alexametrics
22.1 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

UM Beri Pelatihan Membuat Rak Bunga Kekinian di Madiun

RADAR MALANG – Sektor perekonomian selama 1,5 tahun terakhir mengalami fase sulit. Pasalnya, sejak wabah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi di seluruh belahan dunia, banyak hal berubah. Mulai dari sektor kesehatan hingga sektor ekonomi. Sejak awal pandemic, masyarakat menengah ke bawah termasuk yang paling berdampak. Hal ini dikarenakan banyaknya pemutusan hubungan kerja/ PHK di banyak sektor pekerjaan.

Kota Madiun yang terkenal sebagai kota perdagangan dan industri (Gadis) juga mengalami dampak yang diakibatkan oleh Covid-19. Di Madiun sendiri terdapat banyak industri baik BUMN maupun swasta diantaranya PT KAI, IMS, Sampoerna, Rejoagung, serta industri lainnya yang melakukan pengurangan pegawai besar-besaran. Tanpa terkecuali para penduduk Desa Banjarsari Kecamatan Madiun yang Sebagian besar bekerja sebagai pegawai lepas/kontrak.

Kondisi ini menyebabkan guncangan ekonomi pada sebagian besar penduduk karena hampir 80 persen pegawai lepas/kontrak diberhentikan untuk jangka waktu yang belum pasti. Banyak penduduk yang akhirnya harus beralih profesi menjadi petani atau bekerja serabutan demi tetap melangsungkan hidup. Banyak pula yang menganggur hingga saat ini.

Sebagai lembaga pendidikan yang wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Negeri Malang (UM) merespons kondisi di atas dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim pengabdian kepada masyarakat UM berupaya untuk meningkatkan perekonomian bagi para korban PHK dengan pelatihan pengelasan pembuatan rak bunga besi kekinian (instagramable) bagi warga Desa Banjarsari Kecamatan Madiun.

Pelatihan ini dimaksudkan agar para warga yang terkena PHK memiliki kemampuan untuk membuka suatu usaha. Salah satu usaha yang memiliki peluang adalah usaha rak bunga yang sedang menjadi tren selama masa pandemi.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada 29-30 Mei 2021 serta 5-6 Juni 2021.

Adapun tim dari kegiatan pengabdian ini yaitu Dr Widiyanti MPd; Riana Nurmalasari, SPd MPd; Dr Yoto MT M.Pd; Marsono SPdT, MPd, PhD. Mahasiswa yang terlibat pada kegiatan ini yaitu Fajar Tri Yulianto dan Bima Sakti Dwi Reyhan S. Pada kegiatan ini, tim pengabdian dari UM disambut dan didampingi oleh Kepala Desa Bapak Welly Subroto ST.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, para peserta cukup antusias dan bersemangat memperhatikan materi. Pada sesi praktik, seluruh peserta mencoba satu per satu untuk melakukan pengelasan. Pihak desa diwakili oleh bapak kepala desa berharap dengan adanya pelatihan pengelasan ini para warga dapat secara mandiri membuka usaha yang mampu menopang perekonomian pasca PHK. (rmcdik)

RADAR MALANG – Sektor perekonomian selama 1,5 tahun terakhir mengalami fase sulit. Pasalnya, sejak wabah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi di seluruh belahan dunia, banyak hal berubah. Mulai dari sektor kesehatan hingga sektor ekonomi. Sejak awal pandemic, masyarakat menengah ke bawah termasuk yang paling berdampak. Hal ini dikarenakan banyaknya pemutusan hubungan kerja/ PHK di banyak sektor pekerjaan.

Kota Madiun yang terkenal sebagai kota perdagangan dan industri (Gadis) juga mengalami dampak yang diakibatkan oleh Covid-19. Di Madiun sendiri terdapat banyak industri baik BUMN maupun swasta diantaranya PT KAI, IMS, Sampoerna, Rejoagung, serta industri lainnya yang melakukan pengurangan pegawai besar-besaran. Tanpa terkecuali para penduduk Desa Banjarsari Kecamatan Madiun yang Sebagian besar bekerja sebagai pegawai lepas/kontrak.

Kondisi ini menyebabkan guncangan ekonomi pada sebagian besar penduduk karena hampir 80 persen pegawai lepas/kontrak diberhentikan untuk jangka waktu yang belum pasti. Banyak penduduk yang akhirnya harus beralih profesi menjadi petani atau bekerja serabutan demi tetap melangsungkan hidup. Banyak pula yang menganggur hingga saat ini.

Sebagai lembaga pendidikan yang wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Negeri Malang (UM) merespons kondisi di atas dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim pengabdian kepada masyarakat UM berupaya untuk meningkatkan perekonomian bagi para korban PHK dengan pelatihan pengelasan pembuatan rak bunga besi kekinian (instagramable) bagi warga Desa Banjarsari Kecamatan Madiun.

Pelatihan ini dimaksudkan agar para warga yang terkena PHK memiliki kemampuan untuk membuka suatu usaha. Salah satu usaha yang memiliki peluang adalah usaha rak bunga yang sedang menjadi tren selama masa pandemi.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada 29-30 Mei 2021 serta 5-6 Juni 2021.

Adapun tim dari kegiatan pengabdian ini yaitu Dr Widiyanti MPd; Riana Nurmalasari, SPd MPd; Dr Yoto MT M.Pd; Marsono SPdT, MPd, PhD. Mahasiswa yang terlibat pada kegiatan ini yaitu Fajar Tri Yulianto dan Bima Sakti Dwi Reyhan S. Pada kegiatan ini, tim pengabdian dari UM disambut dan didampingi oleh Kepala Desa Bapak Welly Subroto ST.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, para peserta cukup antusias dan bersemangat memperhatikan materi. Pada sesi praktik, seluruh peserta mencoba satu per satu untuk melakukan pengelasan. Pihak desa diwakili oleh bapak kepala desa berharap dengan adanya pelatihan pengelasan ini para warga dapat secara mandiri membuka usaha yang mampu menopang perekonomian pasca PHK. (rmcdik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/