alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Mahasiswa FMIPA UM Raih Perunggu di Ajang IMC 2021

MALANG KOTA – Rofiud Darojad, mahasiswa jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menorehkan prestasi di ajang bergengsi International Mathematics Competition (IMC) 2021. Mahasiswa semester 8 tersebut mengharumkan nama Indonesia dengan merebut medali perunggu dan mengalahkan ribuan peserta dari 50 negara.

Untuk diketahui, IMC merupakan ajang rutin tahunan yang diikuti oleh sekitar 50 negara. Ajang ini menjadi bergengsi karena setiap tahun berbagai negara dari lima benua selalu mengirimkan siswa-siswi terbaik mereka untuk menjadi yang terbaik di kompetisi ini.

Karena situasi pandemi Covid 19, tahun ini, ajang IMC 2021 digelar secara virtual. Pun juga dengan ajang IMC 2020 yang digelar juga secara virtual. Tuan rumah tahun ini adalah negara Bulgaria. Yakni pelaksanaanya selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Agustus 2021. Dari Indonesia, ada 11 mahasiswa terbaik yang telah dipilih dan diseleksi oleh Mendikbudristek untuk mengikuti IMC 2021. Salah satunya adalah mahasiswa dari UM.

Rofiud menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama Ia mengikuti event ini, karena sebelumnya di 2020 juga sudah mengikuti IMC 2020. Tahun ini, ia berhasil membawa nama baik Indonesia, khususnya UM dengan membawa medali perunggu. “Semoga dengan diraihnya penghargaan ini dapat memicu kepada para mahasiswa untuk lebih bersemangat dalam meraih prestasi meski dalam kondisi pandemi seperti ini,” terangnya.

Ajang IMC 2021 digelar di Bulgaria dan diikuti oleh ribuan peserta dari 50 negara. (ist).

Teknis perlombaannya, kata Rofiud, berlangsung selama enam hari yakni, yakni 2-7 Agustus 2021. Dimana dua hari pertama dilakukan tes seleksi dengan per harinya mengerjakan 4 soal dalam waktu 4 jam. Setelah itu pengoreksian dan moderasi yang dilakukan oleh juri dan team leader. Selanjutnya tahap pengumuman pemenang. “Ketika lomba sama halnya seperti tahun lalu yaitu hanya digelar secara daring jadi mungkin kurang merasakan adrenalin lomba sesungguhnya. Namun tetap berkesan karena soal-soal yang diberikan itu sangat menantang,” ungkapnya.

Untuk meraih medali perunggu, persiapan yang dilakukan oleh Rofiud tentu harus maksimal. Ia diberikan pelatihan nasional oleh Puspresnas Kemdikbud dari tanggal 21 Juli hingga 1 Agustus 2021 yang dilakukan secara daring (online) dan sudah termasuk simulasi lomba. “Pengalaman ketika pelatnas itu, kami digembleng dengan latihan soal. Mulai dari strategi dalam menjawab soal sampai trik trik jika berhadapan dengan soal tertentu,” tandasnya. (rmc/bin)

MALANG KOTA – Rofiud Darojad, mahasiswa jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menorehkan prestasi di ajang bergengsi International Mathematics Competition (IMC) 2021. Mahasiswa semester 8 tersebut mengharumkan nama Indonesia dengan merebut medali perunggu dan mengalahkan ribuan peserta dari 50 negara.

Untuk diketahui, IMC merupakan ajang rutin tahunan yang diikuti oleh sekitar 50 negara. Ajang ini menjadi bergengsi karena setiap tahun berbagai negara dari lima benua selalu mengirimkan siswa-siswi terbaik mereka untuk menjadi yang terbaik di kompetisi ini.

Karena situasi pandemi Covid 19, tahun ini, ajang IMC 2021 digelar secara virtual. Pun juga dengan ajang IMC 2020 yang digelar juga secara virtual. Tuan rumah tahun ini adalah negara Bulgaria. Yakni pelaksanaanya selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Agustus 2021. Dari Indonesia, ada 11 mahasiswa terbaik yang telah dipilih dan diseleksi oleh Mendikbudristek untuk mengikuti IMC 2021. Salah satunya adalah mahasiswa dari UM.

Rofiud menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama Ia mengikuti event ini, karena sebelumnya di 2020 juga sudah mengikuti IMC 2020. Tahun ini, ia berhasil membawa nama baik Indonesia, khususnya UM dengan membawa medali perunggu. “Semoga dengan diraihnya penghargaan ini dapat memicu kepada para mahasiswa untuk lebih bersemangat dalam meraih prestasi meski dalam kondisi pandemi seperti ini,” terangnya.

Ajang IMC 2021 digelar di Bulgaria dan diikuti oleh ribuan peserta dari 50 negara. (ist).

Teknis perlombaannya, kata Rofiud, berlangsung selama enam hari yakni, yakni 2-7 Agustus 2021. Dimana dua hari pertama dilakukan tes seleksi dengan per harinya mengerjakan 4 soal dalam waktu 4 jam. Setelah itu pengoreksian dan moderasi yang dilakukan oleh juri dan team leader. Selanjutnya tahap pengumuman pemenang. “Ketika lomba sama halnya seperti tahun lalu yaitu hanya digelar secara daring jadi mungkin kurang merasakan adrenalin lomba sesungguhnya. Namun tetap berkesan karena soal-soal yang diberikan itu sangat menantang,” ungkapnya.

Untuk meraih medali perunggu, persiapan yang dilakukan oleh Rofiud tentu harus maksimal. Ia diberikan pelatihan nasional oleh Puspresnas Kemdikbud dari tanggal 21 Juli hingga 1 Agustus 2021 yang dilakukan secara daring (online) dan sudah termasuk simulasi lomba. “Pengalaman ketika pelatnas itu, kami digembleng dengan latihan soal. Mulai dari strategi dalam menjawab soal sampai trik trik jika berhadapan dengan soal tertentu,” tandasnya. (rmc/bin)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/