alexametrics
22.8 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Perkuat Ekonomi Nasional, BI Mengajar Gandeng UIN Maliki Malang

MALANG KOTA – Melalui program Bank Indonesia (BI) mengajar, BI menggandeng Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menggelar webinar, hari ini, Kamis (12/8). Membahas mengenai upaya memperkuat sinergi, inovasi, dan inklusivitas, meningkatkan kontribusi bagi perekonomian Nasional.

Webinar yang digelar melalui zoom meeting dan streaming youtube ini, menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya. Yakni, Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho.

Dalam pemaparannya, Azka Subhan menyampaikan bahwa BI memiliki tugas dan peran sentral secara umum disuatu negara, yakni untuk menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan stabilitas sistem pembayaran. Hal itu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkesinambungan, dan inklusif dalam rangka kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kehadiran BI sebagai bank sentral juga memiliki tujuan tunggal, yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa (inflasi), serta terhadap mata uang egara lain (nilai tukar).

“Dalam melaksanakan tugas pokoknya, BI menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem, serta menjaga stabilitas keuangan (makroprudensial),” beber Azka.

Azka melanjutkan, kebijakan moneter dilakukan untuk menetapkan sasaran dan pengelolaan moneter, serta pengendalian suku bunga. Untuk kebijakan makro prudensial dilakukan agar finansial stabil, dari intermediasi keuangan misalnya, UMKM. Kemudian, kebijakan sistem pembayaran, dilakukan untuk mendorong ekosistem digital baik untuk inklusivitas maupun produktivitas, menjaga servis level sistem pembayaran yang tinggi, dan memenuhi kebutuhan rupiah di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Azka memaparkan bahwa prospek ekonomi domestik membaik pada tahun 2021 dan 2022, apabila pemulihan ekonomi didukung oleh perbaikan ekonomi global, mobilitas dengan vaksinasi, stimulus fiskan dan moneter, serta dukungan kredit dan pembiayaan dari perbankan.

“Di tahun 2021 dan 2022 mendatang, pertumbuhan meningkat didorong kinerja ekspor, konsumsi dan investasi. Perkiraan kondisi ekonomi menunjukkan 3,5 sampai 4 persen dan tahun 2022 menunjukkan 4-6 persen, ini mengalami kenaikan dari yang sebelumnya tahun 2020 sangat rendah,” ujarnya.

Di tahun ini juga digitalisasi pembayaran meningkat. Pada Transaksi E-commerce 2021 ini mengalami peningkatan sebesar 48 persen dari yang sebelumnya 39 persen. Selain itu, transaksi digital melalui digital banking mencapi 30 persen dari yang sebelumnya 21 persen. Penggunaan uang elektronik juga meningkat 35 persen dari 32 persen.

Menurutnya, peningkatan ini terjadi akibat kondisi pandemi yang tak kunjung selesai ini. Sehingga orang membatasi dirinya untuk melakukan mobilisasi dengan orang di luar sana. “Ada hikmahnya juga dengan kondisi pandemi ini, kita semakin banyak belajar transaksi keuangan secara tidak tunai,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr M Zainuddin MA menyampaikan apresiasinya terhadap webinar ekonomi bersama BI kali ini.

“Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut. Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini semoga bisa dilanjutkan dalam event-event tertentu dan semoga program BI Mengajar bisa bermanfaat untuk negeri tercinta ini,” ujar Zainuddin dalam sambutannya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah (cj3)/David

MALANG KOTA – Melalui program Bank Indonesia (BI) mengajar, BI menggandeng Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menggelar webinar, hari ini, Kamis (12/8). Membahas mengenai upaya memperkuat sinergi, inovasi, dan inklusivitas, meningkatkan kontribusi bagi perekonomian Nasional.

Webinar yang digelar melalui zoom meeting dan streaming youtube ini, menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya. Yakni, Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan Aminurridho.

Dalam pemaparannya, Azka Subhan menyampaikan bahwa BI memiliki tugas dan peran sentral secara umum disuatu negara, yakni untuk menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan stabilitas sistem pembayaran. Hal itu dilakukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkesinambungan, dan inklusif dalam rangka kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kehadiran BI sebagai bank sentral juga memiliki tujuan tunggal, yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa (inflasi), serta terhadap mata uang egara lain (nilai tukar).

“Dalam melaksanakan tugas pokoknya, BI menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem, serta menjaga stabilitas keuangan (makroprudensial),” beber Azka.

Azka melanjutkan, kebijakan moneter dilakukan untuk menetapkan sasaran dan pengelolaan moneter, serta pengendalian suku bunga. Untuk kebijakan makro prudensial dilakukan agar finansial stabil, dari intermediasi keuangan misalnya, UMKM. Kemudian, kebijakan sistem pembayaran, dilakukan untuk mendorong ekosistem digital baik untuk inklusivitas maupun produktivitas, menjaga servis level sistem pembayaran yang tinggi, dan memenuhi kebutuhan rupiah di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Azka memaparkan bahwa prospek ekonomi domestik membaik pada tahun 2021 dan 2022, apabila pemulihan ekonomi didukung oleh perbaikan ekonomi global, mobilitas dengan vaksinasi, stimulus fiskan dan moneter, serta dukungan kredit dan pembiayaan dari perbankan.

“Di tahun 2021 dan 2022 mendatang, pertumbuhan meningkat didorong kinerja ekspor, konsumsi dan investasi. Perkiraan kondisi ekonomi menunjukkan 3,5 sampai 4 persen dan tahun 2022 menunjukkan 4-6 persen, ini mengalami kenaikan dari yang sebelumnya tahun 2020 sangat rendah,” ujarnya.

Di tahun ini juga digitalisasi pembayaran meningkat. Pada Transaksi E-commerce 2021 ini mengalami peningkatan sebesar 48 persen dari yang sebelumnya 39 persen. Selain itu, transaksi digital melalui digital banking mencapi 30 persen dari yang sebelumnya 21 persen. Penggunaan uang elektronik juga meningkat 35 persen dari 32 persen.

Menurutnya, peningkatan ini terjadi akibat kondisi pandemi yang tak kunjung selesai ini. Sehingga orang membatasi dirinya untuk melakukan mobilisasi dengan orang di luar sana. “Ada hikmahnya juga dengan kondisi pandemi ini, kita semakin banyak belajar transaksi keuangan secara tidak tunai,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr M Zainuddin MA menyampaikan apresiasinya terhadap webinar ekonomi bersama BI kali ini.

“Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut. Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini semoga bisa dilanjutkan dalam event-event tertentu dan semoga program BI Mengajar bisa bermanfaat untuk negeri tercinta ini,” ujar Zainuddin dalam sambutannya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah (cj3)/David

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/