alexametrics
21.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Inovatif, Mahasiswa UM Sulap Limbah Uang Kertas Jadi Baglog Jamur

MALANG KOTA – Inovasi lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) tergolong tak biasa. Mereka menyulap limbah uang untuk media tanaman jamur tiram putih.

Ketua Kelompok Febriandari Annisa Murti menjelaskan, inovasi yang dibuat bersama kelompoknya ini berawal dari potensi limbah uang yang tidak dipakai. Mereka mendapatkan limbah uang kertas sebanyak 15 kilogram dari BI Cabang Jember. Biasanya, uang yang rusak tersebut hanya dibakar dan menyebabkan pencemaran udara.

“Kami lakukan penelitian selama 2 bulan. Satu bulan kami melakukan riset mengenai kandungan dalam limbah uang kertas itu, ternyata mengandung serat kapas yang cocok digunakan untuk media tanam. Satu bulan berikutnya kami mencoba menghasilkan baglog jamur tiram itu,” ujar Febri.

Baglog jamur yang dihasilkan ini tentu berbeda dengan baglog lainnya. Pasalnya dengan menggunakan bahan dasar cocopeat tersebut tidak mudah terserang hama, daya serap air bagus, dan jamur yang dihasilkan lebih besar daripada yang lain.

“Untuk pembuatan baglog itu sendiri, awalnya limbah uang di pulping, lalu biodinking untuk menghilangkan zat-zat yang ada di uang kertas, lalu didapatkan serat kapas dari limbah uang tersebut, setelah itu dilakukan pencampuran dengan bahan-bahan untuk media tanam,” tambahnya.

Dalam pembuatan baglog jamur tersebut, dibutuhkan bahan-bahan yakni limbah uang kertas sebanyak 13,05 persen, dedak 8,76 persen, cocopeat 39,1 persen, kapur 1,07 persen, gips 55 persen, serta air 60 persen.

Febri melakukan penelitian bersama 4 mahasiswa lainnya, yakni Muhamad Syaikhu Alam, Rani Dwi Lestari, Thoriq Aziz, dan Daffa’rizal. Tentu tak lepas dari bimbingan dosen biologi, Nur Aini Kartikasari MSc.

Sebagai dosen pembimbing Nur Aini mendukung inovasi yang dilakukan para mahasiswanya. Untuk saat ini mereka masih seleksi di 34 besar pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS). “Harapannya kedepan media limbah uang ini bukan hanya untuk media tanaman jamur saja, tapi juga media tanaman yang lainnya,” ucapnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

MALANG KOTA – Inovasi lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) tergolong tak biasa. Mereka menyulap limbah uang untuk media tanaman jamur tiram putih.

Ketua Kelompok Febriandari Annisa Murti menjelaskan, inovasi yang dibuat bersama kelompoknya ini berawal dari potensi limbah uang yang tidak dipakai. Mereka mendapatkan limbah uang kertas sebanyak 15 kilogram dari BI Cabang Jember. Biasanya, uang yang rusak tersebut hanya dibakar dan menyebabkan pencemaran udara.

“Kami lakukan penelitian selama 2 bulan. Satu bulan kami melakukan riset mengenai kandungan dalam limbah uang kertas itu, ternyata mengandung serat kapas yang cocok digunakan untuk media tanam. Satu bulan berikutnya kami mencoba menghasilkan baglog jamur tiram itu,” ujar Febri.

Baglog jamur yang dihasilkan ini tentu berbeda dengan baglog lainnya. Pasalnya dengan menggunakan bahan dasar cocopeat tersebut tidak mudah terserang hama, daya serap air bagus, dan jamur yang dihasilkan lebih besar daripada yang lain.

“Untuk pembuatan baglog itu sendiri, awalnya limbah uang di pulping, lalu biodinking untuk menghilangkan zat-zat yang ada di uang kertas, lalu didapatkan serat kapas dari limbah uang tersebut, setelah itu dilakukan pencampuran dengan bahan-bahan untuk media tanam,” tambahnya.

Dalam pembuatan baglog jamur tersebut, dibutuhkan bahan-bahan yakni limbah uang kertas sebanyak 13,05 persen, dedak 8,76 persen, cocopeat 39,1 persen, kapur 1,07 persen, gips 55 persen, serta air 60 persen.

Febri melakukan penelitian bersama 4 mahasiswa lainnya, yakni Muhamad Syaikhu Alam, Rani Dwi Lestari, Thoriq Aziz, dan Daffa’rizal. Tentu tak lepas dari bimbingan dosen biologi, Nur Aini Kartikasari MSc.

Sebagai dosen pembimbing Nur Aini mendukung inovasi yang dilakukan para mahasiswanya. Untuk saat ini mereka masih seleksi di 34 besar pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS). “Harapannya kedepan media limbah uang ini bukan hanya untuk media tanaman jamur saja, tapi juga media tanaman yang lainnya,” ucapnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru