alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

PkM Teknik Kimia Polinema Hibahkan Vacum Frying ke UMKM di Pandaan

MALANG – Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang melalui Ketua Tim PkM Dr Ir Prayitno, MT meraih kembali prestasinya dalam mendapatkan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) kompetitif nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek berupa Bimbingan Teknis Penerapan Teknologi Vacum Frying & Peningkatan Jaringan Pemasaran Pada UMKM Produsen Makanan Ringan (Kripik) di UD Favoriet – Pandaan, Pasuruan.

“PkM Kompetetitif Nasional merupakan program PkM dari Kemdikbudristek yang dikompetisikan secara nasional yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia, dan alhamdulilah kita dapat memenangkan kompetisi ini sehingga dapat berpartisipasi dan berbagi (share) ilmu untuk perbaikan dan pengembangan UMKM khususnya UMKM yang bergerak di bidang produksi makanan ringan (Kripik) UD Favoriet, Pandaan, Pasuruan,” Kata Prayitno.

Pandemi Covid-19 selama 2 tahun ini mengakibatkan banyaknya UMKM yang kolaps dan mati suri termasuk diantaranya adalah UD. Favoriet yang semula berjaya dalam memasarkan produk-produk aneka kripik (kripik pisang, kripik mente, kripik mangga, dan lainnya) di daerah Pasuruan, Malang, dan Sidoarjo kini berkurang omzetnya hingga 70%.

Namun dengan perbaikan perkembangan Covid-19 yang ditandai dengan penurunan level PPKM maka sangat tepat sekali bagi UD. Favoriet yang berkesempatan menjadi mitra PkM dari Jurusan Teknik Kimia–Polinema untuk berbenah diri, dimana melalui PkM Kemitraan ini UD. Favoriet mendapatkan bantuan hibah peralatan (vacum frying), pelatihan dan pembuatan sistem pemasaran online.

“Hibah peralatan dan pelatihan berproduksi menggunakan vacum frying bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas produk kripik sehingga rasa, bentuk dan warna kripik tetap terjaga seperti aslinya,” terangnya.

“Pelatihan GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) memberikan perubahan terhadap sistem produksi yang semula manual, kurang terstruktur dan kurang hygienis menjadi lebih baik dan lebih terjaga kesehatannya. Sedangkan pembuatan sistem pemasaran berbasis online diharapkan akan memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan omzet penjualan,” lanjutnya.

Sementara itu, Owner UD Favoriet Endri, mengatakan bahwa PkM Kompetitif Nasional dari Polinema kemitraannya dengan usaha yang dimiliki berlangsung selama hampir 8 bulan. Dalam kurun waktu tersebut banyak mengalami pasang surut dikarenakan penerapan PPKM.

“Namun demikian, dengan semangat yang tangguh untuk tumbuh yang dimiliki oleh owner UD. Favoriet, maka hasil PkM ini mulai dapat dirasakan manfaatnya dimana banyak pihak yang ingin melihat dan belajar tentang proses pembuatan kripik dengan menggunakan vacuum frying,” kata Endri.

“Bahkan beberapa mahasiswa dari PTS sekitar Pandaan ikut magang dan membantu memasarkan beberapa produk yang diproduksi oleh UD. Favoriet,” imbuhnya.

Menurutnya, keberhasilan mengelola usaha produksi kripik telah menjadikan dirinya sering diminta oleh Disperindag Kabupaten Pasuruan sebagai narasumber untuk berbagi ilmu pada beberapa UMKM. Sehingga pelaku usaha menengah kecil di Pasuruan bisa bangkit kembali dari keterpurukan akibat covid-19.

Penulis: Ruwiyanto

MALANG – Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang melalui Ketua Tim PkM Dr Ir Prayitno, MT meraih kembali prestasinya dalam mendapatkan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) kompetitif nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek berupa Bimbingan Teknis Penerapan Teknologi Vacum Frying & Peningkatan Jaringan Pemasaran Pada UMKM Produsen Makanan Ringan (Kripik) di UD Favoriet – Pandaan, Pasuruan.

“PkM Kompetetitif Nasional merupakan program PkM dari Kemdikbudristek yang dikompetisikan secara nasional yang diikuti oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia, dan alhamdulilah kita dapat memenangkan kompetisi ini sehingga dapat berpartisipasi dan berbagi (share) ilmu untuk perbaikan dan pengembangan UMKM khususnya UMKM yang bergerak di bidang produksi makanan ringan (Kripik) UD Favoriet, Pandaan, Pasuruan,” Kata Prayitno.

Pandemi Covid-19 selama 2 tahun ini mengakibatkan banyaknya UMKM yang kolaps dan mati suri termasuk diantaranya adalah UD. Favoriet yang semula berjaya dalam memasarkan produk-produk aneka kripik (kripik pisang, kripik mente, kripik mangga, dan lainnya) di daerah Pasuruan, Malang, dan Sidoarjo kini berkurang omzetnya hingga 70%.

Namun dengan perbaikan perkembangan Covid-19 yang ditandai dengan penurunan level PPKM maka sangat tepat sekali bagi UD. Favoriet yang berkesempatan menjadi mitra PkM dari Jurusan Teknik Kimia–Polinema untuk berbenah diri, dimana melalui PkM Kemitraan ini UD. Favoriet mendapatkan bantuan hibah peralatan (vacum frying), pelatihan dan pembuatan sistem pemasaran online.

“Hibah peralatan dan pelatihan berproduksi menggunakan vacum frying bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas produk kripik sehingga rasa, bentuk dan warna kripik tetap terjaga seperti aslinya,” terangnya.

“Pelatihan GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) memberikan perubahan terhadap sistem produksi yang semula manual, kurang terstruktur dan kurang hygienis menjadi lebih baik dan lebih terjaga kesehatannya. Sedangkan pembuatan sistem pemasaran berbasis online diharapkan akan memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan omzet penjualan,” lanjutnya.

Sementara itu, Owner UD Favoriet Endri, mengatakan bahwa PkM Kompetitif Nasional dari Polinema kemitraannya dengan usaha yang dimiliki berlangsung selama hampir 8 bulan. Dalam kurun waktu tersebut banyak mengalami pasang surut dikarenakan penerapan PPKM.

“Namun demikian, dengan semangat yang tangguh untuk tumbuh yang dimiliki oleh owner UD. Favoriet, maka hasil PkM ini mulai dapat dirasakan manfaatnya dimana banyak pihak yang ingin melihat dan belajar tentang proses pembuatan kripik dengan menggunakan vacuum frying,” kata Endri.

“Bahkan beberapa mahasiswa dari PTS sekitar Pandaan ikut magang dan membantu memasarkan beberapa produk yang diproduksi oleh UD. Favoriet,” imbuhnya.

Menurutnya, keberhasilan mengelola usaha produksi kripik telah menjadikan dirinya sering diminta oleh Disperindag Kabupaten Pasuruan sebagai narasumber untuk berbagi ilmu pada beberapa UMKM. Sehingga pelaku usaha menengah kecil di Pasuruan bisa bangkit kembali dari keterpurukan akibat covid-19.

Penulis: Ruwiyanto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/