alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

SMA Laboratorium UM Giatkan Inovasi Untuk Pembelajaran Daring

MALANG KOTA – Upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah dengan pembelajaran daring, sehingga hampir 7 bulan siswa dan guru melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun tidak sedikit orang tua yang menjadi repot dengan kegiatan ini, dikarenakan mereka juga harus aktif mengingatkan anaknya agar disiplin mengikuti pelajaran. Sementara itu, guru juga bekerja keras untuk mampu mengaplikasikan teknologi dalam menyampaikan pembelajaran.

Senada dengan hal ini, dalam kunjungannya ke SMA Laboratorium UM, KACABDIN Kota Malang dan Kota Batu, Dr. Ema Sumiarti, M.Si, mengungkapkan bahwa profesi guru semakin dirasakan bermakna di era new normal, guru diminta berupaya maksimal dalam menguasai teknologi karena materi pembelajaran disampaikan dengan model daring. Keberadaan E-learning dengan bantuan internet ini telah memudahkan guru melakukan pembelajaran dimanapun tempatnya, namun demikian beliau berpesan agar dalam pembelajaran daring tidak banyak memakan kuota internet.

SMA Laboratorium UM merespon cepat pembelajaran daring ini dengan program unggulan Lesson Study. Rosdiana Amini, M.Pd., selaku Kepala Sekolah, menekankan untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran, salah satunya adalah mengagendakan kegiatan rutin Lesson Study dalam upaya memberi layanan prima untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Dengan fasilitas pembelajaran online yang representatif, SMA Laboratorium UM, terus berupaya menyajikan pembelajaran daring yang berkualitas. Sehingga, Lesson Study daring menyajikan pembelajaran jarak jauh yang tetap mengajak siswa aktif melakukan diskusi dan presentasi.

Lebih lanjut, Deddy Setiawan, M.Pd., WAKA Kurikulum, memaparkan bahwa semua tahapan Lesson Study, plan-do-see, dilakukan secara daring. Pada tahapan “plan”, guru yang terlibat dalam Lesson Study melakukan diskusi persiapan pembelajaran didampingi ahli dan untuk memantapkan pembelajaran, siswa diminta membuat media pembelajaran dalam bentuk PPT dinamis. Kemudian pada tahapan “do”, dengan memanfaatkan breakout room media daring, kegiatan Lesson Study ini menjadi lebih hidup karena guru dan observer dapat memasuki “ruang-ruang” siswa yang sedang berdiskusi dengan kelompoknya. Akhirnya, pada tahapan “see”, guru, observer, dan ahli melakukan refleksi pembelajaran yang baru saja selesai dilakukan. Hasil yang nampak dari kegiatan Lesson Study daring ini adalah hadirnya suasana baru dalam pembelajaran yang lebih kolaboratif, interaktif, dan menarik.

MALANG KOTA – Upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah dengan pembelajaran daring, sehingga hampir 7 bulan siswa dan guru melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun tidak sedikit orang tua yang menjadi repot dengan kegiatan ini, dikarenakan mereka juga harus aktif mengingatkan anaknya agar disiplin mengikuti pelajaran. Sementara itu, guru juga bekerja keras untuk mampu mengaplikasikan teknologi dalam menyampaikan pembelajaran.

Senada dengan hal ini, dalam kunjungannya ke SMA Laboratorium UM, KACABDIN Kota Malang dan Kota Batu, Dr. Ema Sumiarti, M.Si, mengungkapkan bahwa profesi guru semakin dirasakan bermakna di era new normal, guru diminta berupaya maksimal dalam menguasai teknologi karena materi pembelajaran disampaikan dengan model daring. Keberadaan E-learning dengan bantuan internet ini telah memudahkan guru melakukan pembelajaran dimanapun tempatnya, namun demikian beliau berpesan agar dalam pembelajaran daring tidak banyak memakan kuota internet.

SMA Laboratorium UM merespon cepat pembelajaran daring ini dengan program unggulan Lesson Study. Rosdiana Amini, M.Pd., selaku Kepala Sekolah, menekankan untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran, salah satunya adalah mengagendakan kegiatan rutin Lesson Study dalam upaya memberi layanan prima untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Dengan fasilitas pembelajaran online yang representatif, SMA Laboratorium UM, terus berupaya menyajikan pembelajaran daring yang berkualitas. Sehingga, Lesson Study daring menyajikan pembelajaran jarak jauh yang tetap mengajak siswa aktif melakukan diskusi dan presentasi.

Lebih lanjut, Deddy Setiawan, M.Pd., WAKA Kurikulum, memaparkan bahwa semua tahapan Lesson Study, plan-do-see, dilakukan secara daring. Pada tahapan “plan”, guru yang terlibat dalam Lesson Study melakukan diskusi persiapan pembelajaran didampingi ahli dan untuk memantapkan pembelajaran, siswa diminta membuat media pembelajaran dalam bentuk PPT dinamis. Kemudian pada tahapan “do”, dengan memanfaatkan breakout room media daring, kegiatan Lesson Study ini menjadi lebih hidup karena guru dan observer dapat memasuki “ruang-ruang” siswa yang sedang berdiskusi dengan kelompoknya. Akhirnya, pada tahapan “see”, guru, observer, dan ahli melakukan refleksi pembelajaran yang baru saja selesai dilakukan. Hasil yang nampak dari kegiatan Lesson Study daring ini adalah hadirnya suasana baru dalam pembelajaran yang lebih kolaboratif, interaktif, dan menarik.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/