alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Tim Polinema Gelar Penyuluhan Deradikalisasi Islam di Sitirejo Wagir

MALANG – Tim pengabdian kepada masyaramat masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) gelar penyuluhan deradikalisasi pemahaman ajaran islam di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, 12 Juli 2021 silam. Hal ini dilaksanakan agar masyarakat paham akan bahaya radikalisme yang berkedok agama.

Tim pengabdian terdiri dari Sri Hudiarini, SH., MH; Drs. Fadloli, M.PdI; Ahmad Baha’uddin Almu’faro, S.PdI., M.PdI; Koesmarijanto, S.T, M.T dan diketuai Abdul Chalim, S.Ag., M.PdI.

Ketua tim pengabdian maskarakat, Abdul Chalim SAg MPdl mengatakan, penyuluhan dilakukan di Majelia Ta’lim Al-Khidmah yang dihadiri peserta sebanyak 50 orang.

“Kami memberikan bekal kepada masyarakat berupa pengetahuan tentang bahaya radikalisme yamg mengatasnamakan agama,” ujar Abdul.

Kemudian, dia melajutkan diberikan pula penyuluhan deradikalisasi pemahaman ajaran Islam pada masyarakat dan menekankan kepada warga bahwa Agama Islam merupakan agama yang mengusung konsep rahmatan lil alamin. Konsep ini diberikan, agar masyarakat khususnya di Wagir ini paham jika ada benih radikal muncul di sekitar lingkungan mereka.

“Para peserta yang datang sangat antusias, terjadi diskusi mengenai materi yang disajikan,” lanjutnya.

Dengan dilaksanakan penyuluhan ini dia berharap adanya pemahaman yang baik dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menangkal paham radikalisme yang ada di tengah masyarakat dengan cara kerja sama semua pihak.

“Menangkal radikalisme bukan hanya tanggung jawab pemangku jabatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu dan damai menuju bangsa yang makmur dan berkeadilan,” tutupnya.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Tim pengabdian kepada masyaramat masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) gelar penyuluhan deradikalisasi pemahaman ajaran islam di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, 12 Juli 2021 silam. Hal ini dilaksanakan agar masyarakat paham akan bahaya radikalisme yang berkedok agama.

Tim pengabdian terdiri dari Sri Hudiarini, SH., MH; Drs. Fadloli, M.PdI; Ahmad Baha’uddin Almu’faro, S.PdI., M.PdI; Koesmarijanto, S.T, M.T dan diketuai Abdul Chalim, S.Ag., M.PdI.

Ketua tim pengabdian maskarakat, Abdul Chalim SAg MPdl mengatakan, penyuluhan dilakukan di Majelia Ta’lim Al-Khidmah yang dihadiri peserta sebanyak 50 orang.

“Kami memberikan bekal kepada masyarakat berupa pengetahuan tentang bahaya radikalisme yamg mengatasnamakan agama,” ujar Abdul.

Kemudian, dia melajutkan diberikan pula penyuluhan deradikalisasi pemahaman ajaran Islam pada masyarakat dan menekankan kepada warga bahwa Agama Islam merupakan agama yang mengusung konsep rahmatan lil alamin. Konsep ini diberikan, agar masyarakat khususnya di Wagir ini paham jika ada benih radikal muncul di sekitar lingkungan mereka.

“Para peserta yang datang sangat antusias, terjadi diskusi mengenai materi yang disajikan,” lanjutnya.

Dengan dilaksanakan penyuluhan ini dia berharap adanya pemahaman yang baik dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menangkal paham radikalisme yang ada di tengah masyarakat dengan cara kerja sama semua pihak.

“Menangkal radikalisme bukan hanya tanggung jawab pemangku jabatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu dan damai menuju bangsa yang makmur dan berkeadilan,” tutupnya.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru