alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Manfaatkan Daun Pulai, Mahasiswa Polinema Bikin Disinfektan Alami

MALANG KOTA – Inovasi baru kembali dilahirkan oleh salah satu tim mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), tim tersebut melakukan riset mengenai efektifitas disinfektan alami dari daun pulai (Alstonia scholaris) untuk toilet umum.

Dibawah bimbingan Ade Sonya Suryandari ST MT M Sc, tim ini beranggotakan tiga mahasiswa. Mereka yakni Poppy Puspa Maya sebagai ketua tim, Fania Ayu Rahmadhani, dan Anisa Rahma Dewi sebagai anggota. Seluruhnya merupakan mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Kimia Industri. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Polinema dan Laboratorium Mikrobiologi SMKN 1 Pasuruan pada bulan Juni hingga Agustus 2021 ini.

Kebutuhan disinfektan di momen pandemi menjadi latar belakang utama tim dalam membuat inovasi baru ini. Menyemprotkan disinfektan pada benda yang paling sering disentuh dan digunakan banyak orang, seperti gagang pintu dan keran air di toilet umum sangat penting untuk mengurangi risiko penularan virus.

“Penggunaan bahan kimia sintetis pada disinfektan tidak aman dan menyisakan residu perusak lingkungan. Untuk itu, perlu digantikan dengan bahan alami, diantaranya daun pulai,” ujar Ketua Tim, Poppy Puspa Maya.

Penelitian ini dimulai dengan melakukan ekstraksi maserasi daun pulai dan distilasi untuk memperoleh ekstrak murni daun pulai. Kemudian dilakukan uji skrining fitokimia  sebagai analisis kualitatif. Ekstrak murni daun pulai dibuat larutan dengan berbagai variasi konsentrasi.

“Setelah itu dilakukan pembiakan bakteri yang diperoleh dari sampling  toilet umum SPBU pada media Lactose Brothyang diberi cakram disk paper dan diinjeksikan dengan ekstrak daun pulai. Selanjutnya dihitung zona hambat bakterinya untuk megetahui keefektifan ekstrak daun pulai,” jelas Fania.

Sebagai pembimbing tim, Ade Sonya Suryandari ST MT M Sc berharap agar PKM-RE ini dapat berlanjut. Khususnya analisa kandungan daun pulai secara kuantitatif dan produksi disinfektan alami dalam jumlah besar.

“Tidak menutup kemungkinan produk riset semacam ini berpotensi untuk memiliki nilai komersial dan menjadi produk unggulan karya mahasiswa. Penggunaan produk riset ini, kami upayakan untuk digunakan di Jurusan Teknik Kimia dan diharapkan dapat digunakan di lingkungan kampus Polinema,” katanya.

Melalui riset ini diharapkan masyarakat dapat lebih mempertimbangkan menggunakan disinfektan alami dibandingkan disinfektan sintensis yang mengandung bahan kimia berbahaya. (cj3/iik)

 

Pewarta : Roisyatul Mufidah

MALANG KOTA – Inovasi baru kembali dilahirkan oleh salah satu tim mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), tim tersebut melakukan riset mengenai efektifitas disinfektan alami dari daun pulai (Alstonia scholaris) untuk toilet umum.

Dibawah bimbingan Ade Sonya Suryandari ST MT M Sc, tim ini beranggotakan tiga mahasiswa. Mereka yakni Poppy Puspa Maya sebagai ketua tim, Fania Ayu Rahmadhani, dan Anisa Rahma Dewi sebagai anggota. Seluruhnya merupakan mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Kimia Industri. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Dasar Polinema dan Laboratorium Mikrobiologi SMKN 1 Pasuruan pada bulan Juni hingga Agustus 2021 ini.

Kebutuhan disinfektan di momen pandemi menjadi latar belakang utama tim dalam membuat inovasi baru ini. Menyemprotkan disinfektan pada benda yang paling sering disentuh dan digunakan banyak orang, seperti gagang pintu dan keran air di toilet umum sangat penting untuk mengurangi risiko penularan virus.

“Penggunaan bahan kimia sintetis pada disinfektan tidak aman dan menyisakan residu perusak lingkungan. Untuk itu, perlu digantikan dengan bahan alami, diantaranya daun pulai,” ujar Ketua Tim, Poppy Puspa Maya.

Penelitian ini dimulai dengan melakukan ekstraksi maserasi daun pulai dan distilasi untuk memperoleh ekstrak murni daun pulai. Kemudian dilakukan uji skrining fitokimia  sebagai analisis kualitatif. Ekstrak murni daun pulai dibuat larutan dengan berbagai variasi konsentrasi.

“Setelah itu dilakukan pembiakan bakteri yang diperoleh dari sampling  toilet umum SPBU pada media Lactose Brothyang diberi cakram disk paper dan diinjeksikan dengan ekstrak daun pulai. Selanjutnya dihitung zona hambat bakterinya untuk megetahui keefektifan ekstrak daun pulai,” jelas Fania.

Sebagai pembimbing tim, Ade Sonya Suryandari ST MT M Sc berharap agar PKM-RE ini dapat berlanjut. Khususnya analisa kandungan daun pulai secara kuantitatif dan produksi disinfektan alami dalam jumlah besar.

“Tidak menutup kemungkinan produk riset semacam ini berpotensi untuk memiliki nilai komersial dan menjadi produk unggulan karya mahasiswa. Penggunaan produk riset ini, kami upayakan untuk digunakan di Jurusan Teknik Kimia dan diharapkan dapat digunakan di lingkungan kampus Polinema,” katanya.

Melalui riset ini diharapkan masyarakat dapat lebih mempertimbangkan menggunakan disinfektan alami dibandingkan disinfektan sintensis yang mengandung bahan kimia berbahaya. (cj3/iik)

 

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/