alexametrics
30 C
Malang
Monday, 16 May 2022

Pemkab Siapkan Skema Beasiswa sebagai Pengganti Boskab

KABUPATEN- Bupati Malang H M. Sanusi mengakui bila tahun ini tidak ada alokasi Boskab untuk SD-SMP maupun MI-MTs swasta. Sebagai gantinya, Sanusi menyebut sudah ada program lain.

Namun, dia juga tidak berani berjanji. Sebab untuk pencairannya masih butuh persetujuan di tahap perubahan anggaran keuangan (PAK) 2022. ”Kalau nutut (anggarannya), bentuknya bukan Bosda. Tetapi nanti beasiswa terhadap siswa Kabupaten Malang setaraf SD dan SMP. Berlaku untuk swasta juga,” kata Sanusi kepada Jawa Pos Radar Malang di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, kemarin (12/5).

Ditambahkan Sanusi, saat ini juga tidak semua SD dan SMP negeri menerima Bosda. Karena itulah pihaknya membuat skema beasiswa untuk semua sekolah yang belum menerima Bosda. ”Kalau sekolah sudah menerima Bosda ya tidak bisa dapat lagi beasiswa ini,” terangnya. Meski demikian, Sanusi belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang akan dialokasikan untuk program beasiswa tersebut.

Baca  Juga:   https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/13/05/2022/dua-tahun-sekolah-sekolah-swasta-di-kabupaten-malang-tak-tersentuh-bosda/

Sebab semua plotting-nya masih digodok pemkab. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Rahmat Hardijono mengakui bila tahun ini ada anggaran Boskab senilai Rp 22,3 miliar. Namun jumlah itu hanya diplot untuk SD dan SMP negeri. ”Untuk data madrasah kan kewenangan Kementerian Agama, dan tidak masuk di dapodik (data pokok pendidikan). Setahu saya Kemenag sudah koordinasi dengan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah),” kata dia. Rahmat mengaku tidak bisa memastikan apakah kapasitas APBD Kabupaten Malang cukup untuk memenuhi Boskab sekolah negeri dan swasta.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  sejak digulirkan 2019 lalu, bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) atau Boskab hanya sekali saja menjangkau sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Malang. Itu pun hanya untuk empat bulan di tahun 2020 lalu. Setelah dua tahun tak tersentuh bantuan, segala upaya dilakukan sekolah-sekolah untuk menutupi biaya operasional. (fin/dre/adk/nif/by)

KABUPATEN- Bupati Malang H M. Sanusi mengakui bila tahun ini tidak ada alokasi Boskab untuk SD-SMP maupun MI-MTs swasta. Sebagai gantinya, Sanusi menyebut sudah ada program lain.

Namun, dia juga tidak berani berjanji. Sebab untuk pencairannya masih butuh persetujuan di tahap perubahan anggaran keuangan (PAK) 2022. ”Kalau nutut (anggarannya), bentuknya bukan Bosda. Tetapi nanti beasiswa terhadap siswa Kabupaten Malang setaraf SD dan SMP. Berlaku untuk swasta juga,” kata Sanusi kepada Jawa Pos Radar Malang di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, kemarin (12/5).

Ditambahkan Sanusi, saat ini juga tidak semua SD dan SMP negeri menerima Bosda. Karena itulah pihaknya membuat skema beasiswa untuk semua sekolah yang belum menerima Bosda. ”Kalau sekolah sudah menerima Bosda ya tidak bisa dapat lagi beasiswa ini,” terangnya. Meski demikian, Sanusi belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang akan dialokasikan untuk program beasiswa tersebut.

Baca  Juga:   https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/13/05/2022/dua-tahun-sekolah-sekolah-swasta-di-kabupaten-malang-tak-tersentuh-bosda/

Sebab semua plotting-nya masih digodok pemkab. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Rahmat Hardijono mengakui bila tahun ini ada anggaran Boskab senilai Rp 22,3 miliar. Namun jumlah itu hanya diplot untuk SD dan SMP negeri. ”Untuk data madrasah kan kewenangan Kementerian Agama, dan tidak masuk di dapodik (data pokok pendidikan). Setahu saya Kemenag sudah koordinasi dengan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah),” kata dia. Rahmat mengaku tidak bisa memastikan apakah kapasitas APBD Kabupaten Malang cukup untuk memenuhi Boskab sekolah negeri dan swasta.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  sejak digulirkan 2019 lalu, bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) atau Boskab hanya sekali saja menjangkau sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Malang. Itu pun hanya untuk empat bulan di tahun 2020 lalu. Setelah dua tahun tak tersentuh bantuan, segala upaya dilakukan sekolah-sekolah untuk menutupi biaya operasional. (fin/dre/adk/nif/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/