alexametrics
22.7 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Antisipasi Klaster Kampus, Senin Depan UB Kembali Kuliah Daring

MALANG KOTA – Perkuliahan hybrid (daring dan luring) yang digelar Universitas Brawijaya (UB) kenyatannya hanya bertahan sepekan. Karena kampus UB kembali menyelenggarakan perkuliahan full daring mulai Senin depan (14/2). Hal itu dituangkan dalam surat perintah Rektor UB nomor 2196/UN10/TU/2022 yang diteken kemarin (11/2).

Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Dr drh Aulanni’am DES menyampaikan, keputusan kembali menggelar perkuliahan daring karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Malang. Karena itu, sebagai langkah antisipasi penularan dan perlindungan terhadap warga UB, kegiatan perkuliahan kembali digelar daring. “Kebijakan kuliah daring ini dilakukan sambil menunggu perkembangan kasus Covid-19. Sampai ada masukan dari Satgas Covid-19 UB bahwa boleh kembali ke sistem perkuliahan hybrid,” ungkap Prof Aulanni’am.

HANYA SEPEKAN: Sesi perkuliahan hybrid yang digelar di Universitas Brawijaya awal pekan lalu. (andika/radar malang)

Kendati demikian, UB terus berupaya menekan naiknya angka penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus. Satgas Covid-19 UB terus aktif melakukan pemantauan, melacak, dan melaporkan kasus Covid-19 di universitas. Demikian juga Satuan Pengamanan Kampus diwajibkan melakukan penertiban kegiatan yang melanggar protokol kesehatan (prokes) di fasilitas publik yang ada di dalam kampus secara rutin.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid UB Prof Dr dr Sri Andarini MKes menuturkan, pihaknya menyediakan hotline khusus untuk melayani mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang terpapar Covid-19. Jika ada yang terpapar, pihaknya akan mengarahkan warga kampus sesuai indikasi, apakah harus isolasi mandiri di rumah, di isoter, atau perawatan lebih lanjut. “Satgas akan mengevaluasi setiap minggunya, jika memang kasus Covid-19 sudah melandai, akan dipertimbangkan lagi untuk kuliah hybrid,” terang Prof Andarini.

Seperti diketahui, lima fakultas UB sudah menyelenggarakan perkuliahan secara hybrid awal pekan lalu (7/2). Lima Fakultas tersebut adalah fakultas kedokteran (FK), fakultas ilmu budaya (FIB), fakultas ekonomi dan bisnis (FEB), fakultas ilmu administrasi (FIA) serta fakultas ilmu kesehatan (FIKES). Sementara, untuk fakultas lain sebenarnya dijadwalkan Senin (14/2) mendatang bakal mengawali kuliah hybrid.

Mekanisme perkuliahan digelar dengan memperhatikan prokes ketat. Sementara jumlah mahasiswa yang bisa mengikuti perkuliahan luring maksimal 25 persen dari kapasitas kelas. Sehingga dengan mekanisme itu, maksimal ada 10 mahasiswa per kelas. Selain itu, perkuliahan dilaksanakan dengan waktu maksimal selama 60 menit. Kemudian pada hari pertama kulaih hybrid, mereka yang mengikuti perkuliahan luring, wajib untuk menerapkan persyaratan tes Swab dengan hasil negatif. (adk/nay)

MALANG KOTA – Perkuliahan hybrid (daring dan luring) yang digelar Universitas Brawijaya (UB) kenyatannya hanya bertahan sepekan. Karena kampus UB kembali menyelenggarakan perkuliahan full daring mulai Senin depan (14/2). Hal itu dituangkan dalam surat perintah Rektor UB nomor 2196/UN10/TU/2022 yang diteken kemarin (11/2).

Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Dr drh Aulanni’am DES menyampaikan, keputusan kembali menggelar perkuliahan daring karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Malang. Karena itu, sebagai langkah antisipasi penularan dan perlindungan terhadap warga UB, kegiatan perkuliahan kembali digelar daring. “Kebijakan kuliah daring ini dilakukan sambil menunggu perkembangan kasus Covid-19. Sampai ada masukan dari Satgas Covid-19 UB bahwa boleh kembali ke sistem perkuliahan hybrid,” ungkap Prof Aulanni’am.

HANYA SEPEKAN: Sesi perkuliahan hybrid yang digelar di Universitas Brawijaya awal pekan lalu. (andika/radar malang)

Kendati demikian, UB terus berupaya menekan naiknya angka penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus. Satgas Covid-19 UB terus aktif melakukan pemantauan, melacak, dan melaporkan kasus Covid-19 di universitas. Demikian juga Satuan Pengamanan Kampus diwajibkan melakukan penertiban kegiatan yang melanggar protokol kesehatan (prokes) di fasilitas publik yang ada di dalam kampus secara rutin.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid UB Prof Dr dr Sri Andarini MKes menuturkan, pihaknya menyediakan hotline khusus untuk melayani mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang terpapar Covid-19. Jika ada yang terpapar, pihaknya akan mengarahkan warga kampus sesuai indikasi, apakah harus isolasi mandiri di rumah, di isoter, atau perawatan lebih lanjut. “Satgas akan mengevaluasi setiap minggunya, jika memang kasus Covid-19 sudah melandai, akan dipertimbangkan lagi untuk kuliah hybrid,” terang Prof Andarini.

Seperti diketahui, lima fakultas UB sudah menyelenggarakan perkuliahan secara hybrid awal pekan lalu (7/2). Lima Fakultas tersebut adalah fakultas kedokteran (FK), fakultas ilmu budaya (FIB), fakultas ekonomi dan bisnis (FEB), fakultas ilmu administrasi (FIA) serta fakultas ilmu kesehatan (FIKES). Sementara, untuk fakultas lain sebenarnya dijadwalkan Senin (14/2) mendatang bakal mengawali kuliah hybrid.

Mekanisme perkuliahan digelar dengan memperhatikan prokes ketat. Sementara jumlah mahasiswa yang bisa mengikuti perkuliahan luring maksimal 25 persen dari kapasitas kelas. Sehingga dengan mekanisme itu, maksimal ada 10 mahasiswa per kelas. Selain itu, perkuliahan dilaksanakan dengan waktu maksimal selama 60 menit. Kemudian pada hari pertama kulaih hybrid, mereka yang mengikuti perkuliahan luring, wajib untuk menerapkan persyaratan tes Swab dengan hasil negatif. (adk/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/