alexametrics
22.4 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

PKM FIA UB Berikan Pelatihan Digitalpreneur UMKM Binaan Yayasan Semain

MALANG – Upaya meningkatkan produktifitas terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya di Aula Desa Gading Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Sabtu (13/8/2022).

 

Sejumlah 30 peserta pelaku usaha binaan Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia di Desa Gading, sangat antusias mengikuti rangkaian acara bertajuk pendampingan UMKM Produktif dalam penyususnan rencana usaha melalui digital Preneur.

 

Ketua Tim PKM FIA Universitas Brawijaya Malang Prof. Abdul Hakim, M.Si mengatakan bahwa keberadaan usaha mikro kecil dan menengah terhadap keberlangsungan hidup dalam menopang perekonomian nasional di Indonesia sangat besar, untuk itu peran dan pelaku UMKM tidak bisa di anggap remeh.

 

“Sekarang sudah tercatat 19 juta UMKM ekonomi digital, Pak Menterinya menargetkan 30 juta UMKM masuk ke system ekonomi digital, dari 19 juta yang sudah masuk tersebut omset totalnya mencapai 500 sampai dengan 600 Trilyun.” Kata Abdul Hakim.

 

Profesor kelahiran Sumbawa tersebut juga bercerita bahwa dirinya juga berasal dari keluarga sederhana, orang tuanya juga pelaku UMKM, yang menjual aneka kebutuhan pokok.

 

Tim PKM FIA UB terdiri dari Prof. Abdul Hakim, M.Si selaku ketua tim dan beberapa dosen yang juga memberikan materi pelatihan diantaranya adalah Dr. Endah Setyowati, M.Si dan Agustina Salama, MM serta Dio Fandi Hermasyah, SAP.

 

Acara nampak istimewa pasalnya pada saat acara sudah selesai, Tim PKM FIA UB membagi-bagikan door prize dan seluruh produk display dagangan yang dibawa para pelaku umkm di beli semuanya oleh Prof. Abdul Hakim, M.Si.

 

 

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia Ruwiyanto berharap pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh PKM UB tidak berhenti pasca pelatihan selesai, namun adanya kesinambungan program sehingga memiliki dampak yang lebih baik.

 

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh tim yang tergabung dalam PKM FIA UB, atas berkenannya membantu pelaku UMKM binaan kami, semoga menjadi program berkelanjutan sehingga para pelaku usaha binaan kami bisa berhasil sesuai dengan harapan bersama.” Kata Ruwiyanto.

 

 

Menurut Ruwiyanto, masih banyak pelaku UMKM binaanya yang belum bisa memaksimalkan keberadaan jaringan digital, sehingga perlu adanya program sinergi berkelanjutan.

MALANG – Upaya meningkatkan produktifitas terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya di Aula Desa Gading Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Sabtu (13/8/2022).

 

Sejumlah 30 peserta pelaku usaha binaan Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia di Desa Gading, sangat antusias mengikuti rangkaian acara bertajuk pendampingan UMKM Produktif dalam penyususnan rencana usaha melalui digital Preneur.

 

Ketua Tim PKM FIA Universitas Brawijaya Malang Prof. Abdul Hakim, M.Si mengatakan bahwa keberadaan usaha mikro kecil dan menengah terhadap keberlangsungan hidup dalam menopang perekonomian nasional di Indonesia sangat besar, untuk itu peran dan pelaku UMKM tidak bisa di anggap remeh.

 

“Sekarang sudah tercatat 19 juta UMKM ekonomi digital, Pak Menterinya menargetkan 30 juta UMKM masuk ke system ekonomi digital, dari 19 juta yang sudah masuk tersebut omset totalnya mencapai 500 sampai dengan 600 Trilyun.” Kata Abdul Hakim.

 

Profesor kelahiran Sumbawa tersebut juga bercerita bahwa dirinya juga berasal dari keluarga sederhana, orang tuanya juga pelaku UMKM, yang menjual aneka kebutuhan pokok.

 

Tim PKM FIA UB terdiri dari Prof. Abdul Hakim, M.Si selaku ketua tim dan beberapa dosen yang juga memberikan materi pelatihan diantaranya adalah Dr. Endah Setyowati, M.Si dan Agustina Salama, MM serta Dio Fandi Hermasyah, SAP.

 

Acara nampak istimewa pasalnya pada saat acara sudah selesai, Tim PKM FIA UB membagi-bagikan door prize dan seluruh produk display dagangan yang dibawa para pelaku umkm di beli semuanya oleh Prof. Abdul Hakim, M.Si.

 

 

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Sedekah Masyarakat Indonesia Ruwiyanto berharap pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh PKM UB tidak berhenti pasca pelatihan selesai, namun adanya kesinambungan program sehingga memiliki dampak yang lebih baik.

 

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh tim yang tergabung dalam PKM FIA UB, atas berkenannya membantu pelaku UMKM binaan kami, semoga menjadi program berkelanjutan sehingga para pelaku usaha binaan kami bisa berhasil sesuai dengan harapan bersama.” Kata Ruwiyanto.

 

 

Menurut Ruwiyanto, masih banyak pelaku UMKM binaanya yang belum bisa memaksimalkan keberadaan jaringan digital, sehingga perlu adanya program sinergi berkelanjutan.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/