alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Dirjen Pendidikan Vokasi Dorong Kasek SMK Bisa Sekelas Alex Ferguson

MALANG KOTA – Direktorat Jenderal Balai Besar Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendorong agar balai besar tak hanya mahir menggelar pelatihan dan membagikan sertifikat. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto ST MSc PhD mendorong agar pelatihan penjaminan mutu bisa membentuk kepala sekolah yang memiliki skill untuk menciptakan lulusan SMK yang berkompeten di bidangnya.

“Saya tidak akan terlalu gembira apabila pelatihan di Indonesia hanya menghasilkan sertifikat. Kami ingin balai besar yang kami andalkan bisa menciptakan kepala sekolah serta guru yang memang levelnya Alex Ferguson, Ia bisa menciptakan anak didik sekelas Ronaldo,” tegas Wikan.

Wikan menjelaskan, lulusan kompeten, tidak hanya menguasai hard skill, namun juga soft skill. Antara lain kemampuan komunikasi, bekerja sama dalam tim, kemampuan menerima perbedaan, berpikir kreatif, critical thinking, kemampuan presentasi hingga kemampuan berwirausaha.

Ia menegaskan, Dirjen Pendidikan Vokasi menargetkan 7 Balai Besar di Indonesia, termasuk di Malang harus punya dua tugas utama. Yakni mengembangkan Sumberdaya Manusia dengan cara training guru-guru SMK, kepala SMK serta instruktur pelatihan.

Untuk meningkatkan mutu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang menggelar diklat secara daring kepada 480 guru SMK. Diklat tersebut secara resmi dibuka sabtu pagi (10/10).

Dengan peningkatan mutu ini, pihaknya berharap kedepannya SMK bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang bisa dengan baik diterima didunia industri, maupun melanjutkan pendidikan hingga sarjana maupun magister terapan.

“Fungsi yang kedua adalah link and super match dengan industri dan dunia kerja. Balai Besar itu harus punya kemampuan untuk berjejaring dengan industri. Target lainnya adalah balai besar bisa mentraining ribuan guru dan kepala SMK sehingga, tidak hanya kuat dalam mengajar produktif tapi juga mampu mengembangkan lulusan yang benar-benar supermatch alias lulusan yang kompeten,” kata dia.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – Direktorat Jenderal Balai Besar Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendorong agar balai besar tak hanya mahir menggelar pelatihan dan membagikan sertifikat. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto ST MSc PhD mendorong agar pelatihan penjaminan mutu bisa membentuk kepala sekolah yang memiliki skill untuk menciptakan lulusan SMK yang berkompeten di bidangnya.

“Saya tidak akan terlalu gembira apabila pelatihan di Indonesia hanya menghasilkan sertifikat. Kami ingin balai besar yang kami andalkan bisa menciptakan kepala sekolah serta guru yang memang levelnya Alex Ferguson, Ia bisa menciptakan anak didik sekelas Ronaldo,” tegas Wikan.

Wikan menjelaskan, lulusan kompeten, tidak hanya menguasai hard skill, namun juga soft skill. Antara lain kemampuan komunikasi, bekerja sama dalam tim, kemampuan menerima perbedaan, berpikir kreatif, critical thinking, kemampuan presentasi hingga kemampuan berwirausaha.

Ia menegaskan, Dirjen Pendidikan Vokasi menargetkan 7 Balai Besar di Indonesia, termasuk di Malang harus punya dua tugas utama. Yakni mengembangkan Sumberdaya Manusia dengan cara training guru-guru SMK, kepala SMK serta instruktur pelatihan.

Untuk meningkatkan mutu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang menggelar diklat secara daring kepada 480 guru SMK. Diklat tersebut secara resmi dibuka sabtu pagi (10/10).

Dengan peningkatan mutu ini, pihaknya berharap kedepannya SMK bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang bisa dengan baik diterima didunia industri, maupun melanjutkan pendidikan hingga sarjana maupun magister terapan.

“Fungsi yang kedua adalah link and super match dengan industri dan dunia kerja. Balai Besar itu harus punya kemampuan untuk berjejaring dengan industri. Target lainnya adalah balai besar bisa mentraining ribuan guru dan kepala SMK sehingga, tidak hanya kuat dalam mengajar produktif tapi juga mampu mengembangkan lulusan yang benar-benar supermatch alias lulusan yang kompeten,” kata dia.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru