alexametrics
26 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Bangun Sekolah Baru, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 27,5 Miliar

MALANG KOTA – Adanya sistem zonasi, membuat Kota Malang harus membangun 3 sekolah baru di daerah yang minim sekolah negeri. DPRD Kota Malang menyiapkan anggaran Rp 27,5 miliar untuk pembangunan tiga sekolah baru yang akan direalisasikan pada tahun 2021.

“Prioritas yang terlihat adalah pembangunan 3 SMP baru. Dari situ kemarin kita tambahkan lagi anggaran karena ada beberapa permasalahan. Salah satunya adalah di Mulyorejo, yang ternyata harus ada tambahan jembatan dan pembebasan lahan warga supaya jalan masuknya lebih strategis,” terang Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Wali kota Malang, Sutiaji mengatakan, usulan penambahan jumlah sekolah, utamanya SMP, sejatinya sesuai dengan permintaan masyarakat. Sutiaji menjelaskan, ada tiga daerah yang kekurangan ini merupakan permintaan masyarakat karena kurangnya SMP di 3 daerah. Yaitu Mulyorejo,Gadang, dan Polehan. Karena sistem zonasi saat ini, maka banyak siswa yang kesusahan untuk mendapatkan sekolah negeri di sana.

“Di satu sisi masyarakat nuntut semuanya bisa sekolah di negeri. Tapi ada sekolah-sekolah ( swasta) yang dilaksanakan oleh masyarakat juga harus kita berikan apresiasi. Sehingga kami akan meningkatkan BOSDA untuk sekolah swasta juga. Agar harapannya juga berimbang, swasta juga bisa kuat dan berkembang, sekolah negeri juga bisa mencukupi kebutuhan. Apalagi saat ini zonasi adalah sistem utamanya,” tandasnya dia.

Rencana pembangunan 3 SMP baru ini sebenarnya sudah dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang sejak tahun lalu. Namun pada tahun ajaran 2020/2021, pendaftaran ketiga sekolah baru itu sudah dibuka karena tingginya jumlah lulusan di sana.

Tetapi karena saat ini pembangunan 3 sekolah tersebut belum berjalan, maka ketiga sekolah itu harus menumpang di sekolah lain hingga pembangunan selesai. SMPN Mulyorejo menginduk di SMPN 15, lalu SMPN Gadang di SMPN 7, dan SMPN Polehan induknya di SMPN 21.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Adanya sistem zonasi, membuat Kota Malang harus membangun 3 sekolah baru di daerah yang minim sekolah negeri. DPRD Kota Malang menyiapkan anggaran Rp 27,5 miliar untuk pembangunan tiga sekolah baru yang akan direalisasikan pada tahun 2021.

“Prioritas yang terlihat adalah pembangunan 3 SMP baru. Dari situ kemarin kita tambahkan lagi anggaran karena ada beberapa permasalahan. Salah satunya adalah di Mulyorejo, yang ternyata harus ada tambahan jembatan dan pembebasan lahan warga supaya jalan masuknya lebih strategis,” terang Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Wali kota Malang, Sutiaji mengatakan, usulan penambahan jumlah sekolah, utamanya SMP, sejatinya sesuai dengan permintaan masyarakat. Sutiaji menjelaskan, ada tiga daerah yang kekurangan ini merupakan permintaan masyarakat karena kurangnya SMP di 3 daerah. Yaitu Mulyorejo,Gadang, dan Polehan. Karena sistem zonasi saat ini, maka banyak siswa yang kesusahan untuk mendapatkan sekolah negeri di sana.

“Di satu sisi masyarakat nuntut semuanya bisa sekolah di negeri. Tapi ada sekolah-sekolah ( swasta) yang dilaksanakan oleh masyarakat juga harus kita berikan apresiasi. Sehingga kami akan meningkatkan BOSDA untuk sekolah swasta juga. Agar harapannya juga berimbang, swasta juga bisa kuat dan berkembang, sekolah negeri juga bisa mencukupi kebutuhan. Apalagi saat ini zonasi adalah sistem utamanya,” tandasnya dia.

Rencana pembangunan 3 SMP baru ini sebenarnya sudah dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang sejak tahun lalu. Namun pada tahun ajaran 2020/2021, pendaftaran ketiga sekolah baru itu sudah dibuka karena tingginya jumlah lulusan di sana.

Tetapi karena saat ini pembangunan 3 sekolah tersebut belum berjalan, maka ketiga sekolah itu harus menumpang di sekolah lain hingga pembangunan selesai. SMPN Mulyorejo menginduk di SMPN 15, lalu SMPN Gadang di SMPN 7, dan SMPN Polehan induknya di SMPN 21.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/