alexametrics
20.6 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat, UMM Gelar Wisuda Offline

MALANG KOTA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan wisuda offline di masa Pandemi Covid-19. Dengan tetap menghadirkan wisudawan dan wisudawati yang berjumlah 812 orang. Wisuda digelar selama tiga hari, mulai hari ini (14/9) hingga Rabu (16/9) di Dome UMM, dengan jumlah peserta per hari sebanyak 269, 256 dan 288 orang.

Tidak hanya dilakukan secara luring. Prosesi wisuda tersebut juga digelar secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Pasalnya tidak semua peserta wisuda periode II bisa mengikuti prosesi wisuda secara luring tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya, peserta wisuda harus melakukan rapid test di daerahnya dan hanya hasil rapid test harus negatif (non reaktif).

Hari ini, jumlah wisudawan dan wisudawati yang mengikuti prosesi wisuda sebanyak 268 orang dari FAI FEB FPP FPsi. Dari jumlah tersebut, wisudawan yang mengikuti secara luring berjumlah 209 orang, sisanya mengikuti prosesi wisuda secara online.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan dan wisudawati hanya dibatasi dengan kuota 50 persen dari kapasitas maksimalnya. Suhu tubuh penumpang kendaraan juga tidak boleh melebihi batas maksimal, yakni 37,8 derajat Celcius. Baik wisudawan, wisudawati, pengantar, dan orang-orang yang hadir, wajib mengenakan masker selama kegiatan prosesi wisuda.

Rektor UMM Dr Fauzan M Pd mengungkapkan, alasannya diadakan prosesi wisuda secara offline dan online itu adalah adanya perasaan yang hilang jika prosesi wisuda hanya dilakukan secara online atau daring. “Saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM, disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru. Demikian sama halnya saat UMM melepas mereka,” katanya.

Pewarta: Ilmi

MALANG KOTA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan wisuda offline di masa Pandemi Covid-19. Dengan tetap menghadirkan wisudawan dan wisudawati yang berjumlah 812 orang. Wisuda digelar selama tiga hari, mulai hari ini (14/9) hingga Rabu (16/9) di Dome UMM, dengan jumlah peserta per hari sebanyak 269, 256 dan 288 orang.

Tidak hanya dilakukan secara luring. Prosesi wisuda tersebut juga digelar secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Pasalnya tidak semua peserta wisuda periode II bisa mengikuti prosesi wisuda secara luring tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya, peserta wisuda harus melakukan rapid test di daerahnya dan hanya hasil rapid test harus negatif (non reaktif).

Hari ini, jumlah wisudawan dan wisudawati yang mengikuti prosesi wisuda sebanyak 268 orang dari FAI FEB FPP FPsi. Dari jumlah tersebut, wisudawan yang mengikuti secara luring berjumlah 209 orang, sisanya mengikuti prosesi wisuda secara online.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan dan wisudawati hanya dibatasi dengan kuota 50 persen dari kapasitas maksimalnya. Suhu tubuh penumpang kendaraan juga tidak boleh melebihi batas maksimal, yakni 37,8 derajat Celcius. Baik wisudawan, wisudawati, pengantar, dan orang-orang yang hadir, wajib mengenakan masker selama kegiatan prosesi wisuda.

Rektor UMM Dr Fauzan M Pd mengungkapkan, alasannya diadakan prosesi wisuda secara offline dan online itu adalah adanya perasaan yang hilang jika prosesi wisuda hanya dilakukan secara online atau daring. “Saat orang tua yang mengantarkan anaknya untuk kuliah di UMM, disambut dengan penuh unsur kehidmatan dan penuh haru. Demikian sama halnya saat UMM melepas mereka,” katanya.

Pewarta: Ilmi

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/