alexametrics
25.9C
Malang
Friday, 22 January 2021

Wali Kota Kukuhkan Dewan Pendidikan Kota Malang, Ini Tugasnya

MALANG KOTA – 11 anggota Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) Periode 2021-2025 dikukuhkan Wali Kota Malang, Senin (11/1). Salah satu fungsi yang akan dijalankan DPKM adalah sebagai mediator antara kebijakan Pemkot Malang dalam hal ini Dinas Pendidikan dengan murid dan walimurid.

Mereka adalah Dr H Nur Fajar Arief MPd (Dosen Unisma), Dr H Moh Sulthon (praktisi pendidikan), Dr H Sutaman MA (Dosen UIN Maulana Malik). Kemudian Dr H Harinoto MM (Dosen Unikama), Muchammad Fahazza ST (Pattiro), Dr Slamet MSi (Dosen Universitas Negeri Malang), Dr Hayat MSi (Unisma), Amelia MPsi, Dr Endang Sri Redjeki MS (Dosen UM).

Kemudian Dr Rahmadi Indra T (Dosen Universitas Jember) dan Dr Rer Pol Romy Hermawan SSos MAP (Dosen Universitas Brawijaya). Kesebelas orang tersebut telah mengalami seleksi panjang oleh Tim yang digawangi Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Masykuri Bakri MSi.

Walikota Malang Sutiaji menuturkan, jumlah anggota DPKM tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuannya, agar kinerja dewan ini bisa lebih maksimal.

“Tujuan agar Kota Malang sebagai smart city dapat terlaksana dengan baik. karena itu kami pilih 11 orang dari 28 yang mendaftar,” ujarnya.

Pengukuhan yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Wanedi dan Plt Kepala Disdikbud Kota Malang Siti Ratnawati SH MH, Senin (11/1).

Dalam kesempatan itu Sutiaji mengungkapkan meski angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang mengalami kenaikan di tahun 2020 namun angka lama belajar di kota pendidikan ini masih kurang dari 13 tahun.

Kondisi tersebut bisa diartikan, masih banyak siswa yang belum bisa menuntaskan pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Ini juga lah yang menjadi pekerja rumah bagi DPKM. Dia menyebutkan kualitas pendidikan menjadi salah satu tolak ukur bagi penilaian IPM suatu daerah.

“Sekarang kita baru masuk era 4.0 , sedangkan kota lain ada yang 5.0. Ke depannya, bukan hanya pelayanan pendidikan yang jadi goals utama namun pendidikan di Kota Malang harus punya ciri khas khusus,” tegas Sutiaji.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca