alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Recovery Paska Pandemi, Fadel Ingatkan Pentingnya Sinergi Pentahelix

MALANG – Pandemi Covid-19 memicu penurunan ekonomi dan mengakibatkan kerusakan di seluruh sektor kehidupan. Utamanya sektor kesehatanhingga ekonomi. Berbagai negara pun harus bertindak cepat untuk menghadapi dampak pandemi dan menghindari terjadinya krisis berkepanjangan yang lebih parah.

Hal ini sejalan dengan paparan Guru Besar Kewirausahaan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Prof Dr Fadel Muhammad.Dia mengatakan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia saat pandemi mengalami penurunan drastis di tahun 2020. Kemudian, beranjak di tahun 2021 ekonomi Indonesia mengalami peningkatan. “Tahun 2020 ini mengalami penurunan di kuartal ke-2 sebesar -5,32 persen. Kami diperlemen sangat panik waktu itu, bersama pemerintah intensif melakukan diskusi untuk menangani hal tersebut dan di tahun 2021 di kuartal ke-3, ekonomi semakin meningkat sebanyak 7,07 persen dan ini pertanda berita baik bagi negeri ini,”terangnya dalam Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) Fakultas Ilmu Administrasi UB, kemarin (9/11).

Dia juga memaparkan tentang pentingnya kesehatan bagi pertumbuhan ekonomi. Tanpa sumber daya manusia yang sehat maka sulit untuk memiliki kinerja produktivitas tinggi di sektor ekonomi dan sektor-sektor  lainnya. Perubahan perilaku masyarakat akan kesehatan, pola hidup yang bersih, hingga menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Selain itu sinergi pentahelix juga penting dalam tahap pemulihan paska pandemi.

” Strategi keterbukaan, transparasi, integritas orientasi kinerja, dan kerjasama antar pentahelix, guna untuk pemulihan di paska pandemi. Artinya sinergi antara pemerintah, komunitas, bisnis, akdemisi, media dan lainnya harus terus ditingkatkan untuk recovery di masa pandemi,”jelas Wakil Ketua MPRitu.

Prof Dr Fadel Muhammad di acara AICoBPA Fakultas Ilmu Administrasi UB

Ajang Seminar Internasional AICoBPA FIA UB

BEBERAPA akademisi dari dalam dan luar negeri juga akan menyampaikan perspektifnya dari bidang keilmuan masing-masing di Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) Fakultas Ilmu Administrasi UB. Di antaranya Assoc ProfKalu Osiri PhD, dari University of Nebraska-Lincoln Amerika Serikat, Dr Dionne Ross dari University of Sunderland, Inggris, kemudian  Dr Ethel Agnes Pascua-Valenzuela dari South East Asian Ministers of Education (SEAMEO) Secretariat, lalu Dr John McLaren dari University of Tasmania Australia, Prof Dr Ahmad Martadha Mohammad dari Universiti Utara Malaysia. Sementara dari akademisi bidang administrasi bisnis FIA UB ada Mohammad Iqbal MIB DBA dan akademisi bidang administrasi publik FIA UB Dr Fadillah Amin PhD.

Terpisah Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UB Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD mengatakan bahwa fokus utama dari acara AICoBPA di hari pertama kemarin (9/11) tentang public administration, dan hari ini tentang businessadministration. Sehingga paska pandemi adanya recovery di bidang sosio kemasyarakatan tentang bagaimana terobosan, inovasi hingga model pendekatan yang dipaparkan oleh keynote speaker. ” Harapannya akan memberikan kontribusi kepada pemerintah pusat dan daerah tentang cara menangani Covid-19 terutama mengaselerasi kebijakan disektor publik dan bisnis. Sehingga terintegrasi dengan baik,” ungkap Dekan FIA UB.

Di sisi lain Wakil Rektor bidang Akademik UB Prof Dr drh Aulanni’am DES mengatakan bahwa ini sebagai upaya UB untuk internationalisasi baik jurusan, fakultas hingga universitas. Sehingga, UB dapat dikenal di sejumlah negara belahan dunia. Pun juga sebagai ajang diskusi bagi para ilmuwan diberbagai daerah tentang penanganan paska pandemi Covid-19.

