alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Sisihkan 42 Tim Ditingkat Regional, Tim Robot UM Maju Level Nasional

MALANG KOTA – Tim robot Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersaing menjadi yang terbaik di pentas nasional. Lewat robot yang memiliki kemampuan search and rescue (SAR), mereka menjadi juara dua di ajang regional. Mereka melaju ke pentas nasional Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) tahun 2021.

Robot kreasi mahasiswa UMM ini diklaim mampu menghindari rintangan serta mematikan api. Tak hanya itu, robot canggih ini juga dapat mengidentifikasi dan menyelamatkan korban yang berada di dekat api. Robot autonomous tersebut juga bekerja tanpa operator serta tanpa garis penuntun.

Salah satu anggota tim Dome UMM Faizal Aditya mengatakan, KRSRI digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek. Untuk tahap regional, pemenangnya telah diumumkan 28 September lalu. Tim Dome UMM berhasil meraih juara dua tahap regional dari 42 tim yang mengikuti lomba.

“Pada kompetisi tahun ini, jalur lintasan diberikan rintangan yang lebih menantang. Hal ini dilakukan sebagai wujud lingkungan tak teratur yang biasa dihadapi robot SAR pada wilayah yang terjadi bencana,” bebernya.

Dalam event tersebut, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro itu bersama timnya mengikutsertakan robot berkaki empat yang dilengkapi gas untuk memadamkan api. Tak hanya itu, robot juga dilengkapi dengan gripper untuk menyelamatkan korban ke tempat yang lebih aman.

Dalam proses pembuatannya, sambung Faizal, tim membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. “Dalam proses pengerjaan, kami menghadapi beberapa kendala seperti robot kesulitan mendeteksi korban yang ingin diselamatkan. Karena tidak bisa mendeteksi, robot sempat error pada sesi kedua perlombaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kami memperbaiki kembali algoritma program pendeteksian korban untuk mengurangi kegagalan proses pendeteksian,” bebernya.

Faizal berharap ke depannya ia dan tim mampu mempertahankan juara tersebut di tingkat nasional yang digelar 12 Oktober mendatang. “Kami juga berharap dapat mempertahankan juara ini pada tahun berikutnya dengan rintangan maupun arena yang berbeda,” (cj5/nay/rmc)

MALANG KOTA – Tim robot Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah bersaing menjadi yang terbaik di pentas nasional. Lewat robot yang memiliki kemampuan search and rescue (SAR), mereka menjadi juara dua di ajang regional. Mereka melaju ke pentas nasional Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) tahun 2021.

Robot kreasi mahasiswa UMM ini diklaim mampu menghindari rintangan serta mematikan api. Tak hanya itu, robot canggih ini juga dapat mengidentifikasi dan menyelamatkan korban yang berada di dekat api. Robot autonomous tersebut juga bekerja tanpa operator serta tanpa garis penuntun.

Salah satu anggota tim Dome UMM Faizal Aditya mengatakan, KRSRI digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek. Untuk tahap regional, pemenangnya telah diumumkan 28 September lalu. Tim Dome UMM berhasil meraih juara dua tahap regional dari 42 tim yang mengikuti lomba.

“Pada kompetisi tahun ini, jalur lintasan diberikan rintangan yang lebih menantang. Hal ini dilakukan sebagai wujud lingkungan tak teratur yang biasa dihadapi robot SAR pada wilayah yang terjadi bencana,” bebernya.

Dalam event tersebut, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro itu bersama timnya mengikutsertakan robot berkaki empat yang dilengkapi gas untuk memadamkan api. Tak hanya itu, robot juga dilengkapi dengan gripper untuk menyelamatkan korban ke tempat yang lebih aman.

Dalam proses pembuatannya, sambung Faizal, tim membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. “Dalam proses pengerjaan, kami menghadapi beberapa kendala seperti robot kesulitan mendeteksi korban yang ingin diselamatkan. Karena tidak bisa mendeteksi, robot sempat error pada sesi kedua perlombaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kami memperbaiki kembali algoritma program pendeteksian korban untuk mengurangi kegagalan proses pendeteksian,” bebernya.

Faizal berharap ke depannya ia dan tim mampu mempertahankan juara tersebut di tingkat nasional yang digelar 12 Oktober mendatang. “Kami juga berharap dapat mempertahankan juara ini pada tahun berikutnya dengan rintangan maupun arena yang berbeda,” (cj5/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru