alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Galang Dana Korban Bencana, Mahasiswa Unikama Kumpulkan Rp 15 Juta

MALANG KOTA – Sejak musibah bencana melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah aksi turun ke jalan dapat dengan mudah ditemui di Kota Malang. Utamanya di persimpangan traffic light. Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).

Terhitung 40 organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang tergabung dalam Aliansi Ormawa Peduli NTT turun ke jalan untuk menggalang dana. Ketua 1 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unikama Abi Naga Parawansa mengatakan, penggalangan ini dilakukan dengan dua cara. ”Yang pertama dengan turun ke jalan, penggalangan dana juga kami lakukan dengan open donasi,” kata Abi.

Untuk open donasi, pihaknya menerima penyaluran bantuan berupa sembako, pakaian, selimut maupun uang tunai. Sementara, mahasiswa yang turun ke jalan, berpencar di lima titik. Yaitu di persimpangan traffic light Suhat, Dinoyo, Rampal, Jalan Dieng dan Janti.

Pihaknya tidak menargetkan seberapa banyak dana donasi yang berhasil dikumpulkan. Tetapi sejak turun ke jalan mulai Sabtu (10/4) dan Senin (12/4) serta open donasi yang dimulai sejak 6 April lalu sudah berhasil menampung dana sebesar Rp 15 juta.

“Untuk bencana yang ada di Malang sendiri sudah kami singgung saat evaluasi tadi. Kami akan tetap turun, tetapi tidak dalam beberapa hari ini, mengingat teman-teman muslim akan memasuki awal puasa. Mungkin minggu depan,” tandasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Sejak musibah bencana melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah aksi turun ke jalan dapat dengan mudah ditemui di Kota Malang. Utamanya di persimpangan traffic light. Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).

Terhitung 40 organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang tergabung dalam Aliansi Ormawa Peduli NTT turun ke jalan untuk menggalang dana. Ketua 1 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unikama Abi Naga Parawansa mengatakan, penggalangan ini dilakukan dengan dua cara. ”Yang pertama dengan turun ke jalan, penggalangan dana juga kami lakukan dengan open donasi,” kata Abi.

Untuk open donasi, pihaknya menerima penyaluran bantuan berupa sembako, pakaian, selimut maupun uang tunai. Sementara, mahasiswa yang turun ke jalan, berpencar di lima titik. Yaitu di persimpangan traffic light Suhat, Dinoyo, Rampal, Jalan Dieng dan Janti.

Pihaknya tidak menargetkan seberapa banyak dana donasi yang berhasil dikumpulkan. Tetapi sejak turun ke jalan mulai Sabtu (10/4) dan Senin (12/4) serta open donasi yang dimulai sejak 6 April lalu sudah berhasil menampung dana sebesar Rp 15 juta.

“Untuk bencana yang ada di Malang sendiri sudah kami singgung saat evaluasi tadi. Kami akan tetap turun, tetapi tidak dalam beberapa hari ini, mengingat teman-teman muslim akan memasuki awal puasa. Mungkin minggu depan,” tandasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru