alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Usir Jenuh Belajar Daring, Ajak Anak ke Pasar Hewan Splendid, Malang

MALANG KOTA – Berbagai cara bisa menjadi alternatif bagi para orang tua untuk mengurangi kejenuhan putra-putrinya dalam pembelajaran daring. Seperti yang dilakukan Tutik Setiyowati, warga Kecamatan Wagir. Pasar Hewan Splendid dipilihnya sebagai tempat refreshing yang murah sekaligus edukatif bagi anaknya yang masih duduk di bangku TK.”Saya sering mengajak anak saya ke pasar. Salah satunya ya ke Pasar Hewan Splendid untuk melihat berbagai jenis hewan,” ujar Tutik.

Menurut dia, mengajak anaknya ke Splendid jauh lebih baik ketimbang membiarkan putranya disibukkan dengan smartphone. Karena dia bisa mengenalkan berbagai jenis hewan mulai dari mamalia, unggas, reptil, hingga hewan air seperti ikan hingga kura-kura. ”Masuk Splendid kan juga gratis, hewannya juga bermacam-macam. Kalau hanya dari HP kan tidak tahu (bentuk) aslinya,” jelas Tutik.

Terpisah, Koordinator Bidang 4 Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Malang Rose Iptriwulandhani SPsi MM menyebutkan, dalam situasi pandemi seperti sekarang orang tua tetap bisa mengajak liburan anak-anaknya. Tentunya harus tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. ”Pandemi Covid-19 yang masih menyerang tidak selalu merugikan untuk tumbuh kembang anak. Sesekali boleh mengajak keluar agar anak tidak jenuh,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Himpsi Cabang Malang Muhammad Salis Yuniardi PhD. Dia menyebutkan, harus ada terobosan yang dilakukan oleh orang tua dalam mendukung pembelajaran peserta didik. ”Tapi yang terpenting saat ini adalah membentuk kebiasaan anak untuk menggunakan masker. Bisa dengan jalan-jalan, tapi kalau keluar rumah harus pakai masker,” terangnya.

Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, ketaatan terhadap prokes menjadi hal yang urgen untuk diperhatikan. Perlu pemahaman khusus yang diberikan orang tua pada anak-anak untuk menaati prokes di sekolah. ”Mumpung masih punya waktu, dibiasakan dulu dari rumah kalau pergi pakai masker dan prosedur 3M kita harus diperhatikan, kemudian orang tua juga wajib memberi contoh untuk memperkuat pemahaman mereka,” pungkas Salis. (rmc/cho/iik)

MALANG KOTA – Berbagai cara bisa menjadi alternatif bagi para orang tua untuk mengurangi kejenuhan putra-putrinya dalam pembelajaran daring. Seperti yang dilakukan Tutik Setiyowati, warga Kecamatan Wagir. Pasar Hewan Splendid dipilihnya sebagai tempat refreshing yang murah sekaligus edukatif bagi anaknya yang masih duduk di bangku TK.”Saya sering mengajak anak saya ke pasar. Salah satunya ya ke Pasar Hewan Splendid untuk melihat berbagai jenis hewan,” ujar Tutik.

Menurut dia, mengajak anaknya ke Splendid jauh lebih baik ketimbang membiarkan putranya disibukkan dengan smartphone. Karena dia bisa mengenalkan berbagai jenis hewan mulai dari mamalia, unggas, reptil, hingga hewan air seperti ikan hingga kura-kura. ”Masuk Splendid kan juga gratis, hewannya juga bermacam-macam. Kalau hanya dari HP kan tidak tahu (bentuk) aslinya,” jelas Tutik.

Terpisah, Koordinator Bidang 4 Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Cabang Malang Rose Iptriwulandhani SPsi MM menyebutkan, dalam situasi pandemi seperti sekarang orang tua tetap bisa mengajak liburan anak-anaknya. Tentunya harus tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. ”Pandemi Covid-19 yang masih menyerang tidak selalu merugikan untuk tumbuh kembang anak. Sesekali boleh mengajak keluar agar anak tidak jenuh,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Himpsi Cabang Malang Muhammad Salis Yuniardi PhD. Dia menyebutkan, harus ada terobosan yang dilakukan oleh orang tua dalam mendukung pembelajaran peserta didik. ”Tapi yang terpenting saat ini adalah membentuk kebiasaan anak untuk menggunakan masker. Bisa dengan jalan-jalan, tapi kalau keluar rumah harus pakai masker,” terangnya.

Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, ketaatan terhadap prokes menjadi hal yang urgen untuk diperhatikan. Perlu pemahaman khusus yang diberikan orang tua pada anak-anak untuk menaati prokes di sekolah. ”Mumpung masih punya waktu, dibiasakan dulu dari rumah kalau pergi pakai masker dan prosedur 3M kita harus diperhatikan, kemudian orang tua juga wajib memberi contoh untuk memperkuat pemahaman mereka,” pungkas Salis. (rmc/cho/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/