alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

UIN Mengabdi Latih Guru Mengajar Online Biar Siswa Tak Bosan

Di era pandemi saat ini, proses belajar mengajar tetap harus jalan. Hanya via daring (online). Padahal tak semua guru menguasai teknologi. Program UIN Mengabdi membantu para guru SDN 1 dan 2 Tlekung Kota Batu bisa mengajar jarak jauh itu.

Program Qoryah Thoyyibah UIN Malang

Sri Asih SPd, kepala SDN 01 dan 02 Tlekung berkali-kali menyampaikan rasa terima masih pada tim dosen UIN. Ini setelah tim yang beranggotakan Dr Esa Nur Wahyuni MPd dan beranggota Dr Retno Mangestuti MSi serta Iffat Maimunah MAg memberi pendampingan dan penguatan kompetensi pedagogi dan kepribadian guru-guru SDN 01 dan 02 Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pertengahan September lalu.
Para dosen itu juga secara telaten mengajari bagaimana menggunakan teknologi untuk mengajar secara daring. Sehingga guru yang mengajar maupun siswa sama-sama tidak bosan. Sehingga substansi materi bisa tersampaikan dengan baik.

Sementara dalam paparan materinya, Dr Esa mengatakan, penguatan kompetensi pedagogi guru ini agar mereka mendapatkan pengetahuan dan wawasan dalam melaksanakan pembelajaran online yang menyenangkan siswa. Para guru juga diajari praktik pengembangan bahan ajar dan media ajar yang berbasis teknologi. Juga ada penguatan pemahaman akan karakteristik anak-anak serta bagaimana membentuk perilaku positif anak-anak khususnya di masa pandemi.

Dari aspek psikologis, banyak guru yang mengalami kondisi tertekan dan emosi negatif lain, seperti jenuh, bingung, marah, dan stres akibat pandemi. ”Karena mereka harus berperan ganda, satu sisi sebagai guru, di sisi lain sebagai orang tua,” tandas Esa.

Sebagai guru dituntut profesional menjalankan tugas-tugasnya. Sedangkan sebagai orang tua harus mendampingi anak-anaknya sendiri dalam pembelajaran online. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan guru mengelola diri, maka diberikan pelatihan self management sebagai penguatan aspek kompetensi kepribadian. Kegiatan pelatihan penguatan guru ini juga dilandasi nilai-nilai spiritualitas-religiusitas, sebagai ciri dari program pengabdian Qaryah Thayyibah, yaitu program desa sejahtera secara lahir, mental, dan spiritual yang digagas oleh UIN Maliki Malang.

Sementara itu, Retno, salah satu guru, merasa sangat puas dengan program ini. Karena selain materinya menarik, para narasumber yang berwawasan keilmuan luas serta humoris sehingga pelatihan selama dua hari tidak melelahkan.

Di era pandemi saat ini, proses belajar mengajar tetap harus jalan. Hanya via daring (online). Padahal tak semua guru menguasai teknologi. Program UIN Mengabdi membantu para guru SDN 1 dan 2 Tlekung Kota Batu bisa mengajar jarak jauh itu.

Program Qoryah Thoyyibah UIN Malang

Sri Asih SPd, kepala SDN 01 dan 02 Tlekung berkali-kali menyampaikan rasa terima masih pada tim dosen UIN. Ini setelah tim yang beranggotakan Dr Esa Nur Wahyuni MPd dan beranggota Dr Retno Mangestuti MSi serta Iffat Maimunah MAg memberi pendampingan dan penguatan kompetensi pedagogi dan kepribadian guru-guru SDN 01 dan 02 Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pertengahan September lalu.
Para dosen itu juga secara telaten mengajari bagaimana menggunakan teknologi untuk mengajar secara daring. Sehingga guru yang mengajar maupun siswa sama-sama tidak bosan. Sehingga substansi materi bisa tersampaikan dengan baik.

Sementara dalam paparan materinya, Dr Esa mengatakan, penguatan kompetensi pedagogi guru ini agar mereka mendapatkan pengetahuan dan wawasan dalam melaksanakan pembelajaran online yang menyenangkan siswa. Para guru juga diajari praktik pengembangan bahan ajar dan media ajar yang berbasis teknologi. Juga ada penguatan pemahaman akan karakteristik anak-anak serta bagaimana membentuk perilaku positif anak-anak khususnya di masa pandemi.

Dari aspek psikologis, banyak guru yang mengalami kondisi tertekan dan emosi negatif lain, seperti jenuh, bingung, marah, dan stres akibat pandemi. ”Karena mereka harus berperan ganda, satu sisi sebagai guru, di sisi lain sebagai orang tua,” tandas Esa.

Sebagai guru dituntut profesional menjalankan tugas-tugasnya. Sedangkan sebagai orang tua harus mendampingi anak-anaknya sendiri dalam pembelajaran online. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan guru mengelola diri, maka diberikan pelatihan self management sebagai penguatan aspek kompetensi kepribadian. Kegiatan pelatihan penguatan guru ini juga dilandasi nilai-nilai spiritualitas-religiusitas, sebagai ciri dari program pengabdian Qaryah Thayyibah, yaitu program desa sejahtera secara lahir, mental, dan spiritual yang digagas oleh UIN Maliki Malang.

Sementara itu, Retno, salah satu guru, merasa sangat puas dengan program ini. Karena selain materinya menarik, para narasumber yang berwawasan keilmuan luas serta humoris sehingga pelatihan selama dua hari tidak melelahkan.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/