alexametrics
29.9 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Kampus Swasta di Malang Ini Beri Diskon UKT Mahasiswa

MALANG KOTA – Tak hanya kampus negeri, sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Malang juga mengucurkan diskon uang kuliah tunggal (UKT). Seperti kebijakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Merdeka (Unmer). Opsi keringanan itu untuk mahasiswa tingkat akhir.

Di UMM, ada sejumlah kebijakan yang harus dilakukan mahasiswa tingkat akhir agar mendapat keringanan. Yang terbaru, yakni rencana keringanan untuk mahasiswa akhir yang hanya tinggal menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Rencana pemberian keringanan itu berupa potongan SPP sebesar 50 persen dengan mengajukan ke bagian keuangan.

”Bantuan keringanan untuk mahasiswa reguler juga ada, namun tidak diinformasikan secara umum. Silakan langsung ke bagian keuangan saja,” papar Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Dr Saiman MSi kemarin (13/7).

Pembayaran keringanan SPP untuk mahasiswa UMM biasa dilaksanakan dengan skema bertahap. Terkait bantuan berupa penundaan dan keringanan sudah pernah direalisasikan kepada mahasiswa baru pada tahun lalu. Keringanan itu berupa pemotongan SPP sebesar Rp 1 juta. Potongan tersebut digunakan untuk pemberian kuota belajar.

Namun, keringanan pembayaran SPP tersebut masih menunggu update lagi. Sebab, bisa saja mekanisme pembayarannya berubah. Tak hanya itu, mahasiswa UMM saat ini juga mayoritas masih melangsungkan kuliah.

”Mahasiswa yang skripsi diharapkan memaksimalkan kesempatan ini (keringanan UKT), apalagi untuk mahasiswa yang sudah mengalami perpanjangan semester,” kata Saiman.

Dia menambahkan, setiap tahunnya UMM mengalami kenaikan SPP. Hal itu dianggapnya lumrah. Namun, kenaikan tersebut bisa ditoleransi. Yakni dengan mengajukan keringanan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Unmer Malang. Kepala Humas Unmer, Dr Ana Mariani SSos MSi mengatakan, pihaknya berencana memberikan diskon 25 persen untuk seluruh mahasiswanya. Namun, hal itu berubah berdasarkan kondisi mahasiswa ketika mengajukan keringanan. ”Keringanan yang diberikan nanti disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa yang mengajukan,” ujarnya.

Hingga kini keringanan tersebut belum direalisasikan. Sebab, pihaknya masih melakukan ujian akhir semester (UAS). Setelah itu, kebijakan potongan 25 persen tanpa syarat akan diberlakukan oleh Unmer.

Ana menambahkan, keringanan lain yang diberikan Unmer yakni penundaan pembayaran UKT. Untuk mendapatkannya, mahasiswa cukup mendatangi bagian keuangan dan mengisi formulir yang telah disediakan. Bentuk penurunan UKT di Unmer tidak terpaku dengan berapa persen aspek potongan yang diberikan.

”Secara keseluruhan Insya Allah pengajuan akan diterima dan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Tentunya Unmer sangat memahami kondisi pandemi seperti saat ini,” sambungnya. (rmc/adn/cj4/c1/dan)

MALANG KOTA – Tak hanya kampus negeri, sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Malang juga mengucurkan diskon uang kuliah tunggal (UKT). Seperti kebijakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Merdeka (Unmer). Opsi keringanan itu untuk mahasiswa tingkat akhir.

Di UMM, ada sejumlah kebijakan yang harus dilakukan mahasiswa tingkat akhir agar mendapat keringanan. Yang terbaru, yakni rencana keringanan untuk mahasiswa akhir yang hanya tinggal menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Rencana pemberian keringanan itu berupa potongan SPP sebesar 50 persen dengan mengajukan ke bagian keuangan.

”Bantuan keringanan untuk mahasiswa reguler juga ada, namun tidak diinformasikan secara umum. Silakan langsung ke bagian keuangan saja,” papar Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Dr Saiman MSi kemarin (13/7).

Pembayaran keringanan SPP untuk mahasiswa UMM biasa dilaksanakan dengan skema bertahap. Terkait bantuan berupa penundaan dan keringanan sudah pernah direalisasikan kepada mahasiswa baru pada tahun lalu. Keringanan itu berupa pemotongan SPP sebesar Rp 1 juta. Potongan tersebut digunakan untuk pemberian kuota belajar.

Namun, keringanan pembayaran SPP tersebut masih menunggu update lagi. Sebab, bisa saja mekanisme pembayarannya berubah. Tak hanya itu, mahasiswa UMM saat ini juga mayoritas masih melangsungkan kuliah.

”Mahasiswa yang skripsi diharapkan memaksimalkan kesempatan ini (keringanan UKT), apalagi untuk mahasiswa yang sudah mengalami perpanjangan semester,” kata Saiman.

Dia menambahkan, setiap tahunnya UMM mengalami kenaikan SPP. Hal itu dianggapnya lumrah. Namun, kenaikan tersebut bisa ditoleransi. Yakni dengan mengajukan keringanan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Unmer Malang. Kepala Humas Unmer, Dr Ana Mariani SSos MSi mengatakan, pihaknya berencana memberikan diskon 25 persen untuk seluruh mahasiswanya. Namun, hal itu berubah berdasarkan kondisi mahasiswa ketika mengajukan keringanan. ”Keringanan yang diberikan nanti disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa yang mengajukan,” ujarnya.

Hingga kini keringanan tersebut belum direalisasikan. Sebab, pihaknya masih melakukan ujian akhir semester (UAS). Setelah itu, kebijakan potongan 25 persen tanpa syarat akan diberlakukan oleh Unmer.

Ana menambahkan, keringanan lain yang diberikan Unmer yakni penundaan pembayaran UKT. Untuk mendapatkannya, mahasiswa cukup mendatangi bagian keuangan dan mengisi formulir yang telah disediakan. Bentuk penurunan UKT di Unmer tidak terpaku dengan berapa persen aspek potongan yang diberikan.

”Secara keseluruhan Insya Allah pengajuan akan diterima dan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Tentunya Unmer sangat memahami kondisi pandemi seperti saat ini,” sambungnya. (rmc/adn/cj4/c1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/