alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Gandeng SMK Graha Madina, FPPsi UM Gelar Loka Karya Pembelajaran

MALANG– Blended learning belakangan menjadi jawaban atas ketidak pastian rencana pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sistem yang mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring ini menjadi pilihan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Untuk persiapan pelaksanaan blanded learning, Tim Pengabdian Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang (FPPsi UM) bekerja sama dengan SMK Graha Madina Singosari menggelar kegiatan loka karya. Forum tersebut digelar guna menciptakan iklim pembelajaran yang tetap kondusif. Yakni dengan mengkombinasikan materi teoritis, teknis, dan psikologis.

SMK Graha Madina Singosari dipilih karena sekolah tersebut telah memiliki center of excellence (CoE) sebagai program penguatan program unggulan. Sebagai pemateri pertama, M Khoiron membawakan materi tentang pergeseran tren pembelajaran sebelum, saat dan pasca pandemi. ”Kendala yang sering dipermasalahan didominasi dengan materi yang belum tentu dipahami oleh siswa, keterampilan guru yang terbatas mengenai teknologi informasi, dan rendahnya kontrol guru dalam pembelajaran daring,” kata Khoiron.

Selanjutnya, pemateri kedua yang dibawakan oleh Gebi Angelina Zahra M Psi. Dalam kesempatan itu, Gebi membawakan materi tentang pembelajaran campuran dari aspek psikologis. ”Generasi Z merupakan anak-anak yang lahir pasca tahun 2000. Penggunaan internet sudah mereka kuasai sejak kecil, terbiasa mendapatkan kebutuhan dengan cepat, terbiasa melakukan banyak hal dalam satu waktu (multitasking), dan menguasai teknologi dengan baik,” ujar Gebi.

Sedangkan sesi terakhir disampaikan oleh Angga Yuni Mantara S Psi MSi. Dengan memberikan loka karya keterampilan teknis penggunaan google classroom sebagai learning management system (LMS), dia menyampaikan materi tentang aplikasi Open Broadcasting System (OBS). Aplikasi ini merupakan aplikasi terbuka yang dapat digunakan guru untuk merekam materi pembelajaran. ”Untuk sesi luring, pemanfaatan OBS merupakan upaya meningkatkan kompetensi guru. Utamanya dalam penggunaan aplikasi penunjang pembelajaran,” kata Angga.

Secara umum, peserta kegiatan sangat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 4 jam tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan pertanyaan pengajar yang menceritakan permasalahan yang dihadapi relevan dengan apa yang disampaikan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik siswa sehingga dapat mereka gunakan sebagai bahan refleksi pembelajaran.

Pewarta: Defi/iik

MALANG– Blended learning belakangan menjadi jawaban atas ketidak pastian rencana pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sistem yang mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring ini menjadi pilihan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Untuk persiapan pelaksanaan blanded learning, Tim Pengabdian Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang (FPPsi UM) bekerja sama dengan SMK Graha Madina Singosari menggelar kegiatan loka karya. Forum tersebut digelar guna menciptakan iklim pembelajaran yang tetap kondusif. Yakni dengan mengkombinasikan materi teoritis, teknis, dan psikologis.

SMK Graha Madina Singosari dipilih karena sekolah tersebut telah memiliki center of excellence (CoE) sebagai program penguatan program unggulan. Sebagai pemateri pertama, M Khoiron membawakan materi tentang pergeseran tren pembelajaran sebelum, saat dan pasca pandemi. ”Kendala yang sering dipermasalahan didominasi dengan materi yang belum tentu dipahami oleh siswa, keterampilan guru yang terbatas mengenai teknologi informasi, dan rendahnya kontrol guru dalam pembelajaran daring,” kata Khoiron.

Selanjutnya, pemateri kedua yang dibawakan oleh Gebi Angelina Zahra M Psi. Dalam kesempatan itu, Gebi membawakan materi tentang pembelajaran campuran dari aspek psikologis. ”Generasi Z merupakan anak-anak yang lahir pasca tahun 2000. Penggunaan internet sudah mereka kuasai sejak kecil, terbiasa mendapatkan kebutuhan dengan cepat, terbiasa melakukan banyak hal dalam satu waktu (multitasking), dan menguasai teknologi dengan baik,” ujar Gebi.

Sedangkan sesi terakhir disampaikan oleh Angga Yuni Mantara S Psi MSi. Dengan memberikan loka karya keterampilan teknis penggunaan google classroom sebagai learning management system (LMS), dia menyampaikan materi tentang aplikasi Open Broadcasting System (OBS). Aplikasi ini merupakan aplikasi terbuka yang dapat digunakan guru untuk merekam materi pembelajaran. ”Untuk sesi luring, pemanfaatan OBS merupakan upaya meningkatkan kompetensi guru. Utamanya dalam penggunaan aplikasi penunjang pembelajaran,” kata Angga.

Secara umum, peserta kegiatan sangat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 4 jam tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan pertanyaan pengajar yang menceritakan permasalahan yang dihadapi relevan dengan apa yang disampaikan. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik siswa sehingga dapat mereka gunakan sebagai bahan refleksi pembelajaran.

Pewarta: Defi/iik

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru