alexametrics
21.8 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Masih Zona Merah, Kota Malang Tak Bisa Uji Coba Sekolah Tatap Muka?

MALANG KOTA – Rencana uji coba pembelajaran tatap muka tingkat SMA/SMK di Kota Malang agaknya belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Karena kebijakan pengganti pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu harus disesuaikan dengan status Kota Malang di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, Kota Malang masih berstatus zona merah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memang telah mengeluarkan edaran tentang rencana uji coba pembelajaran tatap muka terbatas jenjang SMA/SMK/SLB di Jawa Timur Minggu lalu (9/8). Tertuang dalam surat bernomor 420/11350/101.1/2020, uji coba akan dimulai 18 Agustus nanti. Namun, uji coba hanya berlaku untuk daerah yang berstatus zona kuning dan oranye saja.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang-Batu Dra Ema Sumiarti MSi memastikan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas SMA/SMK belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. ”Sementara untuk wilayah Kota Malang masih daring dulu, sembari sekolah-sekolah mempersiapkan fasilitas yang memenuhi protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Kota Malang memang sudah ada dua sekolah yang sudah launching sekolah tangguh. Yaitu SMAN 2 Malang dan SMAN 5 Malang. ”Yang jelas SMAN 2 Malang yang sudah siap karena di sana ada anak kelas percepatan yang sudah mulai masuk. Sedangkan untuk sekolah lain masih persiapan, semua sudah menyiapkan diri, pokoknya pada siaplah sewaktu-waktu kalau sudah memasuki zona oranye,” ujar dia.

Berbeda dengan SMA, adanya PJJ membuat SMK di Kota Malang kesulitan dalam pelajaran praktikum. Namun, karena Kota Malang masih masuk dalam zona merah, pihak sekolah masih tetap harus menunggu. Waka bidang Humas SMKN 6 Malang Fatah Nasikh mengatakan, adanya pembelajaran daring secara terus-menerus membuat pembelajaran tak optimal. Karena pada hakikatnya, SMK menyangkut skill yang hanya bisa diasah dengan praktik.
”Tetapi memang instruksi gubernur tersebut berlaku umum untuk SMA/SMK/PLKK. Padahal biasanya, surat edaran (SE) untuk SMK diatur secara lebih khusus, ini kan nggak positif karena SMA dan SMK berbeda,” ujar dia.

Dia menambahkan, banyak siswanya yang dahulu dari kelas X yang naik ke kelas XI belum menerima praktikum di laboratorium secara penuh. Karena mulai Maret lalu hingga Agustus ini PBM dilaksanakan daring karena pandemi. ”Kan kasihan, mereka yang tahun kedua ini harusnya sudah praktik kerja lapangan dan harus berhadapan dengan dunia usaha dan industri malah belum pernah sama sekali praktik di sekolah,” ungkapnya. Dia mencontohkan, seperti mata pelajaran tune-up mesin motor dan pengelasan tidak dapat dilakukan di rumah.

Karena itu, SMKN 6 Malang tengah bersiap apabila nanti sewaktu-waktu Kota Malang sudah memasuki zona oranye, pihaknya akan memaksimalkan praktikum bagi siswa-siswinya. Saat ini, SMKN 6 Malang tetap mempersiapkan fasilitas yang memenuhi protokol pencegahan Covid-19. ”Saat ini kami dahulukan guru-guru untuk tes serologi dan rapid test secara mandiri dulu,” tutupnya.

Sementara itu, dalam merintis sekolah tangguh, SMAN 2 Malang sudah menyiapkan diri, mulai dari sarana prasarana mendukung pencegahan Covid-19. Termasuk membentuk satgas siswa sebagai garda terdepan. Bahkan saat ini, SMAN 2 Malang telah melakukan uji coba untuk khusus siswa kelas percepatan.

Kepala SMAN 2 Malang Haryanto mengatakan, program sekolah tangguh ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan aman. Sekolah tangguh ini diinisiasi oleh para siswa yang tergabung dalam Satgas Covid-19. ”Kami berupaya membiasakan warga sekolah untuk menaati protokol kesehatan,” kata Haryanto.

Pewarta: Errica Vannie
Editor: Ahmad Yani

MALANG KOTA – Rencana uji coba pembelajaran tatap muka tingkat SMA/SMK di Kota Malang agaknya belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Karena kebijakan pengganti pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu harus disesuaikan dengan status Kota Malang di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, Kota Malang masih berstatus zona merah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memang telah mengeluarkan edaran tentang rencana uji coba pembelajaran tatap muka terbatas jenjang SMA/SMK/SLB di Jawa Timur Minggu lalu (9/8). Tertuang dalam surat bernomor 420/11350/101.1/2020, uji coba akan dimulai 18 Agustus nanti. Namun, uji coba hanya berlaku untuk daerah yang berstatus zona kuning dan oranye saja.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang-Batu Dra Ema Sumiarti MSi memastikan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas SMA/SMK belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. ”Sementara untuk wilayah Kota Malang masih daring dulu, sembari sekolah-sekolah mempersiapkan fasilitas yang memenuhi protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Kota Malang memang sudah ada dua sekolah yang sudah launching sekolah tangguh. Yaitu SMAN 2 Malang dan SMAN 5 Malang. ”Yang jelas SMAN 2 Malang yang sudah siap karena di sana ada anak kelas percepatan yang sudah mulai masuk. Sedangkan untuk sekolah lain masih persiapan, semua sudah menyiapkan diri, pokoknya pada siaplah sewaktu-waktu kalau sudah memasuki zona oranye,” ujar dia.

Berbeda dengan SMA, adanya PJJ membuat SMK di Kota Malang kesulitan dalam pelajaran praktikum. Namun, karena Kota Malang masih masuk dalam zona merah, pihak sekolah masih tetap harus menunggu. Waka bidang Humas SMKN 6 Malang Fatah Nasikh mengatakan, adanya pembelajaran daring secara terus-menerus membuat pembelajaran tak optimal. Karena pada hakikatnya, SMK menyangkut skill yang hanya bisa diasah dengan praktik.
”Tetapi memang instruksi gubernur tersebut berlaku umum untuk SMA/SMK/PLKK. Padahal biasanya, surat edaran (SE) untuk SMK diatur secara lebih khusus, ini kan nggak positif karena SMA dan SMK berbeda,” ujar dia.

Dia menambahkan, banyak siswanya yang dahulu dari kelas X yang naik ke kelas XI belum menerima praktikum di laboratorium secara penuh. Karena mulai Maret lalu hingga Agustus ini PBM dilaksanakan daring karena pandemi. ”Kan kasihan, mereka yang tahun kedua ini harusnya sudah praktik kerja lapangan dan harus berhadapan dengan dunia usaha dan industri malah belum pernah sama sekali praktik di sekolah,” ungkapnya. Dia mencontohkan, seperti mata pelajaran tune-up mesin motor dan pengelasan tidak dapat dilakukan di rumah.

Karena itu, SMKN 6 Malang tengah bersiap apabila nanti sewaktu-waktu Kota Malang sudah memasuki zona oranye, pihaknya akan memaksimalkan praktikum bagi siswa-siswinya. Saat ini, SMKN 6 Malang tetap mempersiapkan fasilitas yang memenuhi protokol pencegahan Covid-19. ”Saat ini kami dahulukan guru-guru untuk tes serologi dan rapid test secara mandiri dulu,” tutupnya.

Sementara itu, dalam merintis sekolah tangguh, SMAN 2 Malang sudah menyiapkan diri, mulai dari sarana prasarana mendukung pencegahan Covid-19. Termasuk membentuk satgas siswa sebagai garda terdepan. Bahkan saat ini, SMAN 2 Malang telah melakukan uji coba untuk khusus siswa kelas percepatan.

Kepala SMAN 2 Malang Haryanto mengatakan, program sekolah tangguh ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan aman. Sekolah tangguh ini diinisiasi oleh para siswa yang tergabung dalam Satgas Covid-19. ”Kami berupaya membiasakan warga sekolah untuk menaati protokol kesehatan,” kata Haryanto.

Pewarta: Errica Vannie
Editor: Ahmad Yani

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/