alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Wisuda Tatap Muka, Uniga Malang Lepas 497 Wisudawan

MALANG KOTA – Sejumlah 497 wisudawan Universitas Gajayana (Uniga) Malang resmi dikukuhkan hari ini (10/4). Rinciannya terdiri dari 344 wisudawan Program Sarjana dan 153 wisudawan Program Pascasarjana. Wisuda gelombang I tahun akademik 2020/2021 tersebut digelar secara tatap muka di Aula Utama Uniga Malang.

Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengungkapkan, keberhasilan meluluskan ratusan mahasiswa ini merupakan komitmen dan tanggung jawab Uniga Malang kepada masyarakat. Utamanya bagi para mahasiswa dan sekaligus merupakan wujud karya nyata Uniga Malang yang terdepan dan berkarakter. “Kami berharap output yang kami persembahkan ini bisa bersaing di era society 5.0, di mana era ini dapat menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi canggih yang dapat mengurangi masalah kesenjangan ekonomi dan manusia di masa mendatang,” harapnya.

Dyah melanjutkan, Uniga Malang secara konsisten selalu berupaya mengoptimalkan kinerjanya. Yakni melalui peningkatan mutu proses akademik maupun penguatan kelembagaan. Salah satu wujudnya adalah perbaikan proses perkuliahan secara continuous improvement. Selain itu, Uniga Malang juga melakukan penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan jumlah riset maupun pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin kerja sama internasional. Seperti kerja sama dengan perguruan tinggi di Australia, Thailand, Korea Selatan, dan Kamboja. “Tindak lanjut dari kerja sama ini berupa joint publication, program pertukaran mahasiswa maupun peningkatan kompetensi kebahasaan bagi dosen maupun mahasiswa,” papar guru besar Ekonomi Uniga tersebut.

Perempuan kelahiran Trenggalek tersebut menerangkan, pada 2020 lalu Uniga Malang fokus meningkatkan proses pembelajaran berbasis IT dengan menginvestasikan science dan system. Sementara pada 2021, Uniga Malang mengajukan prodi S-3 dan peningkatan akreditasi dalam prodi maupun institusi. Saat ini, Dyah menyebutkan, Uniga Malang memperoleh sertifikat akreditasi institusi dengan peringkat B dari BAN-PT. “Kami saat ini memiliki 13 prodi dengan akreditasi prodi A dan B. Namun untuk 2 prodi baru, S-1 Teknik Industri dan Fisika, sedang proses akreditasi pertama dan diharapkan akhir tahun 2022 sudah bisa terakreditasi minimal Baik Sekali,” tegasnya.

Dyah menambahkan, proses pembelajaran di Uniga Malang bakal didesain dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yakni penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja. Selain itu, pengalaman kerja juga turut disertakan dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. “Di bidang sumber daya manusia, saat ini kami memiliki dosen berkualifikasi guru besar, doktor, dan sisanya bergelar magister,” tutur alumnus Ekonomi Unair tersebut.

Pada 2018, Uniga Malang memperoleh kenaikan cluster menjadi madya serta meraih peningkatan penelitian di nomor 300 dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Bidang pengabdian juga mengalami kenaikan dari peringkat kurang memuaskan menjadi memuaskan. Yang berarti Uniga Malang memperoleh pengakuan dari Kemenristekdikti serta memiliki kesempatan untuk memperoleh pendanaan dari pemerintah di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat mencapai maksimal Rp 5 miliar. “Kami juga sangat bersyukur untuk Jurnal Ekonomi Manajemen masuk Shinta 5. Ini merupakan prestasi yang sangat bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, 2020 lalu, sebanyak 40 mahasiswa telah menerima beasiswa Bidikmisi On Going, 63 mahasiswa telah menerima beasiswa KIP Kuliah, 523 mahasiswa telah menerima beasiswa UKT reguler. Selama 4 tahun berturut-turut Uniga Malang menjalin kerja sama dengan Metrotvnews.com atau Medcom.id untuk memberikan beasiswa untuk Indonesia sebanyak 21 orang yang memenangkan Online Scholarship Competition 2019/2020. “Ini wujud nyata persembahan Uniga Malang yang terdepan dan berkarakter untuk SDM unggul Indonesia Maju,” pungkas Dyah. (bin/c1/dik)

Berikut Wisudawan Terbaik Uniga Malang:

Herdian Rangga Permana (Program Pascasarjana, Program Magister Manajemen)

Anak Agung Rai Susilowathi (Program Pascasarjana, Program Magister Akuntansi)

Ady Sekarniti (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Akuntansi)

Nency Lien Fransisca (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Manajemen)

Dwi Januar Hanifah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Ekonomi Pembangunan)

Engga Ari Setiawan (Fakultas Teknik dan Informastika Pogram Studi Sistem Informasi)

Hafis Ilham Wahyudi (Fakultas Teknik dan Informatika Pogram Studi Teknik Mesin)

Bayu Wasisto (Fakultas Teknik dan Informatika Pogram Studi Elektro)

Oktaviani (Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Studi Bahasa Inggris)

Ni Putu Lisna Dewi (Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Studi Psikologi)

Nur Laeli Mucharomah (Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Ilmu Komunikasi)

MALANG KOTA – Sejumlah 497 wisudawan Universitas Gajayana (Uniga) Malang resmi dikukuhkan hari ini (10/4). Rinciannya terdiri dari 344 wisudawan Program Sarjana dan 153 wisudawan Program Pascasarjana. Wisuda gelombang I tahun akademik 2020/2021 tersebut digelar secara tatap muka di Aula Utama Uniga Malang.

Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengungkapkan, keberhasilan meluluskan ratusan mahasiswa ini merupakan komitmen dan tanggung jawab Uniga Malang kepada masyarakat. Utamanya bagi para mahasiswa dan sekaligus merupakan wujud karya nyata Uniga Malang yang terdepan dan berkarakter. “Kami berharap output yang kami persembahkan ini bisa bersaing di era society 5.0, di mana era ini dapat menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi canggih yang dapat mengurangi masalah kesenjangan ekonomi dan manusia di masa mendatang,” harapnya.

Dyah melanjutkan, Uniga Malang secara konsisten selalu berupaya mengoptimalkan kinerjanya. Yakni melalui peningkatan mutu proses akademik maupun penguatan kelembagaan. Salah satu wujudnya adalah perbaikan proses perkuliahan secara continuous improvement. Selain itu, Uniga Malang juga melakukan penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan jumlah riset maupun pengabdian kepada masyarakat, serta menjalin kerja sama internasional. Seperti kerja sama dengan perguruan tinggi di Australia, Thailand, Korea Selatan, dan Kamboja. “Tindak lanjut dari kerja sama ini berupa joint publication, program pertukaran mahasiswa maupun peningkatan kompetensi kebahasaan bagi dosen maupun mahasiswa,” papar guru besar Ekonomi Uniga tersebut.

Perempuan kelahiran Trenggalek tersebut menerangkan, pada 2020 lalu Uniga Malang fokus meningkatkan proses pembelajaran berbasis IT dengan menginvestasikan science dan system. Sementara pada 2021, Uniga Malang mengajukan prodi S-3 dan peningkatan akreditasi dalam prodi maupun institusi. Saat ini, Dyah menyebutkan, Uniga Malang memperoleh sertifikat akreditasi institusi dengan peringkat B dari BAN-PT. “Kami saat ini memiliki 13 prodi dengan akreditasi prodi A dan B. Namun untuk 2 prodi baru, S-1 Teknik Industri dan Fisika, sedang proses akreditasi pertama dan diharapkan akhir tahun 2022 sudah bisa terakreditasi minimal Baik Sekali,” tegasnya.

Dyah menambahkan, proses pembelajaran di Uniga Malang bakal didesain dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yakni penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja. Selain itu, pengalaman kerja juga turut disertakan dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. “Di bidang sumber daya manusia, saat ini kami memiliki dosen berkualifikasi guru besar, doktor, dan sisanya bergelar magister,” tutur alumnus Ekonomi Unair tersebut.

Pada 2018, Uniga Malang memperoleh kenaikan cluster menjadi madya serta meraih peningkatan penelitian di nomor 300 dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Bidang pengabdian juga mengalami kenaikan dari peringkat kurang memuaskan menjadi memuaskan. Yang berarti Uniga Malang memperoleh pengakuan dari Kemenristekdikti serta memiliki kesempatan untuk memperoleh pendanaan dari pemerintah di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat mencapai maksimal Rp 5 miliar. “Kami juga sangat bersyukur untuk Jurnal Ekonomi Manajemen masuk Shinta 5. Ini merupakan prestasi yang sangat bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, 2020 lalu, sebanyak 40 mahasiswa telah menerima beasiswa Bidikmisi On Going, 63 mahasiswa telah menerima beasiswa KIP Kuliah, 523 mahasiswa telah menerima beasiswa UKT reguler. Selama 4 tahun berturut-turut Uniga Malang menjalin kerja sama dengan Metrotvnews.com atau Medcom.id untuk memberikan beasiswa untuk Indonesia sebanyak 21 orang yang memenangkan Online Scholarship Competition 2019/2020. “Ini wujud nyata persembahan Uniga Malang yang terdepan dan berkarakter untuk SDM unggul Indonesia Maju,” pungkas Dyah. (bin/c1/dik)

Berikut Wisudawan Terbaik Uniga Malang:

Herdian Rangga Permana (Program Pascasarjana, Program Magister Manajemen)

Anak Agung Rai Susilowathi (Program Pascasarjana, Program Magister Akuntansi)

Ady Sekarniti (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Akuntansi)

Nency Lien Fransisca (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Manajemen)

Dwi Januar Hanifah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Ekonomi Pembangunan)

Engga Ari Setiawan (Fakultas Teknik dan Informastika Pogram Studi Sistem Informasi)

Hafis Ilham Wahyudi (Fakultas Teknik dan Informatika Pogram Studi Teknik Mesin)

Bayu Wasisto (Fakultas Teknik dan Informatika Pogram Studi Elektro)

Oktaviani (Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Studi Bahasa Inggris)

Ni Putu Lisna Dewi (Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Studi Psikologi)

Nur Laeli Mucharomah (Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Program Ilmu Komunikasi)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/