alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

15 Dokter Pimpin Tes Kesehatan Calon Rektor UB

MALANG KOTA – Tahapan pemilihan Rektor baru Universitas Brawijaya (UB) terus bergulir. Kemarin (8/4), ada enam kandidatnya menjalani tes kesehatan. Mereka, di antaranya yakni Prof Dr Marjono MPhil dari Fakultas MIPA, serta Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP Prof Dr Ir Imam Santoso MP.

TAHAPAN KRUSIAL: Prof Dr Ir Imam Santoso MP sedang menjalani serangkaian tes kesehatan kemarin. (Humas UB For Radar Malang)

Selanjutnya ada Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi Ak, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Dekan Fakultas MIPA Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc. Dua lainnya yakni Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD dan Prof Candra Fajri Ananda SE MSc PhD, mantan Dekan FEB. Direktur RSUB Prof Dr dr Sri Andarini MKes mengawasi langsung proses pemeriksaan tersebut. Andarini menyebut keenamnya menjalani tes kesehatan mulai dari ujung kepala hingga kaki. ”RSUB mengerahkan 15 tim dokter spesialis. Mulai dari dokter mata, THT, jantung, rontgen, gigi mulut, general check-up, serta radiologi,” kata dia.

Enam bakal calon Rektor UB itu juga didampingi enam perawat. Mereka terbagi di tujuh ruangan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara paralel di setiap ruangan. ”Jadinya tidak dilakukan di satu ruangan. Kami rolling dan bergiliran satu dengan yang lain. Sehingga lebih efisien waktu,” tambah Andarini. Dia menyebut bila tes kesehatan itu adalah syarat wajib bagi pendaftar bakal calon rektor. Sebelum menjalaninya, seluruh kandidat harus absen minum obat-obatan. ”Untuk tes kesehatan kali ini, para pendaftar tidak mengonsumsi obat-obatan farmakologis dan herbal. Sebelum menjalani tes kesehatan hari ini (kemarin), terakhir makan pukul 03.00 atau 03.30,” imbuhnya.

Sebelum tes kesehatan, para pendaftar juga menjalani pemeriksaan lain. Yakni psikotes dan minnesota multiphasic personality inventory (MMPI) atau psikiatri. Harapannya, selain sehat, para pendaftar juga fit secara mental. ”Mudah-mudahan semuanya sehat karena saat ini beliau-beliau sedang memimpin. Pada pemeriksaan kesehatan terdahulu, semuanya berhasil lolos,” jelas Andarini. Selain diplot untuk melihat kondisi fisik peserta, tes kesehatan ini juga digelar untuk memastikan tidak ada calon rektor yang mengonsumsi zat terlarang seperti narkotika.

Hasil tes kesehatan rencananya diumumkan beberapa hari ke depan. Setelah ini, tahapan yang harus dilalui adalah pemilihan calon rektor UB di tingkat senat akademik universitas (SAU), 21 April mendatang. ”Proses pemilihan rektor kali ini sangat berbeda dengan periode sebelumnya. Pada periode ini, rektor dipilih oleh majelis wali amanat (MWA). Itu setelah melalui proses penjaringan di tingkat senat akademik universitas (SAU),” terang Prof Dr Ir Arifin, Ketua Senat sekaligus Ketua Dari Novel ”Jimat” Panitia Pilrek UB. (fin/by)

MALANG KOTA – Tahapan pemilihan Rektor baru Universitas Brawijaya (UB) terus bergulir. Kemarin (8/4), ada enam kandidatnya menjalani tes kesehatan. Mereka, di antaranya yakni Prof Dr Marjono MPhil dari Fakultas MIPA, serta Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP Prof Dr Ir Imam Santoso MP.

TAHAPAN KRUSIAL: Prof Dr Ir Imam Santoso MP sedang menjalani serangkaian tes kesehatan kemarin. (Humas UB For Radar Malang)

Selanjutnya ada Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi Ak, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Dekan Fakultas MIPA Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc. Dua lainnya yakni Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD dan Prof Candra Fajri Ananda SE MSc PhD, mantan Dekan FEB. Direktur RSUB Prof Dr dr Sri Andarini MKes mengawasi langsung proses pemeriksaan tersebut. Andarini menyebut keenamnya menjalani tes kesehatan mulai dari ujung kepala hingga kaki. ”RSUB mengerahkan 15 tim dokter spesialis. Mulai dari dokter mata, THT, jantung, rontgen, gigi mulut, general check-up, serta radiologi,” kata dia.

Enam bakal calon Rektor UB itu juga didampingi enam perawat. Mereka terbagi di tujuh ruangan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara paralel di setiap ruangan. ”Jadinya tidak dilakukan di satu ruangan. Kami rolling dan bergiliran satu dengan yang lain. Sehingga lebih efisien waktu,” tambah Andarini. Dia menyebut bila tes kesehatan itu adalah syarat wajib bagi pendaftar bakal calon rektor. Sebelum menjalaninya, seluruh kandidat harus absen minum obat-obatan. ”Untuk tes kesehatan kali ini, para pendaftar tidak mengonsumsi obat-obatan farmakologis dan herbal. Sebelum menjalani tes kesehatan hari ini (kemarin), terakhir makan pukul 03.00 atau 03.30,” imbuhnya.

Sebelum tes kesehatan, para pendaftar juga menjalani pemeriksaan lain. Yakni psikotes dan minnesota multiphasic personality inventory (MMPI) atau psikiatri. Harapannya, selain sehat, para pendaftar juga fit secara mental. ”Mudah-mudahan semuanya sehat karena saat ini beliau-beliau sedang memimpin. Pada pemeriksaan kesehatan terdahulu, semuanya berhasil lolos,” jelas Andarini. Selain diplot untuk melihat kondisi fisik peserta, tes kesehatan ini juga digelar untuk memastikan tidak ada calon rektor yang mengonsumsi zat terlarang seperti narkotika.

Hasil tes kesehatan rencananya diumumkan beberapa hari ke depan. Setelah ini, tahapan yang harus dilalui adalah pemilihan calon rektor UB di tingkat senat akademik universitas (SAU), 21 April mendatang. ”Proses pemilihan rektor kali ini sangat berbeda dengan periode sebelumnya. Pada periode ini, rektor dipilih oleh majelis wali amanat (MWA). Itu setelah melalui proses penjaringan di tingkat senat akademik universitas (SAU),” terang Prof Dr Ir Arifin, Ketua Senat sekaligus Ketua Dari Novel ”Jimat” Panitia Pilrek UB. (fin/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/