alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Ceramah di Masjid Agung Jombang, Ini Pesan Rektor Unisma

MALANG KOTA – Gema takbir berkumandang di telinga semua warga. Di hari suci yang jatuh pada Kamis (13/5) ini pula, Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri Bakri MSi menjadi penceramah di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang.

“Ada dua fitrah manusia, pertama Fitrah Mukhollaqoh  yaitu yang diciptakan oleh Allah pada manusia sejak awal kewujudannya, berupa potensi-potensi dasar, kecenderungan-kecenderungan positif pada diri manusia yang selanjutnya akan berkembang  menjadi potensi efektif dalam kehidupan sosial yang kompleks bila dapat dijaga (diselamatkan) dari pengaruh-pengaruh negatif  yang selalu ditemui dalam perjalanan hidupnya. Lalu Fitrah Munazzalah adalah fitrah yang diturunkan Allah sebagai blue print bimbingan hidup manusia yaitu berupa agama Allah yang memberikan pandangan,  petunjuk, pembeda, bimbingan agama  yang diturunkan oleh Allah SWT,” ucapnya kepada jamaah.

Keduanya merupakan hasil dari berpikir positif yang dilakukan selama Ramadan. “Mampu membuat perubahan atau peningkatan perilaku positif, dalam lingkungan pribadi maupun lingkungan sosial, sebagai buah puasa Ramadan,” imbuh Maskuri.

Meski dua hal itu disampaikan, prahara kekinian juga disampaikan yang berdampak pada amalan diatas. “Dampak sekarang era kompetitif dan penuh persaingan, mereka yang tidak mampu bersaing, maka akan tergulung dan ditelan zaman. Puasa dianggapnya sebagai ibadah formal yang mekanis, sehingga esensi ajarannya  terlupakan,” kata dia.

Namun hal itu menjadi pengecualian bagi beberapa orang. “Kecuali orang-orang yang beriman, berkualitas ilmu dan amal sholehnya, saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan menasihati supaya menetapi kebenaran. Insyaallah mereka ialah yang bermanfaat bagi sesama, agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya dalam ceramah saat itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Gema takbir berkumandang di telinga semua warga. Di hari suci yang jatuh pada Kamis (13/5) ini pula, Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri Bakri MSi menjadi penceramah di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang.

“Ada dua fitrah manusia, pertama Fitrah Mukhollaqoh  yaitu yang diciptakan oleh Allah pada manusia sejak awal kewujudannya, berupa potensi-potensi dasar, kecenderungan-kecenderungan positif pada diri manusia yang selanjutnya akan berkembang  menjadi potensi efektif dalam kehidupan sosial yang kompleks bila dapat dijaga (diselamatkan) dari pengaruh-pengaruh negatif  yang selalu ditemui dalam perjalanan hidupnya. Lalu Fitrah Munazzalah adalah fitrah yang diturunkan Allah sebagai blue print bimbingan hidup manusia yaitu berupa agama Allah yang memberikan pandangan,  petunjuk, pembeda, bimbingan agama  yang diturunkan oleh Allah SWT,” ucapnya kepada jamaah.

Keduanya merupakan hasil dari berpikir positif yang dilakukan selama Ramadan. “Mampu membuat perubahan atau peningkatan perilaku positif, dalam lingkungan pribadi maupun lingkungan sosial, sebagai buah puasa Ramadan,” imbuh Maskuri.

Meski dua hal itu disampaikan, prahara kekinian juga disampaikan yang berdampak pada amalan diatas. “Dampak sekarang era kompetitif dan penuh persaingan, mereka yang tidak mampu bersaing, maka akan tergulung dan ditelan zaman. Puasa dianggapnya sebagai ibadah formal yang mekanis, sehingga esensi ajarannya  terlupakan,” kata dia.

Namun hal itu menjadi pengecualian bagi beberapa orang. “Kecuali orang-orang yang beriman, berkualitas ilmu dan amal sholehnya, saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan menasihati supaya menetapi kebenaran. Insyaallah mereka ialah yang bermanfaat bagi sesama, agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya dalam ceramah saat itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru