KOTA MALANG – Di tengah pandemi Covid-19, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan konsep yang berbeda. Pada KKN tahun ini, sebanyak 1200 mahasiswa menggelar berbagai program pengabdian masyarakat dengan tema Meningkatkan Ketangguhan Sosial Masyarakat di Era Pandemi Covid-19.

“Sub tema untuk KKN kali ini ada tiga, yaitu pangan, ekonomi, dan kesehatan,” terang Wakil Rektor II Unikama Dr Sudi Dul Aji MSi kepada Radar Malang, hari ini (10/7).

Berbeda dengan KKN sebelumnya, pada tahun ini mahasiswa diberi kebebasan untuk menentukan lokasi pengabdian. Untuk selanjutnya melakukan analisis masalah dan pemetaan potensi daerah, termasuk mencari pemecahan masalah dan merancang proposal kegiatan yang diajukan ke Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

“Pada tahun ini, bimbingan, pendampingan dan pelaporan dilakukan secara daring. Total ada sekitar 53 DPL yang akan mendampingi kelompok KKN yang terdiri antara 5 – 6 mahasiswa,” tegas dia.

Kampus juga tak mewajibkan mahasiswa melakukan KKN secara berkelompok. Beberapa juga memilih KKN secara individu, dengan lokasi yang dekat dengan domisili saat ini. Sudi menjelaskan, sebaran mahasiswa KKN menjadi lebih luas dari yang sebelumnya hanya berkutat di Jawa Timur.

“Kini sebaran pelaksanaan KKN melingkupi seluruh Indonesia, salah satunya di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan,” imbuhnya.

Sudi menambahkan, untuk KKN konsep baru ini, kampus telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 150.000,- per mahasiswa sebagai kompensasi konsultasi online dengan DPL.
“Melalui kemudahan-kemudahan ini, diharapkan mahasiswa tetap bisa menyelesaikan mata kuliah dan berkontribusi kepada masyarakat serta bisa lulus tepat waktu,” harap dia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mahasiswa (LPPM) Unikama Dr Sudiyono MPd menambahkan, sesuai kalender akademik, KKN akan dimulai pada 13 Juli hingga akhir Agustus mendatang.

“Namun mahasiswa bisa memilih, tak harus full 40 hari, karena patokannya bukan hari pelaksanaan, namun pencapaian program,” tutur Sudiyono.

Ia melanjutkan, berdasarkan analisis masalah dan potensi wilayah, sejumlah kegiatan telah dikreasikan oleh para peserta KKN Unikama. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah pelatihan membuat masker dan hand sanitizer mandiri, pelatihan keterampilan kuliner, hingga pelatihan mengajar secara online.

“Salah satu kegiatan yang akan digelar oleh kelompok KKN ini adalah monitoring penyaluran bantuan sosial di Wagir. Para mahasiswa melakukan monitoring di 12 desa bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Malang,” terang Sudiyono.

Sudiyono menekankan, melalui KKN tersebut, diharapkan ada proses alih teknologi dari mahasiswa ke masyarakat. Program yang dirancang juga harus melibatkan masyarakat sehingga ada proses belajar dan mempelajari.

“Sebelum diberangkat pada 13 Juli mendatang, kami sudah memberikan pembekalan dengan melibatkan BPBD dan Bappeda kepada seluruh peserta KKN. Pembekalan juga dilakukan secara online,” pungkas dia.

Foto: screenshot Youtube
Penyunting: Fia