simulasi kembali sekolah tatap muka di Kota Malang. Baik untuk tingkat SD maupun SMP, terutama yang negeri.

”Sesuai petunjuk pak wali, kami akan siapkan agar Juli nanti sudah siap semua,” kata Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana di kantornya, Rabu (10/3).

Selain teknis penerapan protokol kesehatan, masih kata dia, pihaknya juga bakal mensterilkan terlebih dahulu ruang kelas. Hal ini tidak hanya dilakukan penyemprotan disinfektan, tapi juga dengan fogging. ”Supaya nggak ada nyamuknya. Karena lama nggak dipakai. Jangan sampai siswa aman dari covid-19, tapi terkena DB (demam berdarah),” jelas mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip Kota Malang ini.

Dia menjelaskan, simulasi di semua SMPN dan beberapa SDN juga sudah dibahas di tingkat pengawas. Sehingga, semua SMPN Kota Malang siap menjalankan simulasi dan menerapkan sekolah tatap muka. ”Kalau yang tingkat SD kami akan lakukan secara bertahap. Beberapa dulu yang diterapkan tatap muka,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya optimis bakal mendapatkan dukungan mayoritas wali murid kebijakan tersebut. Karena semuanya sudah merasa jenuh dengan sekolah daring ini.

”Semuanya merasa jenuh, orang tua, siswa, apalagi gurunya. Mereka rindu untuk sekolah tatap muka. Tapi harus dengan prokes ketat,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji meminta Disdikbud Kota Malang untuk segera melakukan simulasi tatap muka tersebut. Terutama tentang teknisnya, seperti sistem masuk (ganjil-genap), siswa bawa bekal, dan istirahat tidak boleh keluar kelas.

”Harus disimulasikan kembali di sekolah. Meskipun dulu pernah dilakukan di SMPN 8. (untuk sementara) Tidak boleh naik kendaraan umum dulu,” terang kader Partai Demokrat ini.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyiapkan langkah strategis untuk pembelajaran tatap muka. Karena Kemendikbud pusat sudah memberikan lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka tersebut pada Juli mendatang.

Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana bakal segera melakukan simulasi kembali sekolah tatap muka di Kota Malang. Baik untuk tingkat SD maupun SMP, terutama yang negeri.

”Sesuai petunjuk pak wali, kami akan siapkan agar Juli nanti sudah siap semua,” kata Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana di kantornya, Rabu (10/3).

Selain teknis penerapan protokol kesehatan, masih kata dia, pihaknya juga bakal mensterilkan terlebih dahulu ruang kelas. Hal ini tidak hanya dilakukan penyemprotan disinfektan, tapi juga dengan fogging. ”Supaya nggak ada nyamuknya. Karena lama nggak dipakai. Jangan sampai siswa aman dari covid-19, tapi terkena DB (demam berdarah),” jelas mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip Kota Malang ini.

Dia menjelaskan, simulasi di semua SMPN dan beberapa SDN juga sudah dibahas di tingkat pengawas. Sehingga, semua SMPN Kota Malang siap menjalankan simulasi dan menerapkan sekolah tatap muka. ”Kalau yang tingkat SD kami akan lakukan secara bertahap. Beberapa dulu yang diterapkan tatap muka,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya optimis bakal mendapatkan dukungan mayoritas wali murid kebijakan tersebut. Karena semuanya sudah merasa jenuh dengan sekolah daring ini.

”Semuanya merasa jenuh, orang tua, siswa, apalagi gurunya. Mereka rindu untuk sekolah tatap muka. Tapi harus dengan prokes ketat,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji meminta Disdikbud Kota Malang untuk segera melakukan simulasi tatap muka tersebut. Terutama tentang teknisnya, seperti sistem masuk (ganjil-genap), siswa bawa bekal, dan istirahat tidak boleh keluar kelas.

”Harus disimulasikan kembali di sekolah. Meskipun dulu pernah dilakukan di SMPN 8. (untuk sementara) Tidak boleh naik kendaraan umum dulu,” terang kader Partai Demokrat ini.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/