alexametrics
21.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Beri Pesan Peserta Program MBKM, Rektor Unisma: Saatnya Belanja Ilmu

MALANG KOTA – Pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Islam Malang (Unisma) diikuti ratusan mahasiswa dan dosen. Pengumuman penerimaan sekaligus pelepasan peserta MBKM tersebut dilaksanakan secara daring, Senin (13/9) via Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof Dr H. Maskuri Bakri MSi memastikan mereka yang terpilih untuk mengikuti program tersebut akan mendapatkan banyak manfaat. “Ini sangat menyenangkan untuk pengembangan diri dan melatih tanggung jawab kepada sekitar. Nah, berkaitan dengan masa depan, kalau tidak disiapkan dari sekarang maka dia akan terbawa arus dinamika kehidupan karena tidak dapat mengendalikannya,” ucapnya.

Dalam program MBKM ini, Maskuri juga memberi pesan kepada dosen maupun mahasiswa untuk serius belanja ilmu. “Sekaranglah saatnya belanja ilmu dan masalah sebanyak-banyaknya sesuai minat dan bakat masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kerjasama Unisma Ronny Malafia Maddani SE MM menambahkan, ada empat program terkait MBKM yang digelar di Unisma. “Ada program Kampus Mengajar angkatan 2, pertukaran mahasiswa, magang dan studi independen bersertifikat. Semuanya sudah melalui tahap seleksi yang ketat di Kemenristek RI,” terangnya. Total ada 223 mahasiswa dan 42 dosen yang lolos tahap seleksi.

Untuk Program Kampus Mengajar, ada 180 civitas akademika yang berpartisipasi. “Rinciannya ada 26 dosen sebagai dosen pembimbing lapangan dan 154 mahasiswa,” sebut Ronny. Mereka berasal dari 12 program studi.

Sebanyak 128 mahasiswa bertugas di jenjang SD dan 24 lainnya di jenjang SMP yang tersebar di 10 daerah tujuan. Di antaranya Jatim, Jateng, Bali, Kalteng, Kaltim, Kepri, Lampung, NTB, NTT hingga Sultra.

Sementara itu, untuk program pertukaran diikuti oleh 247 mahasiswa. “47 mahasiswa Unisma mengikuti pertukaran angkatan 1 di 26 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sementara dari luar Unisma ada 200 yang datang dengan skema luring (44 orang) dan daring (156 orang),” tambah dia. Jumlah tersebut masih ditambah dengan dosen inbound Mata Kuliah (MK) sebanyak 13 orang dan 3 dosen Modul Nusantara (MN).

Untuk magang bersertifikat, ada enam mahasiswa yang diterima. “Mereka dari Prodi S1 Agrobisnis, Peternakan, Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia. Ini berjalan enam bulan menyesuaikan dengan lembaga mitra,” ucap Ronny.

Sementara untuk Studi Independen Bersertifikat ada 16 mahasiswa yang diterima. “Sama dengan magang, enam bulan menyesuaikan lembaga,” tambahnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Islam Malang (Unisma) diikuti ratusan mahasiswa dan dosen. Pengumuman penerimaan sekaligus pelepasan peserta MBKM tersebut dilaksanakan secara daring, Senin (13/9) via Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof Dr H. Maskuri Bakri MSi memastikan mereka yang terpilih untuk mengikuti program tersebut akan mendapatkan banyak manfaat. “Ini sangat menyenangkan untuk pengembangan diri dan melatih tanggung jawab kepada sekitar. Nah, berkaitan dengan masa depan, kalau tidak disiapkan dari sekarang maka dia akan terbawa arus dinamika kehidupan karena tidak dapat mengendalikannya,” ucapnya.

Dalam program MBKM ini, Maskuri juga memberi pesan kepada dosen maupun mahasiswa untuk serius belanja ilmu. “Sekaranglah saatnya belanja ilmu dan masalah sebanyak-banyaknya sesuai minat dan bakat masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kerjasama Unisma Ronny Malafia Maddani SE MM menambahkan, ada empat program terkait MBKM yang digelar di Unisma. “Ada program Kampus Mengajar angkatan 2, pertukaran mahasiswa, magang dan studi independen bersertifikat. Semuanya sudah melalui tahap seleksi yang ketat di Kemenristek RI,” terangnya. Total ada 223 mahasiswa dan 42 dosen yang lolos tahap seleksi.

Untuk Program Kampus Mengajar, ada 180 civitas akademika yang berpartisipasi. “Rinciannya ada 26 dosen sebagai dosen pembimbing lapangan dan 154 mahasiswa,” sebut Ronny. Mereka berasal dari 12 program studi.

Sebanyak 128 mahasiswa bertugas di jenjang SD dan 24 lainnya di jenjang SMP yang tersebar di 10 daerah tujuan. Di antaranya Jatim, Jateng, Bali, Kalteng, Kaltim, Kepri, Lampung, NTB, NTT hingga Sultra.

Sementara itu, untuk program pertukaran diikuti oleh 247 mahasiswa. “47 mahasiswa Unisma mengikuti pertukaran angkatan 1 di 26 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sementara dari luar Unisma ada 200 yang datang dengan skema luring (44 orang) dan daring (156 orang),” tambah dia. Jumlah tersebut masih ditambah dengan dosen inbound Mata Kuliah (MK) sebanyak 13 orang dan 3 dosen Modul Nusantara (MN).

Untuk magang bersertifikat, ada enam mahasiswa yang diterima. “Mereka dari Prodi S1 Agrobisnis, Peternakan, Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia. Ini berjalan enam bulan menyesuaikan dengan lembaga mitra,” ucap Ronny.

Sementara untuk Studi Independen Bersertifikat ada 16 mahasiswa yang diterima. “Sama dengan magang, enam bulan menyesuaikan lembaga,” tambahnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru