alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

PMM Kelompok 77 UMM Dampingi Digitalisasi UMKM di Pacitan

Tim mahasiswa UMM saat melakukan pendampingan digital promoting untuk UMKM di Desa Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.

RADAR MALANG – Branding produk UMKM menjadi salah satu perhatian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat menggelar Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Seperti yang dilakukan tim mahasiswa Kelompok 77 di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan bulan September lalu. Mereka membantu UMKM agar bisa mengoptimalkan penjualan produk lewat platform digital.

Pendampingan digital promoting dilakukan kepada UMKM Laily yang menghasilkan produk olahan minuman tradisional. Mulai dari jamu kunyit asem, beras kencur, temulawak gula aren, kunir asem hingga jahe merah. Produk yang tersedia dikemas dalam bentuk kemasan instan bubuk maupun minuman segar.

Selama ini, pemilik UMKM mengakui pemasaran produknya di platform digital belum maksimal. Padahal, keberadaan produk minuman tersebut banyak dicari masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19. ”Salah satu program kegiatan yang dilakukan para mahasiswa ini adalah pendampingan digital promoting terhadap UMKM yang berada di Desa Jeruk ini,” terang dosen pendamping Wahyu Andhyka Kusuma SKom MKom.

Para mahasiswa yang mengikuti PPM di bawah naungan Direkorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ini sudah melakukan kegiatan sejak 9 September lalu. Mereka adalah Muhammad Tsani (koordinator), Maulida Zuiyina, Desiliana, Calvino Surya dan Gilang Bagus.

Mereka berinisiatif mempromosikan produk melalui media sosial dengan membuat akun penjualan di Instagram dan Facebook. Para mahasiswa UMM juga mengedukasi bagaimana cara penggunaannya sekaligus proses editing agar tampilan produk seperti tampilan aslinya. ”Dengan digital promoting ini kami berharap dapat membantu UMKM dalam memasarkan produknya. Sekaligus bisa dikenal lebih luas olahan empon-empon serta dapat memaksimalkan penjualan produk di era pandemi ini.” terang Tsani. (cj6/nay/rmc)

Tim mahasiswa UMM saat melakukan pendampingan digital promoting untuk UMKM di Desa Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan.

RADAR MALANG – Branding produk UMKM menjadi salah satu perhatian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat menggelar Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Seperti yang dilakukan tim mahasiswa Kelompok 77 di Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan bulan September lalu. Mereka membantu UMKM agar bisa mengoptimalkan penjualan produk lewat platform digital.

Pendampingan digital promoting dilakukan kepada UMKM Laily yang menghasilkan produk olahan minuman tradisional. Mulai dari jamu kunyit asem, beras kencur, temulawak gula aren, kunir asem hingga jahe merah. Produk yang tersedia dikemas dalam bentuk kemasan instan bubuk maupun minuman segar.

Selama ini, pemilik UMKM mengakui pemasaran produknya di platform digital belum maksimal. Padahal, keberadaan produk minuman tersebut banyak dicari masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19. ”Salah satu program kegiatan yang dilakukan para mahasiswa ini adalah pendampingan digital promoting terhadap UMKM yang berada di Desa Jeruk ini,” terang dosen pendamping Wahyu Andhyka Kusuma SKom MKom.

Para mahasiswa yang mengikuti PPM di bawah naungan Direkorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ini sudah melakukan kegiatan sejak 9 September lalu. Mereka adalah Muhammad Tsani (koordinator), Maulida Zuiyina, Desiliana, Calvino Surya dan Gilang Bagus.

Mereka berinisiatif mempromosikan produk melalui media sosial dengan membuat akun penjualan di Instagram dan Facebook. Para mahasiswa UMM juga mengedukasi bagaimana cara penggunaannya sekaligus proses editing agar tampilan produk seperti tampilan aslinya. ”Dengan digital promoting ini kami berharap dapat membantu UMKM dalam memasarkan produknya. Sekaligus bisa dikenal lebih luas olahan empon-empon serta dapat memaksimalkan penjualan produk di era pandemi ini.” terang Tsani. (cj6/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/