Pewarta: Rofia

 

MALANG – Pandemi Covid-19 memicu penurunan ekonomi dan mengakibatkan kerusakan di seluruh sektor kehidupan. Utamanya sektor kesehatanhingga ekonomi. Berbagai negara pun harus bertindak cepat untuk menghadapi dampak pandemi dan menghindari terjadinya krisis berkepanjangan yang lebih parah.

Hal ini sejalan dengan paparan Guru Besar Kewirausahaan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Prof Dr Fadel Muhammad.Dia mengatakan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia saat pandemi mengalami penurunan drastis di tahun 2020. Kemudian, beranjak di tahun 2021 ekonomi Indonesia mengalami peningkatan. “Tahun 2020 ini mengalami penurunan di kuartal ke-2 sebesar -5,32 persen. Kami diperlemen sangat panik waktu itu, bersama pemerintah intensif melakukan diskusi untuk menangani hal tersebut dan di tahun 2021 di kuartal ke-3, ekonomi semakin meningkat sebanyak 7,07 persen dan ini pertanda berita baik bagi negeri ini,”terangnya dalam Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) Fakultas Ilmu Administrasi UB, kemarin (9/11).

Dia juga memaparkan tentang pentingnya kesehatan bagi pertumbuhan ekonomi. Tanpa sumber daya manusia yang sehat maka sulit untuk memiliki kinerja produktivitas tinggi di sektor ekonomi dan sektor-sektor  lainnya. Perubahan perilaku masyarakat akan kesehatan, pola hidup yang bersih, hingga menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Selain itu sinergi pentahelix juga penting dalam tahap pemulihan paska pandemi.

” Strategi keterbukaan, transparasi, integritas orientasi kinerja, dan kerjasama antar pentahelix, guna untuk pemulihan di paska pandemi. Artinya sinergi antara pemerintah, komunitas, bisnis, akdemisi, media dan lainnya harus terus ditingkatkan untuk recovery di masa pandemi,”jelas Wakil Ketua MPRitu.

Prof Dr Fadel Muhammad di acara AICoBPA Fakultas Ilmu Administrasi UB

Ajang Seminar Internasional AICoBPA FIA UB

BEBERAPA akademisi dari dalam dan luar negeri juga akan menyampaikan perspektifnya dari bidang keilmuan masing-masing di Annual International Conference on Business and Public Administration (AICoBPA) Fakultas Ilmu Administrasi UB. Di antaranya Assoc ProfKalu Osiri PhD, dari University of Nebraska-Lincoln Amerika Serikat, Dr Dionne Ross dari University of Sunderland, Inggris, kemudian  Dr Ethel Agnes Pascua-Valenzuela dari South East Asian Ministers of Education (SEAMEO) Secretariat, lalu Dr John McLaren dari University of Tasmania Australia, Prof Dr Ahmad Martadha Mohammad dari Universiti Utara Malaysia. Sementara dari akademisi bidang administrasi bisnis FIA UB ada Mohammad Iqbal MIB DBA dan akademisi bidang administrasi publik FIA UB Dr Fadillah Amin PhD.

Terpisah Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UB Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD mengatakan bahwa fokus utama dari acara AICoBPA di hari pertama kemarin (9/11) tentang public administration, dan hari ini tentang businessadministration. Sehingga paska pandemi adanya recovery di bidang sosio kemasyarakatan tentang bagaimana terobosan, inovasi hingga model pendekatan yang dipaparkan oleh keynote speaker. ” Harapannya akan memberikan kontribusi kepada pemerintah pusat dan daerah tentang cara menangani Covid-19 terutama mengaselerasi kebijakan disektor publik dan bisnis. Sehingga terintegrasi dengan baik,” ungkap Dekan FIA UB.

Di sisi lain Wakil Rektor bidang Akademik UB Prof Dr drh Aulanni’am DES mengatakan bahwa ini sebagai upaya UB untuk internationalisasi baik jurusan, fakultas hingga universitas. Sehingga, UB dapat dikenal di sejumlah negara belahan dunia. Pun juga sebagai ajang diskusi bagi para ilmuwan diberbagai daerah tentang penanganan paska pandemi Covid-19.

Pewarta: Rofia

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/