alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Terganjal Passing Grade, Banyak Guru Tak Lolos Seleksi PPPK Tahap I

MALANG KOTA – Setelah sempat tertunda, jumlah calon guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lolos seleksi di wilayah Kota Malang dan Kota Batu mulai terlihat. Di jenjang SMA, SMK, dan SLB, hingga Minggu (10/10) tercatat sebanyak 260 guru yang lulus seleksi kompetensi pertama.

Namun Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu Drs Ema Sumiarti MSi menegaskan, jumlah tersebut masih sementara. Ema menuturkan, angka itu diperolehnya dari upaya jemput bola pendataan ke sekolah-sekolah sejak Jumat lalu. “Data masih sementara, banyak juga yang nggak lolos, datanya masih kami rekap,” beber Ema saat dikonfirmasi.

Terkait jumlah guru yang tak lolos, Ema masih enggan membeberkannya. Dia beralasan masih melakukan rekapitulasi guru yang lolos maupun tidak lolos. Namun, untuk sementara guru yang lolos menurutnya sudah bagus.

Alumnus SMAN 8 Malang itu menambahkan, pengumuman guru yang lolos seleksi kompetensi pertama bisa dilihat di website Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Namun data tersebut masih acak dan harus diolah kembali. Hal ini pula yang menyulitkan proses pendataan. “Karena hasil pengumuman masuk ke akun peserta masing-masing, ya kami harus jemput bola,” jelasnya.

Untuk peserta yang tak lolos seleksi kompetensi pertama, Ema mengimbau mereka supaya bisa mengikuti seleksi kompetensi tahap kedua. Mengingat Kemendikbud Ristek memberikan jatah tes hingga tiga kali bagi mereka yang gagal di tahap satu maupun dua. Khususnya bagi guru honorer yang telah mengabdi cukup lama. Untuk golongan tersebut, mereka bakal mendapat nilai afirmasi sebanyak 15 persen.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang Burhanuddin MPd juga menyarankan kepada guru yang tak lolos untuk bisa mengikuti seleksi kompetensi kedua. Sebelumnya dia telah memprediksi ada sejumlah guru yang tak lolos karena terganjal passing grade. “Pasing grade setiap mapel (mata pelajaran) berbeda, jadi kalau gak sampai ambang batas minimal otomatis bisa nggak lolos,” kata Burhan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 5 Malang itu menambahkan, setidaknya ada tiga aspek yang menjadi penilaian. Yakni manajerial, sosio, dan wawancara. Belum lagi terdapat nilai afirmasi bagi guru honorer yang telah lama mengabdi.

Menurut Burhanuddin, para guru yang gagal di seleksi tahap pertama tak perlu trauma untuk mencoba keberuntungannya. ”Jadi sebaiknya tetap semangat untuk daftar lagi. karena kesempatannya masih terbuka  lebar,” tambahnya.(adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Setelah sempat tertunda, jumlah calon guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lolos seleksi di wilayah Kota Malang dan Kota Batu mulai terlihat. Di jenjang SMA, SMK, dan SLB, hingga Minggu (10/10) tercatat sebanyak 260 guru yang lulus seleksi kompetensi pertama.

Namun Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu Drs Ema Sumiarti MSi menegaskan, jumlah tersebut masih sementara. Ema menuturkan, angka itu diperolehnya dari upaya jemput bola pendataan ke sekolah-sekolah sejak Jumat lalu. “Data masih sementara, banyak juga yang nggak lolos, datanya masih kami rekap,” beber Ema saat dikonfirmasi.

Terkait jumlah guru yang tak lolos, Ema masih enggan membeberkannya. Dia beralasan masih melakukan rekapitulasi guru yang lolos maupun tidak lolos. Namun, untuk sementara guru yang lolos menurutnya sudah bagus.

Alumnus SMAN 8 Malang itu menambahkan, pengumuman guru yang lolos seleksi kompetensi pertama bisa dilihat di website Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Namun data tersebut masih acak dan harus diolah kembali. Hal ini pula yang menyulitkan proses pendataan. “Karena hasil pengumuman masuk ke akun peserta masing-masing, ya kami harus jemput bola,” jelasnya.

Untuk peserta yang tak lolos seleksi kompetensi pertama, Ema mengimbau mereka supaya bisa mengikuti seleksi kompetensi tahap kedua. Mengingat Kemendikbud Ristek memberikan jatah tes hingga tiga kali bagi mereka yang gagal di tahap satu maupun dua. Khususnya bagi guru honorer yang telah mengabdi cukup lama. Untuk golongan tersebut, mereka bakal mendapat nilai afirmasi sebanyak 15 persen.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang Burhanuddin MPd juga menyarankan kepada guru yang tak lolos untuk bisa mengikuti seleksi kompetensi kedua. Sebelumnya dia telah memprediksi ada sejumlah guru yang tak lolos karena terganjal passing grade. “Pasing grade setiap mapel (mata pelajaran) berbeda, jadi kalau gak sampai ambang batas minimal otomatis bisa nggak lolos,” kata Burhan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMPN 5 Malang itu menambahkan, setidaknya ada tiga aspek yang menjadi penilaian. Yakni manajerial, sosio, dan wawancara. Belum lagi terdapat nilai afirmasi bagi guru honorer yang telah lama mengabdi.

Menurut Burhanuddin, para guru yang gagal di seleksi tahap pertama tak perlu trauma untuk mencoba keberuntungannya. ”Jadi sebaiknya tetap semangat untuk daftar lagi. karena kesempatannya masih terbuka  lebar,” tambahnya.(adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/