alexametrics
31C
Malang
Friday, 22 January 2021

Unisma Gagas Kampung Pesantren di Komplek Gribig

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang (Unisma) menggagas wisata baru di sisi timur Kota Malang, tepatnya di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Jika tidak ada aral, komplek makam Ki Ageng Gribig itu akan disulap menjadi kampung pesantren.

Rencana pembuatan wisata baru itu dipaparkan oleh Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi dalam pertemuan bersama Malang Peduli Demokrasi (MPD) kemarin (13/1). Pertemuan di lantai V rektorat Unisma itu dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) I Prof Drs H Junaidi MPd PhD dan Warek II Noor Shodiq Askandar SE MM.
Sementara dari unsur MPD, tampak Ketua MPD Imam Muslich didampingi beberapa anggotanya. Selain MPD, juga ada Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Religi Ki Ageng Gribig Agus Ahmad Saichu dan Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Malang Mahmudan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 15.30 itu, Maskuri menceritakan kronologi munculnya ide membangun wisata kampung pesantren. ”Saya sampaikan kepada wali kota, bahwa Kota Malang ini punya banyak potensi untuk mewujudkan Malang Bermartabat,” kata Maskuri mengawali ceritanya.

Apa saja? Dia menyabut sentra kuliner, keberadaan perguruan tinggi (PT), hingga peziarah di makam Ki Ageng Gribig. Kampus misalnya, dia mengatakan, bisa menerjunkan mahasiswanya untuk mengedukasi. ”Kami punya santri, bisa disuruh mengabdi. Namanya santri mengabdi. Cara berpakaiannya pun nanti akan kita bangun,” kata dia.

Sementara itu, pemerintah bisa memperbaiki infrastrukturnya. ”Unisma tidak punya kepentingan profit. Kampung pesantren ini nanti kita jadikan laboratoriumnya Unisma,” tutur pria yang dipercaya menjadi ketua Lajnah Siyasah atau panitia seleksi dari nahdliyin saat Pilbup Malang 2020 lalu itu.

Dia berharap, elemen masyarakat seperti MPD dan pokdarwis ikut bersama-sama mewujudkan gagasan tersebut. Maskuri mengakui, gagasan membangun kampung pesantren di komplek makam Ki Ageng Gribig itu sudah direspons positif oleh Wali Kota Sutiaji. Namun, katanya, pihaknya masih membutuhkan focus group discussion (FGD) untuk mematangkan konsep tersebut. ”Nanti kami bikin FGD secara terbatas ya,” kata Maskuri.

Dia yakin jika gagasannya membangun wisata kampung pesantren itu disetujui semua pihak, masyarakat di sekitar kompleks makam Ki Ageng Gribig akan merasakan manfaatnya. ”Perekonomian warga sekitar akan terdongkrak. Juga bisa menambah PAD (pendapatan asli daerah) kan?,” kata Maskuri optimistis.

Sementara itu, Ketua MPD Imam Muslich mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan DPRD Kota Malang terkait problem kemasyarakatan. Termasuk wisata religi Ki Ageng Gribig. ”Kami menyampaikan soal banjir, macet, dan wisata religi Ki Ageng Gribig,” kata Imam yang duduk di depan Maskuri itu.

Dalam komunikasi dengan legislator itu, Imam menyampaikan kendala dalam mewujudkan wisata religi di makam Ki Ageng Gribig. ”Kami diminta menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah. Informasinya sudah ada anggaran,” kata Imam.
Sebagai elemen masyarakat, Imam berkomitmen akan turut andil dalam mewujudkan wisata kampung pesantren tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Pokdarwis Wisata Religi Ki Ageng Gribig Agus Ahmad Saichu menyambut positif gagasan Maskuri. ”Kalau Pak Rektor (Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi) punya gagasan seperti itu (wisata kampung pesantren), ini menjadi amunisi bagi kami,” kata dia. (cho/dan)

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca